Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Surat Terbuka untuk Bupati Gunungkidul yang Lagi Sibuk Bikin Taman Kota

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
24 Oktober 2022
A A
Surat Terbuka untuk Bupati Gunungkidul yang Lagi Sibuk Bikin Taman Kota

Gapura memasuki wilayah Gunungkidul (abid99/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Artinya, warga protes bukan cuma masalah patung yang sudah nggak gagah lagi, tapi juga karena mereka nggak dilibatkan dalam pembahasan revitalisasi. Jadi wajar dong kalau warga sekitar bertanya-tanya. Lha wong nggak diberitahu kok ujug-ujug diganti. BTW, mahal juga, ya, Pak, anggaran bikin patung sapi. Cen apa-apa mahal sekarang tuh. 

Maksud saya begini, Pak. Itu harusnya bisa dijadikan pelajaran kalau warga sebenarnya juga butuh ruang untuk menyampaikan aspirasi. Warga bapak ini nggak pengin apa-apa kecuali bersuara dan suaranya didengar. Itu tok. Persoalan patung sapi, taman kota, pembukaan kawasan wisata, hingga Tugu Tobong Gamping itu sebenarnya persoalan sepele saja. Sebab, ada persoalan krusial di sistem pemerintahan yang panjenengan pimpin itu, yaitu masalah aspirasi warga yang terkesan disepelekan. Bukankah negara ini menganut sistem demokrasi, ya, kan, Pak?

ADVERTISEMENT

Lagian apa sih urgensi bikin taman kota dan pembangunan Tugu Tobong Gamping itu, Pak. Saya sebenarnya bodo amat mau diganti jadi tobong atau apa saja, monggo lah, silakan. Tapi, ya, mbok lihat-lihat situasi dan kondisi dulu. Banyak lho, Pak, hal-hal lebih mashok akal ketimbang bikin taman kota. Sebut saja minimnya penerangan jalan, banyaknya jalan rusak, pengelolaan tempat wisata yang masih amburadul, hingga tingginya kasus bunuh diri di Gunungkidul. Ini yang seharusnya bapak perhatikan, bukan malah fokus bikin taman kota nirfaedah yang semata-mata cuma pengan “menghibur” wisatawan.

Kalau wisata berdampak besar dan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat secara keseluruhan saja, silakan, lha nyatanya pendapatan wisata sebegitu banyaknya, yang menikmati cuma segelintir orang saja. Kadang saya heran betul lho, Pak, pemasukan sebegitu melimpahnya, lha kok masyarakat kita ini masuk 15 besar kabupaten paling melarat sak-Indonesia. Kenapa kira-kira, ya, Pak?

Itu saja, ya, Pak, surat terbuka dari saya. Kalau saya teruskan bakal panjang, rumit, dan berbelit-belit ini. Ya, kayak para pejabat di Negeri Wakanda sana ituuuu, sak menang-menange dewe. Sebelumnya terima kasih banyak lho, Pak, sudah mau meluangkan waktu membaca dengan teliti dan saksama surat ini.

Pokoknya jaga kesehatan fisik dan mental terus, lho, Pak Bupati. Cuaca di Gunungkidul akhir-akhir ini cukup labil dan lumayan bikin pusing. Jangan sampai sakit, biaya pengobatan mahal soalnya.

Salam.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

Baca Juga:

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

BACA JUGA Jogja (Sudah Tidak) Istimewa, Gunungkidul (Tetap) Merana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh

Tags: Bupati GunungkidulGunungkidulKemiskinantugu tobong gampingwisata
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

5 Keunggulan Hotel Kapsul Dibandingkan Hotel Model Lain terminal mojok

5 Keunggulan Hotel Kapsul Dibandingkan Hotel Model Lain

12 Desember 2021
dusun orang desa kaya materialistis sederhana mojok.co

Jangan Silau Dulu dengan Romantisme Kehidupan Dusun, Begini Kenyataan Sebenarnya

2 November 2020
5 Hal yang Nggak Ada di Gunungkidul tapi Sering Dicari Wisatawan

5 Hal yang Nggak Ada di Gunungkidul tapi Sering Dicari Wisatawan

12 Juni 2022
Dear Pemkab Gunungkidul, Berhenti Membangun Embung kalau Ujung-ujungnya Mangkrak dan Rusak!

Dear Pemkab Gunungkidul, Berhenti Membangun Embung kalau Ujung-ujungnya Mangkrak dan Rusak!

5 November 2023
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
8 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Lembang, padahal Bukan Mojok.co

8 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Lembang, padahal Bukan

9 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.