Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Kok Bisa ya Ada Orang Takut Ibadah Gara-gara Nonton Film Horor? Nggak Masuk Akal!

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
27 Oktober 2023
A A
Kok Bisa ya Ada Orang Takut Ibadah Gara-gara Nonton Film Horor? Nggak Masuk Akal!

Kok Bisa ya Ada Orang Takut Ibadah Gara-gara Nonton Film Horor? Nggak Masuk Akal! (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini saya menemukan pernyataan konyol lagi di Twitter. Ada sejumlah netizen berpendapat bahwa film horor dengan tema atau adegan yang terkait salat bikin orang takut ibadah. Memang belakangan ini banyak film Indonesia yang mengangkat tema dan adegan semacam itu. Dan lumayan laku juga di pasaran.

Teaser Poster mvs Munkar

Who’s excited? pic.twitter.com/fBz36p5IUg

— mupi (@moviemenfes) October 23, 2023

ADVERTISEMENT

Namun, bagi saya, pendapat takut ibadah gara-gara nonton film horor itu nggak masuk akal sedikit pun. Soalnya, ada berbagai faktor ini yang membuat saya nggak takut ibadah hanya karena nonton film horor bertemakan salat.

Adegan film horor yang menunjukkan orang ibadah diganggu setan nggak serem sama sekali

Meski sering menonton film horor Indonesia, tak banyak yang bisa bikin saya benar-benar ketakutan setelah melihatnya. Umumnya, hanya film yang disutradarai oleh Joko Anwar yang bikin saya ngeri. Misalnya kayak Pengabdi Setan yang pertama. Di luar itu, kebanyakan film horor Indonesia nggak serem sama sekali, tak terkecuali film-film horor yang berkaitan dengan ibadah.

Saya rasa banyak yang sepakat dengan pandangan tersebut. Sehingga membuat argumen orang takut ibadah gara-gara nonton film horor itu nggak berdasar sama sekali. Gimana nggak? Lha, wong orang yang bilang takut ibadah gara-gara film horor juga menilai film-film tersebut cringe dan jelek, kok. Jika memang film-film bertema begitu cringe dan jelek berarti nggak nyeremin, dong.

Film horor hanya fiksi

Setan di film-film itu nggak ujug-ujug langsung datang nakutin orang ibadah. Pasti ada suatu alasan yang melatarbelakangi si setan menakut-nakuti orang yang sedang ibadah. Di film pun si setan perlu dukungan latar tempat dan waktu supaya suasana makin mencekam. Tanpa kedua hal tersebut suasana mencekam tak akan begitu terasa.

Bila kondisimu saat beribadah nggak sama persis dengan yang ada film, kamu nggak perlu takut sama sekali. Kalaupun persis dengan di film juga nggak perlu takut mengingat film-film horor Indonesia yang mengangkat tema ibadah mayoritas fiksi belaka

Bukan takut ibadah, tapi males aja kali!

Saya curiga orang yang takut ibadah gara-gara film horor itu hanya alasan doang. Padahal sebenarnya alasan utamanya ya males ibadah aja. Sama halnya dengan orang yang sok-sokan ateis. Sesungguhnya ada dari mereka yang males ibadah aja, bukan betul-betul nggak percaya adanya Tuhan.

Baca Juga:

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

Ibadah harusnya menguatkan iman bukan melemahkan

Nggak salat gara-gara takut setelah menonton film horor terkait ibadah itu nggak menyelesaikan masalah. Pasalnya, salat adalah salah satu amalan yang mempertebal iman. Dilansir dari laman NU Online, dikatakan Ibnu Ruslan dalam matan Zubad Ibn Ruslan (Beirut: Daru Makrifat) halaman 5-6: Maka jadilah kamu bertambah dalam keimanan dan memiliki pembaharuan dalam kejernihan hati dengan memperbanyak salat, ketaatan.

Andaikan seorang muslim benar-benar beriman, mestinya dia tahu bahwa tiada kekuatan yang melebihi kekuatanNya. Jadi, nggak perlu takut lagi dengan setan yang mengganggu saat ibadah, sebab ada Tuhan yang selalu melindungi. Betul apa betul, Gaes?

Ibadah yang masih kepikiran adegan film berarti nggak khusyuk

Terus terang, saya ini bukan orang suci. Tak jarang waktu ibadah, saya masih kepikiran hal-hal duniawi. Misalnya, waktu salat zuhur atau asar, saya masih suka kepikiran pekerjaan apa aja yang harus dirampungkan hari itu juga.

Akan tetapi, ketika salat, pikiran saya nggak lari jauh ke adegan film. Apalagi sampai ke adegan film horor Indonesia bertemakan ibadah. Apabila benar-benar ibadah dengan khusyuk, pikiran seorang hamba nggak melanglang buana ke mana saja.

Kesakralan ibadah tergantung pemeluknya

Film horor yang mengangkat tema salat nggak bakal mengurangi sedikit pun kesakralan ibadah umat mayoritas. Kesakralan ibadah itu tergantung pemeluk agamanya sendiri. Bagaimana cara seorang hamba mengamalkan seluruh ibadah wajib dengan khusyuk dan sesuai ajaran Rasul. Serta, melengkapinya dengan berbagai ibadah sunnah.

Akan lebih baik lagi bila kesakralan dan kerajinan ibadahnya bukan hanya ditunjukkan melalui bentuk getol salat aja. Contohnya, seorang muslim yang rajin salat mencerminkan hasil ibadahnya melalui perbuatan baik di masyarakat. Dapat menjadi teladan bagi orang lain khususnya umat muslim sendiri.

Begitu sekiranya berbagai faktor yang membuat orang nggak perlu takut ibadah cuma gara-gara film. Apabila kamu beneran takut salat karena nonton film horor bertemakan ibadah, ya jangan nonton filmnya. Sesederhana itu, kok. Nggak perlu sampai melarang orang lain berkarya melalui film, apalagi mengecap pembuat film bertemakan ibadah bisa kena kasus penistaan agama.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2023 oleh

Tags: Film HororIbadahsalat
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia Terminal Mojok.co

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia

11 April 2022
7 Rekomendasi Film Netflix Juli 2022, dari Horor hingga Thriller

3 Alasan Orang Skeptis Sering Sial dalam Film Horor

30 November 2022
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Ambil Nasi Berkah Jumat. Saya Terpaksa Tulis karena Banyak Orang Serakah Mojok.co

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Ambil Nasi Jumat Berkah, Saya Terpaksa Tulis Ini karena Banyak Orang Serakah

4 Oktober 2024
Femme Fatale Adalah Unsur yang Banyak Dipakai Film Horor Indonesia terminal mojok.co

Femme Fatale Adalah Unsur yang Banyak Dipakai Film Horor Indonesia

14 Desember 2020
Sebagai Muslim, Saya Risau karena Banyaknya Bangunan Masjid mojok.co/terminal

Bukankah Beribadah di Masjid Adalah Hak Segala Usia, Ya?

22 Januari 2020
4 Film Boneka Arwah dari Berbagai Negara Terminal Mojok

4 Film Boneka Arwah dari Berbagai Negara

9 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.