Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tak Hanya Nmax, Pengendara Mobil LCGC Tak Kalah Menyebalkan di Jalanan

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
11 Januari 2021
A A
Tak Hanya Nmax, Pengendara Mobil LCGC Tak Kalah Menyebalkan di Jalanan terminal mojok.co

Tak Hanya Nmax, Pengendara Mobil LCGC Tak Kalah Menyebalkan di Jalanan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Air yang dibiarkan terlalu lama tidak mengalir, lama-kelamaan akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Menahan buang air kecil ataupun besar terlalu lama, setahu saya, juga kurang baik bagi kesehatan. Begitu juga dengan uneg-uneg dan kekesalan saya soal pengendara mobil LCGC, jika dibiarkan terlalu lama, sangat tidak baik baik ketenangan batin yang menyimpannya.

Uneg-uneg kali ini, berkisah tentang perilaku penunggang kendaraan bermotor di jalanan. Kalau kabar yang dulu-dulu, pengendara motor Nmax sempat jadi bahan obrolan. Ini terjadi lantaran pengendara motor ini, sering kali ngawur dan agak barbar ketika berada di jalanan. Dengan body yang bongsor, mereka sering tidak mempertimbangkan pengendara lain yang ada di samping kanan kiri ataupun depan belakangnya. Pokoknya, kalau di jalan, setahu saya, suka nggak tahu diri.

Dan itu cukup bikin kesal seantero jagad dunia peraspalan. Ditambah dukungan media, maka lengkaplah bahan olok-olokan untuk pengendara Nmax ini. Namanya kehidupan, ketika habis satu masalah, masalah lain sudah siap mengintai. Untuk saat ini, izinkan saya memulai menceritakan sesuatu yang saya anggap sebagai masalah lainnya.

Selain pengendara roda dua, jangan lupa, di jalanan juga ada pengendara roda empat, enam, delapan, dan seterusnya. Namun, saya hanya ingin berfokus pada si pengendara roda empat yang terkadang tak kalah menyebalkannya dibanding pengendara motor Nmax. Masalah ini, sudah saya perhatikan jauh-jauh hari. Yakni tentang pengendara mobil LCGC yang keseringan berlagak ketika lagi di jalan.

Mobil LCGC, seperti yang diketahui, adalah singkatan dari Low Cost Green Car. Ini merupakan satu program dari pemerintah yang mengatur tentang kendaraan ekonomis serta ramah lingkungan. Katanya, tujuan utama dibikinnya program ini adalah mengembangkan kendaraan dengan harga terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah alias biar yang nggak kaya-kaya banget dan nggak miskin-miskin banget kayak saya, masih berkesempatan untuk menikmati rasa duduk di dalam mobil. Walaupun aslinya nggak butuh-butuh banget sama mobil.

Dibilang Low Cost alias murah karena harganya tak lebih dari seratus tujuh puluh juta rupiah. Untuk golongan mobil LCGC ini, mungkin sudah banyak yang tahu, dan maaf nyebut merek, seperti Wuling Formo, Karimun, Datsun, Calya, Sigra, Ayla, Agya, dan beberapa merek yang sudah umum diketahui.

Yang bagi saya menyebalkan, bukan programnya. Melainkan tentang pengendara yang menungganginya. Setelah beberapa lama saya amat-amati, pengendara mobil jenis ini, banyak yang memodifikasi mobilnya, khususnya pengendara kawula muda.

Biasanya, mobil mereka dibawa ke tempat pemasangan stiker untuk akhirnya dipasangi sticker ala pembalap Rally ataupun Formula One. Kalau di Rally atau Formula One, saya rasa sticker itu sudah jadi kewajiban, sebab biasanya, sticker itu menampilkan logo dari pihak yang menjadi sponsor. Jadi, bukan sekadar untuk gaya-gayaan biar diliat orang selampu merah ataupun orang-orang yang lagi duduk nyantai di pinggir jalan. Bukan itu.

