Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Terima Kasih, Kobe Bryant!

Sanna Sanata oleh Sanna Sanata
28 Januari 2020
A A
Terima Kasih, Kobe Bryant!
Share on FacebookShare on Twitter

Teman sebangku saya waktu SMA kerjaannya menggambar pemain-pemain basket. Saat jam pelajaran dia kelihatan seperti mencatat tetapi sebenarnya menggambar. Ia adalah pemain basket di sekolah yang menggemari Kobe Bryant. Di setiap gambarnya banyak tulisan “Black Mamba”.

Entah bagaimana perasaannya saat ini, ketika Kobe Bryant dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter yang ditumpanginya bersama sang anak Gigi Bryant dan penumpang lainnya. Kobe dan Gigi belakangan terlihat di lapangan basket menonton setiap pertandingan terutama yang dijalani oleh LA Lakers.

Saya tidak secara fanatik menggemarinya. Namun jika ditanya siapa penggemar basket yang tidak menggemari Kobe Bryant, saya tidak tahu jawabannya. Menurut saya Kobe adalah legenda terbesar NBA setelah Michael Jordan.

Saat sering menonton pertandingan basket, saya lebih menggemari pemain-pemain seperti Jason Kidd, Steve Nash, dan Allen Iverson. Tentu saja mereka kalah pamor dibandingkan Kobe, entah mengapa saya selalu mendukung pemain atau tim yang kurang berprestasi. Selama saya menonton NBA tim basket yang saya dukung pencapaian terbesarnya hanyalah masuk final, yakni Brooklyn Nets, dulunya New Jersey Nets. Kini saya kurang suka menontonya gara-gara kedatangan pemain bernama Kyrie Irving.

Kala itu saya masih duduk di bangku SMP, saya berteman dengan seseorang yang sama-sama menyukai Jason Kidd saat melakukan free throw. Gerakan melakukan kiss bye sebelum melesatkan bola ke ring basket itu sering kami tirukan. Teman saya ini meninggal dunia saat saya berada di Gayo karena kecelakaan, kabar meninggalnya teman saya ini baru saya dapatkan dari SMS setelah beberapa hari ponsel saya mati.

Praktis pada masa SMP lah saya sering menonton basket. Di SMA hanya bersama teman sebangku saja saya bisa membicarakan basket, saat kuliah tidak ada sirkel saya yang suka basket. Setelah teman saya meninggal saya takut menonton NBA karena teringat teman saya itu. Sampai saat ini saya bahkan belum ke makamnya.

Dua tahun terakhir saya beranikan diri untuk menonton NBA kembali. Sangat seru rasanya menonton semua tim bermain mengingat persaingan antar tim semakin ketat. Drama di luar lapangan juga semakin ramai apalagi dengan adanya media sosial. Saya juga mulai menonton IBL dan merasakan keseruannya setelah sebelumnya saya anggap kurang menarik. Ternyata saya salah, kompetisi basket lokal sangat seru untuk ditonton.

Setelah sekian lama tidak menggubris Kobe Briant, saya tertarik dengan kemunculannya bersama Gigi di lapangan basket. Saya selalu tertarik dengan sesuatu yang menunjukkan kedekatan antara orang tua dan anaknya. Karena saya juga berkegiatan bersama anak-anak di salah satu sudut di kota Jogja. Kemunculan Kobe dan Gigi tersebut menginspirasi saya dalam berkegiatan bersama anak-anak.

Baca Juga:

Jalan Magelang Jogja Penuh Bahaya, Nggak Cocok buat Pengendara Bermental Tempe

Jalan Raya Sukowono–Sumberjambe, Jalan Rusak Penyumbang Angka Kecelakaan di Jember

Kebetulan salah satu dari anak-anak tersebut tertarik dengan basket, Maysa namanya. Waktu menemaninya melukis, saya juga menonton pertandingan IBL dengan streaming. Setelah selesai melukis ia ikut menonton dan bereaksi ketika ada pemain yang mencetak skor, “gila keren banget” begitu katanya. Maysa yang seumuran dengan Gigi Bryant juga mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Jadi saat melihat pemain basket yang menarik perhatiannya, dia bilang, “Wah ganteng ya.”

Sepertinya Maysa sedang mencari tahu tentang basket, ia pernah bilang, “Kayanya seru ya jadi atlit basket.” Sayang sekali sistem pendiikan kita tidak mengarahkan fokus siswanya ke satu bidang yang diminatinya. Kalaupun ia benar-benar serius di basket, akan membutuhkan biaya yang mahal karena fasilitasnya sangat terbatas.

Banyak anak di negara ini tidak seberutung Gigi yang memiliki sarana untuk menjadi pemain basket. Namun Maysa memiliki keuntungan karena tidak fokus ke satu hal. Ia pernah berprestasi di banyak bidang, dari juara lomba lari sampai juara melukis.

