Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Rese

Iqbal AR oleh Iqbal AR
6 Desember 2025
A A
Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Resek

Telaga Madiredo, Telaga Underrated di Kabupaten Malang yang Meskipun Nggak Sebesar Sarangan, tapi Tetap Indah dan Pedagangnya Nggak Resek

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kalian sudah bosan dengan Telaga Sarangan, Telaga Madiredo bisa banget jadi tujuan kalian. Yah, setidaknya nggak ada pedagang reseknya sih

Kalau bicara danau, ranu, atau telaga di Jawa Timur, kita pasti akan langsung merujuk ke Telaga Sarangan di Magetan, Ranu Kumbolo, dan Ranu Pani yang ada di jalur pendakian Semeru. Tapi ketiga telaga di atas itu sudah overrated. Ranu Kumbolo dan Ranu Pani kalau nggak sekalian muncak ke Semeru, dan itu bukan perjalanan yang mudah.

Apalagi Telaga Sarangan, yang juga sudah sangat overrated, Wisatawannya kadang terlalu banyak, kegiatan di sana juga gitu-gitu aja, nggak ada yang baru, dan ada beberapa pedagang di sekitar yang resek.

Kasus yang paling hangat, awal bulan lalu ada pengunjung Telaga Sarangan yang dimarahi dan dimaki oleh pedagang sekitar. Cerita singkatnya, ada pengunjung yang makan nasi pecel dan duduk di meja milik pedagang sate. Lalu pengunjung tersebut dimarahi dan dimaki, lalu dibilang kalau mau duduk di meja itu, ya harus beli dagangannya juga. Pengunjungnya, sih, nggak masalah kalau disuruh pindah, cuma ya caranya aja yang terlalu kasar. Singkatnya begitu kejadiannya.

Nah, kejadian ini jelas bikin pamor Telaga Sarangan makin kurang bagus di masyarakat. Selepas kejadian tersebut, masyarakat jadi gamang, jadi ragu, bahkan malas untuk mengunjungi Telaga Sarangan. Lalu masyarakat akan mikir lagi soal tujuan wisata mereka. Mereka pengin pergi ke telaga, tapi malas ke Sarangan. Selain Sarangan, telaga mana lagi, ya, yang indah, asyik buat liburan, dan pedagangnya nggak resek?

Saya punya jawabannya. Ada satu telaga di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Malang, yang nggak terlalu besar, tapi indah, dan nyaman. Telaga tersebut namanya Telaga Madiredo di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Telaga Madiredo, telaga underrated yang layak dikunjungi

Meskipun kota tempat saya tinggal bersebelahan dengan Pujon, saya baru tahu kalau Pujon punya telaga ya akhir-akhir ini. Selama ini, kalau soal wisata alam, saya hanya tahu Pujon punya beberapa air terjun saja. Ternyata, Pujon juga punya telaga, yang bernama Telaga Madiredo.

Sesuai namanya, Telaga Madiredo ini terletak di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Keberadaan Telaga ini sebenarnya sudah lama, tapi baru digagas sebagai tempat wisata pada 2017, dan dibangun fasilitasnya pada 2021. Jadinya, usia Telaga Madiredo sebagai tempat wisata itu tergolong masih baru, dan masih banyak orang yang nggak tahu.

Baca Juga:

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Indomaret Point Songgokerto, Indomaret Terbaik di Kota Batu yang paling Berhasil Memberi Rasa Nyaman

Nah, justru karena belum terlalu banyak orang yang tahu, Telaga Madiredo ini jadi spesial. Telaga yang dikelilingi oleh perkebunan dan persawahan, serta menghadap gugusan pegunungan ini jadi tempat yang pas kalau pengin mencari ketenangan sembari bermain air. Kalian bisa berenang di sana, bisa naik perahu kecil, bisa jalan-jalan berkeliling kompleks telaga, atau bisa juga sekadar nongkrong, ngopi, sambil melihat alam sekitar.  