Baca Juga:

Wuling Air EV, Mobil Listrik yang Jadi Musuh Bersama para Pengendara Mobil di Parkiran

Bandara Juanda, Bandara Internasional yang Bikin Kecewa: Transportasi Susah, Ruang Tunggu Kurang Nyaman

Selain itu, yang sering saya lihat, pengendara mobil LCGC, sering kali mengubah suara knalpotnya. Seperti tulisan pertama saya di terminal sini, mobil ini sering dipasangi knalpot brong yang suaranya nggak enak sama sekali didengar telinga. Kalau dari telinga pengendara, saya nggak tahu pasti. Sebab saya nggak pernah masang begituan, kecuali di motor lawas custom yang saya miliki. Dan, itu pun suaranya masih dalam batas wajar.

Saya juga jarang ngebut-ngebut nggak jelas di jalanan. Saya masih mengendarainya dalam kecepatan wajar dan kadang malah pelan agar bisa menikmati pemandangan. Nggak pernah ngebut sebentar lalu menurunkan kecepatannya secara tiba-tiba dan bikin suara knalpot meletup-letup seperti suara tembakan senjata yang amat memekakkan. Nggak pernah. Bagi saya, itu lebay dan nggak ada gunanya. Malah cuma bikin bising jalanan aja.

Nggak tahu kenapa, ada hal yang masih saya belum paham. Saat saya diajak teman naik mobilnya, saya nggak pernah mau membuka jendela mobil tersebut. Saya merasa agak malu. Bukan karena mobil teman saya jelek, malah bagus. Teman saya juga nggak protes lantaran dia juga rada malu kalau buka jendela mobilnya. Kalau dibuka, diliatin orang, jadi rada nggak enak aja gitu. Apalagi pas di lampu lalu lintas lagi merah. Wah, pokoknya jangan sampai kebuka itu jendela. Selain karena banyak asap kendaraan lain, alasannya ya itu tadi, malu.

Apalagi, kalau mobilnya masih nyicil atau masih berupa pemberian orang tua. Wah, nggak pantes banget dipamerin, apalagi dengan cara lewat buka jendela, pakai kacamata item, dan muka mengarah rada ke atas. Mirip Genji yang lagi mau gelut, biar nggak dikira takut dan dikira nyali serta kekuatannya gede. Biar seluruh dunia tahu bahwa mobil LCGC tercintanya itu sudah warna-warni dengan sticker, lengkap dengan knalpot brong.

Nggak-nggak, saya nggak iri sama sekali. Saya sudah cukup puas bisa naik motor Revo yang cocok di segala kondisi dan sudah cukup dengan bisa menuangkan ekspresi ke dalam motor lawas yang saya custom walaupun belum bagus-bagus amat. Saya dan teman-teman, dari skala ekonomi bawah dan teman dari ekonomi atas, sudah cukup untuk membawa motor masing-masing saat pergi ke tongkrongan. Nggak perlu mobil LCGC yang pakai stiker-stiker plus knalpot brong dan pakai kacamata hitam. Masih mending kalau nyetirnya bener dan nggak mengesalkan. Kadang orang yang begini justru cerewet dalam membunyikan klakson dan suka urakan dan nggak mau disalip. 

BACA JUGA 4 Golongan Pelaku Ternak Lele yang Biasa Saya Jumpai dan tulisan Firdaus Al Faqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2021 oleh

Tags: pengendara mobilTransportasi
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya Terminal Mojok.co

6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya

10 Maret 2022
Karawang Kota Pendatang Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni Mojok.co

Karawang, Kota Pendatang yang Butuh Transportasi Publik Mumpuni

17 Januari 2024
satu dasawarsa

KRL Dalam Satu Dasawarsa Terakhir: Selalu Ada Sekelompok Orang yang Berbicara dengan Volume Suara Tinggi

3 September 2019
Keanehan di Bantul Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan Keanehan di Kabupaten Cilacap

Cilacap, Tempat Pensiun yang Ideal: Biaya Hidup Terendah, Alamnya pun Indah

17 Desember 2023
Tilang Elektronik: Bukannya Berusaha Mematuhi, Malah Berlomba Mencurangi (Pixabay.com)

Tilang Elektronik: Terobosan Canggih yang Dilematik

31 Maret 2021
Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

23 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.