Kali ini saat ia tertarik pada basket, saya bingung saat diajak bermain basket, mau kemana bermainnya? Akhirnya kita hanya beberapa kali melihat highlight pertandingan-pertandingan basket.

Melihat kedekatan Kobe dan anaknya di layar kaca beberapa bulan belakangan, saya merasa terkoneksi dengannya. Karena saya dan Maysa juga sering melakukan kegiatan dan diskusi bersama. Tidak dalam dunia basket tetapi dalam banyak hal yang ia minati. Oleh karena itu saya bisa merasakan betapa Kobe sangat menyayangi Gigi.

Karena terinspirasi oleh Kobe, saya dan Maysa berencana mau menonton pertandingan IBL seri Jogja. Belum sempat saya bercerita tentang Kobe dan Gigi kepada Maysa, mereka sudah pergi meninggalkan kita semua. Saya sangat penasaran dan tidak sabar melihat penampilan Gigi di kompetisi. Tetapi itu semua sudah tidak mungkin disaksikan.

Sepetinya Maysa memang mencari tahu tentang basket. Hari ini WhatsApp story-nya adalah foto Kobe Bryant. Setelah saya membalas story itu kita sedikit mengobrol tentang Kobe. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini sangat menyedihkan. Ia membalas, “Sabar ya.”

Saya menyesal tidak banyak mempehatikan Kobe selama menjadi penggemar basket. Tentang Mamba Mentality-nya, dan lain-lain. Dulu saya pikir pemain jago ya jago saja. Tetapi ternyata setelah melihat kedekatan Kobe bersama Gigi, saya melihat hal lain yang sangat menarik: yakni tentang bagaimana cara mendidik.

Seperti yang telah kita ketahui, Kobe Bryant menjadi mentor bagi banyak pemain NBA. Ia juga memiliki Mamba Sports Academy. Melalui wadah-wadah tersebut terlihat bahwa ia ingin membagikan ilmu menjadi seorang juara kepada orang lain.

Menjadi seorang juara tidak harus menjadi pribadi yang angkuh. Saat menjalani kariernya setelah sekian lama ia jarang sekali membanggakan dirinya sendiri seperti pemain-pemain lain. Setiap diwawancara tentang legacy-nya di dunia basket, tidak jarang ia seperti kebingungan dan salah tingkah. Pernah suatu ketika ia hanya menjawab “wow” padahal semua orang sudah tahu bahwa ia adalah seorang legenda.

Menjadi seorang juara tidak harus menjadi sosok yang sangar. Buktinya ia sering tertangkap kamera memberikan kehangatan kepada Gigi yang sedang membangun karier sebagai pemain basket. Ia tahu seorang anak membutuhkan motivasi dan kehangatan untuk bisa berprestasi. Selain tentu saja bekerja keras, bermain sampai tidak bisa berjalan seperti yang pernah ia tunjukkan. Terima kasih Kobe Bryant, jasamu sangat besar!

BACA JUGA Menanggapi Tulisan Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga: Maaf Mas, Saya Nggak Suka atau tulisan Sanna Sanata lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2020 oleh

Tags: BasketkecelakaanKobe Bryantrip
Sanna Sanata

Sanna Sanata

ArtikelTerkait

Ranjau Paku, Ulah Oknum Tukang Tambal Ban Nakal yang Jadi Momok Pengendara Motor

Ranjau Paku, Ulah Oknum Tukang Tambal Ban Nakal yang Jadi Momok Pengendara Motor

15 Januari 2024
7 Hal Positif yang Hanya Akan Kamu Temukan di Bus Ponorogo-Trenggalek telolet bus

Ironi Telolet Bus: Bikin Bahagia, tapi Kadang Malah Berakhir Bencana, Saatnya Bikin Aturan yang Tegas!

25 Maret 2024
Konten Pebasket Sombong Denny Sumargo Adalah yang Terbaik Saat Ini wijin terminal mojok.co

Konten Pebasket Sombong Denny Sumargo Adalah yang Terbaik Saat Ini

10 September 2020
Jalan Raya Sukowono–Sumberjambe, Jalan Rusak Penyumbang Angka Kecelakaan di Jember Mojok.co

Jalan Raya Sukowono–Sumberjambe, Jalan Rusak Penyumbang Angka Kecelakaan di Jember

13 Oktober 2024
aturan playoffs nba skor 3-1 masih bisa kalah mojok.co

Jangan Cepat Jumawa saat Tim Kalian Unggul 3-1 di Playoffs NBA, Mereka Masih Bisa Kalah!

5 September 2020
Jalan Layang MBZ: Jalan Tol yang Nggak Sekaya Namanya. Boro-boro Nyaman, Keamanannya Saja Diragukan

Jalan Layang MBZ: Jalan Tol yang Nggak Sekaya Namanya. Boro-boro Nyaman, Keamanannya Saja Diragukan

8 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.