Kalian mahasiswa mendang-mending, pernah makan di Tacibay Malang?
Sebagai mahasiswa rantau di Malang, saya sudah khatam rasanya waswas setiap tanggal tua mendekat. Uang bulanan menipis, isi dompet cuma tersisa recehan, sementara perut tetap harus diisi.
Di situasi kepepet macam ini, biasanya saya tidak lagi mikir soal menu yang enak atau tidak enak. Yang penting kenyang, murah, dan kalau bisa nggak bikin nasi cepat habis padahal baru setengah jalan makan.
Nah, dari sekian banyak warung makan di Malang yang jadi tempat pelarian anak kos dan mahasiswa, ada satu nama yang paling sering muncul di obrolan teman-teman kos saya yaitu Tacibay. Kalau kalian kuliah di Malang dan belum pernah dengar nama ini, kalian adalah mahasiswa atau anak kos paling rugi se-Malang Raya.
Konsep refill yang bikin dompet aman
Hal pertama yang bikin Tacibay beda dari warung ayam geprek kebanyakan adalah konsepnya yang ramah kaum mendang-mending. dan es teh bisa di-refill sepuasnya asal makan di tempat. Ya, sepuasnya, bukan cuma sekali tambah terus disetop pelayannya sambil dilirik sinis.
Dengan modal Rp11.000-an saja, satu porsi sudah dapat ayam, nasi, plus es teh yang bisa ditambah terus sampai perut benar-benar menyerah.
Buat anak kos dan mahasiswa Malang yang biasanya harus muter otak supaya uang bulanan cukup sampai akhir bulan, harga segini jelas jauh lebih masuk akal dibanding jajan di tempat lain yang porsinya pas-pasan tapi harganya bikin nangis.
Ayam geprek dan crispy yang nggak kaleng-kaleng
Soal menu, Tacibay memang tidak neko-neko. Andalan utamanya cuma dua yaitu ayam crispy dan ayam geprek. Tapi, jangan salah, dua menu sederhana ini justru bikin warung ini selalu ramai dari siang sampai malam.
Potongan ayamnya nggak pelit, ukurannya cukup besar buat ukuran warung kaki lima. Balutan tepungnya renyah waktu digigit, sementara dagingnya empuk dan matang merata, bukan tipe ayam yang luarnya garing tapi dalamnya masih curiga.
Selain itu, Tacibay Malang juga menawarkan variasi sambal sesuai selera, pilihannya adalah sambal tomat, sambal bawang dan sambal campur (tomat dan bawang). Saya sendiri lebih sering pesan ayam geprek dengan sambal bawang yang menurut saya sangat pedas. Kalau kalian tipe yang doyan pedas menggila, sepertinya sambal bawang cocok sebagai sambal pilihan kamu. Tapi,buat kalian yang cuma kuat pedas standar, bisa memesan sambal tomat yang bersahabat dengan lambung.
Alasan kenapa Tacibay Malang jadi pilihan
Kalau ditanya kenapa Tacibay Malang begitu digandrungi mahasiswa, jawabannya sebenarnya sederhana. Bukan karena rasanya yang istimewa banget sampai bikin nangis haru, tapi karena warung ini paham betul apa yang dibutuhkan mahasiswa yakni makan kenyang tanpa bikin kantong jebol. Konsep refill nasi dan es teh itu ibarat jaminan keamanan finansial di tengah bulan yang serba pas-pasan.
Selain itu, yang bikin Tacibay makin dicintai anak kos dan mahasiswa adalah jam operasionalnya yang panjang. Tacibay di Kota Malang mempunyai dua cabang. Cabang pertama yang ada di Jalan Simpang Gajayana No. 72, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru. Cabang kedua terletak di Jalan Bendungan Sutami No. 6, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru. Keduanya buka hingga larut malam.
Untuk itu, buat anak kos dan mahasiswa malang yang masih bingung mau makan apa hari ini dan kebetulan lagi di fase tanggal tua, boleh banget mampir ke Tacibay. Nggak perlu malu kalau harus mengambil nasi banyak, toh memang itu gunanya sistem refill. Anggap saja ini bentuk syukur warung kecil-kecilan. Ternyata Masih ada warung makan yang berpihak pada anak kos dan mahasiswa dengan uang bulanan yang sudah mulai menipis.
Penulis: Nurkamala Dewi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