Memang nggak sebesar Sarangan, tapi nggak kalah indah dari Sarangan

Buat kalian yang belum tahu soal Telaga Madiredo, jangan berpikir bahwa telaga luasnya mirip dengan luas Telaga Sarangan, Ranu Kumbolo, atau Ranu Pani. Nggak. Telaga Madiredo ini bahkan jauh lebih kecil ketimbang Sarangan. Coba saja kalian googling gambar kedua telaga ini, kalian pasti akan tahu seberapa kontras perbedaan ukurannya.

Namun meskipun ukuran Telaga Madiredo ini jauh lebih kecil ketimbang Telaga Sarangan, soal keindahan jelas masih bisa diadu. Telaga Madiredo punya keindahan yang nggak kalah dari Sarangan. Soal pemandangan, kalian bisa menengok gugusan pegunungan dan hamparan sawah serta kebun. Selain itu, Telaga Madiredo punya air yang jernih, dan kehidupan bawah air yang menakjubkan. Dan yang lebih penting lagi, nggak ada pedagang resek seperti di Sarangan.

Cukup dengan membayar tiket masuk sekitar 15 ribu saja, kalian sudah bisa menikmati keindahan Telaga Madiredo dan sekitarnya. Kalian sudah bisa berenang, bermain dengan ikan-ikan, jalan-jalan di sekitar telaga, dan sebagainya. Murah meriah, lah.

Jangan pasang ekspektasi terlalu tinggi

Saya memang bilang bahwa Telaga Madiredo ini underrated. Ya karena memang belum banyak yang tahu dan belum banyak yang membahasnya. Saya juga bilang bahwa soal keindahan, Telaga Madiredo ini bisa diadu dengan Telaga Sarangan, meskipun saya nggak tahu bisa menang atau nggak. Tapi bagi saya, melihat Sarangan yang membosankan, menjadikan Madiredo jadi telaga yang layak dijadikan alternatif.

Oleh karena itu, saya berharap kepada kalian yang membaca tulisan ini dan tertarik mencari tahu atau bahkan mengunjungi Telaga Madiredo untuk nggak memasang ekspektasi yang tinggi. Jangan berekspektasi yang tinggi, dan jangan jadikan kemegahan Telaga Sarangan sebagai acuan. Sebab Telaga Madiredo ini indah dalam liganya sendiri.

Segmented? Mungkin saja. Sepertinya mereka yang suka akan suka banget, yang benci juga akan benci banget.

Intinya, Telaga Madiredo ini indah, meski jangan pasang ekspektasi tinggi. Selain itu, kalau mau mencari alternatif telaga di Jawa Timur selain Sarangan, Ranu Kumbolo, dan Ranu Pani, telaga yang nyaman dan nggak ada pedagang resek, Telaga Madiredo bisa banget jadi alternatif pilihan. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Telaga Sarangan Magetan Kerap Disalahpahami Berada di Karanganyar karena Beberapa Alasan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2025 oleh

Tags: Kabupaten Malangpujontelaga madiredotelaga ranu kumbolotelaga sarangan
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Cafe di Dau Malang Isinya Bukan Kopian, tapi Polusi Suara (Unsplash)

Cafe di Dau Malang Bukan Tempat yang Menyenangkan untuk Nongkrong karena Isinya Hanya Polusi Suara

16 November 2023
Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang "Mengerikan"

Pengalaman Mengunjungi Warung Kopi Cetol Malang, Warung Kopi yang “Mengerikan”

13 Februari 2025
Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

Jalan Tumbal Negara hingga Jalan Sangean, Inilah 7 Jalan dengan Nama Unik dan Aneh Di Malang

23 Januari 2025
Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab kabupaten lumajang

Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab

15 Mei 2025
Malang dan Batu Bertetangga, tapi Nyatanya Berlawanan (Unsplash)

Malang dan Batu: Dua Kota yang Bertetangga, tapi Nyatanya Saling Berlawanan karena Berbeda Karakter

3 Maret 2025
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.