Selama tinggal di Malang, saya pikir akan lebih sering makan bakso Malang. Namun nyatanya, saya malah justru jatuh cinta sama tempe, tepatnya tempe mendol.
Iya, nggak ada yang nggak kenal sama bakso Malang. Kuahnya bening, pakai pentol, tahu, siomay, plus gorengannya yang beragam bentuk menjadi ciri khas. Comfort food ini cocok untuk segala cuaca.
Namun ternyata, setelah evaluasi, ternyata saya malah lebih sering makan tempe ketimbang bakso Malang. Baik beli lalu masak sendiri atau ketika makan di warung, selalu ada tempe. Bahkan malah jadi lauk wajib kalau buat saya, terutama tempe mendol.
Menurut saya, tempe di Malang itu seperti punya ciri khas sendiri yang nggak ada di tempat lain. Salah satunya adalah kedelainya yang sangat melimpah dan terpampang nyata.
Bahkan berdasar amatan sekilas, kadang saya merasa tempe Malang itu tidak ada jamur-jamurnya, alias full kedelai. Seperti sekumpulan kedelai yang lagi ngumpul aja gitu. Belum lagi dengan kedelai yang melimpah itu, harganya tempe mendol sangat terjangkau.
Tempe mendol favorit melebihi bakso Malang
Tempe mendol adalah makanan tradisional khas Jawa Timur, khususnya Malang. Bahan dasarnya tentu tempe dan biasanya menggunakan tempe semangit atau tempe yang sudah lewat matang. Tempe tersebut lalu dibuat halus bersama bumbu, dibuat lonjong, lalu digoreng.
Nah, buat saya, tempe mendol ini another level bahkan melebihi bakso Malang kalau buat saya. Kamu bisa menemukan makanan ini dengan mudah. Salah satunya di warung yang jualan nasi jagung.
Walaupun terbuat dari tempe yang tidak good looking, tapi tempe mendol ini enak sekali. Buruk rupa tapi jadi primadona berkat tambahan bumbu bawang putih, bawang merah, cabai, daun jeruk, dan rempah lainnya.
Belum lagi secara rasa, tempe mendol ini unik. Ada rasa asam tapi gurih juga pedas yang nagih. Walaupun kadang, banyak orang yang meragukan bentuknya yang bulat dan lonjong.
Bentuk nggak meyakinkan, tapi rasa nggak ada lawan
Kalau cuma melihat bentuk, tempe mendol memang kalah jauh dari bakso Malang. Apalagi kalau orang mendengar bahwa bahan makanan ini berasal dari sisaan saja.
Arti dari tempe semangit, atau orang juga mengenalnya sebagai tempe bosok, tidak perlu saya jelaskan. Namun, kalau udah ngomongin rasa, kuliner ini yang terbaik.
Makanan yang sudah ada sejak zaman Belanda ini terinspirasi dari frikadel atau perkedel, makanan orang Belanda. Ia sangat cocok menjadi teman nasi pecel, nasi jagung, nasi lodeh, dan rawon. Makan bersama nasi hangat saja sudah semantap itu.
Kepada warga Malang, saya meminta maaf sebesar-besarnya. Bakso Malang masih kalah jauh dari tempe mendol, kalau menurut selera saya. Ya gimana ya, kalau sudah selera, nggak ada yang bisa ngalahin.
Penulis: Anisah Meidayanti
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
