Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Susahnya Cari Ruang Terbuka Hijau di Palembang, Hiburan Cuma Mal atau Kafe, tapi Lama-lama Bosan dan Bikin Rugi!

Izzatun Nisa oleh Izzatun Nisa
29 Desember 2025
A A
Susahnya Cari Ruang Terbuka Hijau di Palembang, Hiburan Cuma Mal atau Kafe, tapi Lama-lama Bosan dan Bikin Rugi!

Susahnya Cari Ruang Terbuka Hijau di Palembang, Hiburan Cuma Mal atau Kafe, tapi Lama-lama Bosan dan Bikin Rugi!

Share on FacebookShare on Twitter

Hampir lima tahun merantau di Palembang, salah satu hal yang susah untuk dicari di kota pempek ini adalah hiburan ruang terbuka hijau. Untuk mengatasi kejenuhan di dalam rumah, saya dan keluarga termasuk yang sering jalan-jalan saat hari libur. Awal-awal memang cukup excited berkunjung dari satu mal ke mal lainnya sebagai tempat hiburan. Tapi kalau intensitasnya menjadi terlalu sering, memang nggak baik.

Terhitung sudah hampir semua mal di Palembang ini pernah kami kunjungi. Mulai dari mal-mal di tengah kota yang terkenal, seperti Palembang Icon, Palembang Square, dan Palembang Indah Mall, sampai yang agak minggir sedikit, yaitu Palembang Trade Mall dan OPI Mal. Satu dua tahun pertama memang belum terlalu bosan. Mengantar anak ke playground, window shopping beberapa outlet yang menarik, makan di food court atau restorannya.

Tapi, tahun-tahun berikutnya, malas juga kalau tujuan ke luar rumah malah ke mal lagi. Memang terhibur, tapi borosnya itu lho.

Jujur saja ke mal memang mencari kenyamanan karena sudah pasti bebas gerah, mau sholat atau ke kamar mandi juga nggak susah. Tapi, faktor lainnya, saya merasa nggak terlalu banyak pilihan tempat wisata di kota Palembang ini. Apalagi buat kami yang punya anak-anak kecil.

Setelah mal, destinasi tujuan berikutnya yang bisa menghibur hati di kota Palembang ini adalah kafe. Macam-macam sekali kafe yang bisa jadi pilihan. Mulai dari kafe estetik yang instagramable, kafe yang fokus ke racikan kopi dan menawarkan berbagai macam biji kopi dari seluruh Indonesia, sampai kafe yang sajiannya memang memanjakan lidah.

Tapi, lagi-lagi, kalau tiap akhir pekan ke mal, kafe, atau resto, boncos juga keuangan keluarga.

Keberadaan ruang terbuka hijau yang bikin miris

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang pembangunan infrastruktur modernnya cukup pesat, yang masih jadi PR besar bagi pemerintah kota Palembang adalah ketersediaan ruang terbuka hijau. Saat ini, ruang terbuka hijau (RTH) di kota yang terkenal dengan Sungai Musinya ini amat minim. Kalau disebutkan dua yang terkenal, yaitu Kambang Iwak Park dan Taman Wisata Punti Kayu, kondisinya pun sama sekali tidak ideal untuk memfasilitasi warga Palembang akan ruang terbuka yang baik.

Sebut saja Kambang Iwak Park yang malah lebih ramai jadi tempat berburu kuliner alih-alih berburu udara bersih. Bagus, sih, untuk pergerakan perekonomian. Tapi, dari sebidang tanah yang diperuntukkan sebagai RTH, bisa dibilang yang lebih dominan adalah fungsi sosial, budaya, dan ekonominya saja.

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Sebaliknya, Taman Wisata Punti Kayu saat ini kondisinya makin mirip hutan yang tidak terawat. Walhasil, yang tadinya diperuntukkan sebagai taman, malah cenderung jadi tempat yang agak horor dan jadi relatif sepi pengunjung. Pada dasarnya, fungsi ekologis sebagai RTH-nya baik, tapi dari sosial, budaya, estetika, dan edukasi jadi kurang.

Dua tempat yang sebenarnya bisa jadi andalan kota Palembang. Tapi tidak optimal sebagai RTH karena perawatan dan potensi yang tidak dikembangkan dengan baik.

Lagi-lagi warga Palembang berusaha sendiri

Pada akhirnya karena fasilitas RTH yang tidak memadai, warga dipaksa untuk memutar otak sendiri supaya bisa mendapat manfaat dari paru-paru kota. Antara harus melipir ke pinggiran kota, seperti Kampung Gelam di Gandus atau memasuki daerah lain yang memiliki RTH yang lebih mumpuni untuk sekadar bernapas lebih lega dari padatnya polusi ibu kota provinsi.

Penulis: Izzatun Nisa Syahidah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Oleh-Oleh Palembang yang Sebaiknya Jangan Dibeli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2025 oleh

Tags: kambang iwak parkmall di palembangpalembangruang terbuka hijau di palembang
Izzatun Nisa

Izzatun Nisa

Ibu rumah tangga yang merantau. Dulu belajar teknologi pangan, lalu menjadi penulis konten. Aktif di komunitas ibu-ibu, serta pemerhati dinamika politik dalam dan luar negeri.

ArtikelTerkait

Kemuning, Kecamatan Paling Strategis di Palembang tapi (Hampir) Tenggelam karena Rutin Kebanjiran

Kemuning, Kecamatan Paling Strategis di Palembang tapi (Hampir) Tenggelam karena Rutin Kebanjiran

23 Juli 2025
Kambang Iwak Destinasi Healing Terbaik di Palembang (Unsplash.com)

Kambang Iwak: Destinasi Healing Terbaik di Palembang

26 Juli 2022
Perantau dari Palembang Bersiaplah Menerima Pertanyaan-pertanyaan Ini Mojok.co

Perantau dari Palembang Bersiaplah Menerima Pertanyaan-pertanyaan Ini

17 November 2023
Jalan Baru Palembang (Jalan HM Noerdin Pandji), Jalan Paling Mencekam yang Jadi Sarang Begal

Jalan Baru Palembang (Jalan HM Noerdin Pandji), Jalan Paling Mencekam yang Jadi Sarang Begal

2 April 2024
Ngerinya Tinggal di Jakabaring, Kecamatan Paling Banyak Begal di Palembang

Ngerinya Tinggal di Jakabaring, Kecamatan Paling Banyak Begal di Palembang

6 Februari 2024
5 Makanan yang Cocok Disantap Pakai Kuah Cuko selain Pempek, Silakan Coba dan Buktikan Mojok.co

5 Makanan yang Cocok Disantap Pakai Kuah Cuko selain Pempek, Silakan Coba dan Buktikan

8 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.