Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Suwar-suwir, Kuliner Jember yang Sering Dikira Dodol

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
20 November 2021
A A
suwar-suwir Cilok Edy Kota Jember

Cilok Edy Kota Jember

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi masyarakat Jember, olahan suwar-suwir banyak ditemui ketika menjelang lebaran atau nunggu hajatan tetangga saja. Soalnya, jajanan ini sudah sangat legend, Rek.

Sek-sek, sebelumnya, kalian wes tahu belum tentang jajanan suwar-suwir ini? Kalau belum, mungkin sekilas ketika kita menyaksikan pengolahannya, pasti kalian akan kepikiran kalau suwar-suwir ini adalah variasi dodol. Hmmm. Secara teknik, sih, iya. Suwar-suwir memang kerabat dekat dodol Garut, jenang, dan madu mongso. Yakni, diaduk jadi satu di dalam wajan besar selama berjam-jam. Tapi…., meski begitu, saya pastikan kuliner ini beda.

Suwar-suwir memiliki bahan dasar yang khas, yakni tapai singkong, bukan tapai ketan ataupun tapai-tapai lain, lho. Memang, olahan tapai, khususnya tapai singkong sendiri secara umum berasal dari kota tetangga Jember, yaitu Bondowoso. Lho, kok, Jember ikut-ikutan? Iyaa, namanya juga tetangga, kan, harus harmonis. Hehehe. Makanya, antara Bondowoso dan Jember mereka ini saling kolaborasi, salah satunya, ya, lewat makanan jenis ini.

Suwar-suwir ini tergolong makanan daerah yang komposisinya sederhana. Resep mudah yang biasa dibuat mbah-mbah saya adalah, tapai singkong sebagai bahan dasar tentunya, gula pasir/putih biar manis kayak saya, dan susu kental manis/bubuk biar creamy. Wes iku saja. Memang, bahannya terkesan simpel, tapi waktu mengaduknya itu, lho, yang bikin pegel. Mungkin, bisalah disambi sambil nonton One Piece satu season sekaligus. Hehehe.

Kalau berdasarkan analisis saya, nama kuliner ini disinyalir berasal dari bungkusnya. Lho, kok, gitu? Iya, dengan ukurannya yang hanya seibu jari, suwar-suwir butuh bungkus yang khusus. Kalau ditinjau lagi, arti kata “suwar-suwir” ini memang sepadan dengan kata “suwir” dalam kata ayam suwir maupun telur suwir. Sebab, pada awalnya bungkus kuliner ini berasal dari kertas kado atau kertas warna-warni yang disuwir-suwir pinggirnya. Fungsinya, untuk menambah keimutan dan keestetikan olahan/permen kuliner ini sendiri.

Di samping itu, dalam catatan sejarah lain, arti makanan kuliner ini bukan berasal dari bungkusnya, melainkan dari tekstur awal. Dulu, kuliner ini biasa dicampur dengan daging buah sirsak. Sehingga, teksturnya pun menjadi lembek. Akibatnya, orang-orang zaman dulu pun harus menyuwiri kecil-kecil untuk bisa disajikan. Lalu, jadilah nama suwar-suwir.

Bagaimana dengan rasanya? Beeuuh, sudah manis, ada kecutnya, nikmat, dan joss wes pokoknya. Rasanya enak banget. Sana gih nyoba!

Menurut mbah-mbah saya yang sekarang ini sudah sepuh, olahan ini sudah ada sejak zaman Belanda. Mbah saya bilang, “Mbiyen iku mbahe pas masih kecil, sama buyut sering disuruh cari singkong, trust difermentasi dan dibuat permen. Soale, pas zaman Londo iku mangane rata-rata, ya, nggawe singkong, jadi camilane iku pun juga dari singkong,”

Baca Juga:

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

Tapi, di samping semua itu, banyak masyarakat awam yang sering mengira kalau suwar-suwir ini adalah dodol. Iyaa, sih, nggak salah, tapi kurang saja. Kan, tadi saya sudah bilang kalau mereka ini saudaraan. Kalau kalian pernah makan keduanya, pasti, deh, tau perbedaannya. Sini-sini, saya sebutkan sedikit perbedaan.

Pertama, dari nama saja sudah beda. Hehehe. Kedua, dari bahannya. Jelas beda, dong. Kalau suwar-suwir, itu jelas pakai tapai. Kalo dodol, ada tepung ketan, gula merah, dan santan. Ketiga, kota asalnya. Dodol, mungkin merupakan jajanan khas yang sudah populer, bahkan sekarang punya banyak variasi. Misal, ada dodol Jawa, dodol betawi, dan pusatnya adalah dodol Garut. Kalau suwar-suwir, jelas, ia berasal dari daerah tapal kuda, Jawa Timur, wabil khusus Kabupaten Jember. Keempat, teksturnya. Suwar-suwir model sekarang memiliki tekstur yang padat, sedangkan dodol lembek. Maka dari itu, orang Jember kalau menamai suwar-suwir biasanya ditambahi dengan kata permen suwar-suwir.

Nah, itulah pengenalan singkat kuliner ini. Jadi, sekarang sudah tau, ya, mana yang suwar-suwir, mana yang dodol. Hehehe.

Untuk sebuah jajanan khas yang dikenal banyak orang, saya rasa perlu pengenalan seperti ini agar tidak terjadi kekeliruan Sebab, kuliner ini memiliki nilai sejarah sendiri di mata orang Jember. Oleh karenanya, saya sangat menyarankan kalau kalian dolan ke Jember, atau mungkin mampir di Jember, jangan lupa beli kuliner ini.

Harganya pun murah, cuma Rp10.000 hingga Rp20.000 saja, kok. Itu pun kalian sudah dapat berpuluh-puluh biji, bahkan sampai satu kilogram. Nah, untuk tempatnya, wes pokok cari saja di setiap toko oleh-oleh Jember. Pasti ada. Kalau nggak ada, dicek dulu, siapa tahu itu toko oleh-oleh di kota lain.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2021 oleh

Tags: jembersuwar-suwir
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Jalan Provinsi Lumajang-Jember, Jalan Terburuk di Jawa Timur, Jauh Lebih Menyebalkan ketimbang Jalan di Madura

Jalan Provinsi Lumajang-Jember, Jalan Terburuk di Jawa Timur, Jauh Lebih Menyebalkan ketimbang Jalan di Madura

17 Februari 2025
Destinasi Wisata di Jember yang Sebaiknya Jangan Dikunjungi Saat Bulan Suro Mojok.co malang

Nyatanya, Jember Itu Lebih Menenangkan, Hidup di Sini Jauh Lebih Masuk Akal ketimbang Tinggal di Malang

14 Agustus 2025
Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

14 Juni 2023
oleh-oleh khas jember

6 Oleh-oleh Khas Jember yang Wajib Dicoba

26 Desember 2021
Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili Mojok.co

Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili 

3 Januari 2024
Darurat Jember Kota Seribu Gumuk: Kalau Uang Sudah Berbicara, Gumuk pun Dihancurkan!

Darurat Jember Kota Seribu Gumuk: Kalau Uang Sudah Berbicara, Gumuk pun Dihancurkan!

28 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.