Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

“Sushi Terrorism” di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
11 Februari 2023
A A
Sushi Terrorism di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak

Sushi Terrorism di Restoran Sushi, Bukti Orang Jepang Juga Bisa Norak (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ternyata tak hanya warga Indonesia yang kadang kelakuannya norak, akhir-akhir ini Jepang juga dihebohkan dengan kelakuan nyeleneh warganya. Ada video orang Jepang yang iseng menjilat bagian atas botol kecap yang terbuka di restoran sushi terkenal, dan itu dilakukan demi konten yang kemudian disebarkan di media sosial. Waktu mendengar ramai-ramai soal ini saya sedikit kaget lantaran nggak menyangka orang Jepang ada yang norak juga.

Kelakuan norak orang Jepang

Sebenarnya kelakuan norak orang Jepang di restoran sushi itu sudah ada sejak dulu. Bedanya, sekarang dijadikan konten dan disebarkan melalui media sosial.

#Japan‘s ‘Sushi Terrorism’ prank videos on social media spark outrage, sympathy.https://t.co/kAfayq719q

— TIMES NOW (@TimesNow) February 9, 2023

Pada tanggal 1 Februari 2023, perusahaan Akindo Sushiro Co. mengakui kalau video yang beredar di internet Jepang adalah salah satu restorannya, yakni restoran Sushiro Gifu Masaki (Kota Gifu). Video berdurasi sekitar 50 detik itu mulai beredar di Twitter 29 Januari lalu. Dalam video terlihat seorang pelanggan (kira-kira seusia anak SMA) memasukkan tepi cangkir teh yang nggak terpakai ke dalam mulutnya, menjilat bagian atas botol kecap yang terbuka, dan menggosok sepiring sushi yang lewat dengan air liurnya.

Kejadian itu terjadi di restoran sushi conveyor belt. Biasanya, sushi di restoran dengan sistem seperti itu disusun di atas piring yang berbeda warna karena harganya pun berbeda. Pengunjung yang datang bisa bebas mengambil sushi yang ingin dimakan di sini. Restoran sushi seperti ini sangat populer di Jepang karena enak dan harganya terjangkau.

Sejak Januari, video perilaku melecehkan di restoran sushi conveyor belt atau disebut-sebut sebagai “sushi terrorism” itu telah dikonfirmasi satu per satu. Ada juga video pelanggan yang meletakkan wasabi di atas sushi pelanggan lain di restoran Hamazushi dan viral. Kemudian video yang diambil di Kura Sushi dan beredar sejak empat tahun yang lalu. Di Jepang, hal-hal tersebut bisa dianggap sebagai sebuah pelecehan, lho. Sushi terrorism ini telah menyebabkan kegemparan besar di Jepang.

Jadi kontroversi di Negeri Sakura

Akibat video Sushiro ini, harga saham FOOD & LIFE COMPANIES, yang mengoperasikan Sushiro, turun sebanyak 145 yen dari 3.015 yen pada 31 Januari menjadi 2.870 yen pada 1 Februari. Kapitalisasi pasar terhempas hingga 17 miliar yen hanya dalam satu hari. Meskipun harga saham pulih setelah itu, terlihat jelas bahwa harga saham sangat terpengaruh oleh hal tersebut.

Orang Jepang menanggapi kejadian ini dengan beragam. Ada yang kesal, ada pula yang setuju kalau pelaku (meski di bawah umur) tetap harus diproses secara hukum. Selain mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan kecemasan lainnya, penanganan yang serius tentu akan memberi efek jera kepada siapa pun yang ingin mencoba membuat konten norak serupa.

Baca Juga:

Sushikun, Tempat yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Sushi

Orang Jepang Gila Kerja, Pemerintah Jepang Bikin Program Agar Pekerja Pulang Tepat Waktu

Ada juga yang mengatakan kelakuan “sushi terrorism” bisa membahayakan nyawa seseorang. Misalnya, ada pelanggan yang alergi kedelai tetapi tanpa sengaja makan kecap asin atau soyu yang telah ditukar, tentu akan menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan bisa jadi menyebabkan kematian, lho.

Lantaran kontroversi ini, orang Jepang juga takut dan khawatir terhadap sterilisasi makanan di dalam restoran sushi. Ada juga yang khawatir wacana kalau jahe gratisan akan dihilangkan atau jumlahnya akan dibagikan secara terbatas untuk pelanggan yang memesan sushi. Pokoknya bakal nggak seleluasa dulu, deh.

Gerak cepat dari pihak terkait

Menanggapi video viral yang beredar di media sosial, Sushiro membersihkan semua cangkir teh di toko dan mengganti semua botol kecap. Mereka pun merilis pernyataan akan berkonsultasi dengan polisi sesegera mungkin dan menangani secara ketat masalah pidana dan perdata.

Meski pelaku dan keluarganya telah meminta maaf, pihak Sushiro diketahui akan mengambil tindakan tegas. Ada juga laporan bahwa jumlah klaim kompensasi dalam kasus perdata bisa mencapai puluhan juta yen. Pihak Sushiro juga mengatakan bahwa mereka tidak dapat memaafkan tindakan yang menyebabkan kecemasan para pelanggan dan orang Jepang sendiri.

Sushiro juga menjelaskan bahwa untuk memesan makanan, penggunaan conveyor belt akan dibatasi dan pelanggan akan diminta menggunakan panel layar sentuh. Jadi, para pelanggan nggak perlu mengambil sushi siap saji di piring yang berjalan di atas conveyor belt dan telah melewati banyak pelanggan lainnya.

Pihak restoran juga akan mempertimbangkan apakah akan kembali ke sistem pelayan restoran yang mengambilkan sushi-nya. Selain itu, akan dipasang juga papan akrilik di antara kursi pelanggan dan conveyor belt untuk melindungi sushi dari kontak pelanggan yang tidak perlu. Cangkir teh dan bumbu juga akan diganti. Dalam pres rilis tersebut, pihak Sushiro juga memohon pengertian semua orang.

Pemerintah sampai turun tangan

Tak hanya berhenti di situ saja, pada tanggal 7 Februari lalu, Tetsuro Nomura, Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, mengatakan dalam konferensi pers bahwa kejadian yang ramai di media sosial ini mempengaruhi industri makanan. Beliau meminta pihak berwajib untuk menangani dengan tegas. Gara-gara konten di restoran sushi tersebut, stasiun TV di Jepang ramai dengan berita itu, lho.

Tidak berlebihan sih kalau pemerintah Jepang sampai turun tangan soal ini. Sebab, kalau dipikir lagi, akibat video yang viral itu bisa saja sektor pariwisata kena dampaknya. Takutnya turis mancanegara yang datang ke Jepang enggan makan sushi gara-gara konten norak yang dilakukan satu orang warga Jepang.

Meskipun terkesan “sepele”, baik publik maupun pemerintah Jepang sangat memikirkan efek ke depannya dan akan menangani kasus serupa dengan sebaik mungkin. Efek jera memang paling baik untuk mencegah kejadian serupa.

Pokoknya, jangan dibandingkan dengan penanganan masalah di negeri Wakanda, deh. Apalagi di Jogja, sudah jelas membahayakan nyawa seseorang, tetap tak ada tanggapan dan solusi serius dari pemerintah. Angel wes angel

Penulis: Primasari N. Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Orang Jepang Betah Kerja di Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2023 oleh

Tags: orang jepangrestoran sushisushisushi terrorism
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Nyelotip Uang Koin: Kebiasaan Orang Indonesia yang Nggak Mungkin Dilakukan Orang Jepang

22 September 2021
Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen terminal mojok.co

Jangan Nekat Makan Masakan Jepang kalau Lidahmu Jawa Tulen

15 Januari 2022
Orang Jepang Gila Kerja, Pemerintah Jepang Bikin Program Agar Pekerja Pulang Tepat Waktu

Orang Jepang Gila Kerja, Pemerintah Jepang Bikin Program Agar Pekerja Pulang Tepat Waktu

15 Maret 2023
Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #10 terminal mojok.co

Kencan di Restoran Jepang: Bukan Romantis Justru Ribet Pakai Sumpit. Kencan Amburadul #8

14 Februari 2021
Ternyata Orang Jepang Sangat Religius, lho! terminal mojok

Ternyata Orang Jepang Sangat Religius, lho!

4 Desember 2021
Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang Terminal Mojok.co

Nobita Adalah Sosok Impian Terpendam Orang Jepang

10 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.