Informasi
ADVERTISEMENT

Sumpiuh Banyumas, daerah yang diam-diam punya banyak keindahan yang tersembunyi

Sumpiuh Banyumas, daerah yang diam-diam punya banyak keindahan yang tersembunyi

Kalau mendengar kata wisata di Banyumas, mungkin yang langsung terlintas di kepala adalah tempat-tempat yang sudah lebih dulu terkenal. Padahal, kalau mau sedikit menepi dari keramaian, ada banyak tempat yang tidak kalah menarik. Salah satunya Kecamatan Sumpiuh.

Sumpiuh mungkin selama ini cuma kita kenal sebagai tempat yang dilewati ketika bepergian. Tapi, tempat ini ternyata punya beberapa tempat yang layak didatangi. Ada wisata alam, perbukitan, sungai, sampai desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.

Menariknya lagi, beberapa tempat tersebut belum seramai destinasi wisata yang sudah viral di media sosial. Sebelum sibuk mencari tempat healing yang lokasinya jauh-jauh, mungkin kita perlu melihat-lihat sekitar terlebih dahulu.

Kedung Kampak, Green Canyon-nya Sumpiuh

Kedung Kampak ini, saking indahnya, bahkan dijuluki sebagai “Green Canyon”. Sebuah julukan yang cukup bikin penasaran. Sebab, ketika sebuah tempat sudah dibandingkan dengan Green Canyon, tentu ekspektasi kita otomatis naik. Tapi Kedung Kampak memang punya daya tariknya sendiri.

Keindahan alam menjadi alasan utama tempat ini menarik untuk dikunjungi. Tidak harus selalu ada bangunan megah, spot foto yang dibuat sedemikian rupa, atau tulisan besar yang bisa dijadikan latar belakang foto. Kedung Kampak menjadi salah satu contoh bahwa tempat yang jauh dari pusat keramaian bukan berarti tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Justru karena tidak terlalu ramai, suasananya terasa berbeda.

Sentana dan Kali Cawang, wisata alam yang ketemu tempat bermain

Beralih dari Kedung Kampak, kita ke Sentana dan Kali Cawang, tempat wisata di Sumpiuh yang tak kalah indahnya. Di kawasan ini, suasana pegunungan mulai terasa.

Di Sentana sendiri tidak hanya mengandalkan pemandangan alam. Ada taman bermain dan kolam renang yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Jadi, kalau membawa anak-anak, mereka tidak cuma diajak melihat pemandangan sambil mendengar kalimat klasik, “Dulu waktu kecil Bapak/Ibu juga suka main di sungai.”

Tapi yang paling ikonik dari Sentana mungkin bukan taman bermain atau kolam renangnya. Melainkan sate bebek setengah meter. Membaca namanya saja sudah membuat kita bertanya-tanya: ini sate atau penggaris? Sate bebek setengah meter menjadi salah satu hal yang membuat Sentana punya identitas sendiri. Wisata bukan cuma perkara pemandangan alam, tetapi juga soal sesuatu yang bisa membuat orang penasaran dan punya alasan untuk datang.

Bukit Pangaritan dan Bukit Pangonan, menikmati Sumpiuh dari ketinggian

Selain wisata yang berada di sekitar sungai dan kawasan alam, Sumpiuh juga punya tempat-tempat yang menawarkan pemandangan dari ketinggian. Ada Bukit Pangaritan dan Bukit Pangonan. Dua tempat ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati suasana Sumpiuh dari sudut pandang berbeda. Sebab ada kalanya kita memang perlu naik sedikit untuk menyadari kalau daerah yang selama ini kita anggap biasa ternyata punya pemandangan yang luar biasa.

Dari atas bukit, hamparan wilayah di sekitar terlihat lebih luas. Persawahan, pepohonan, dan lanskap pedesaan yang biasanya kita lihat sambil lalu dari jalan, bisa terasa berbeda ketika dilihat dari ketinggian. Kita bisa menikmati pemandangan tanpa harus merasa sedang mengikuti antrean untuk mengambil foto.

Banjarpanepen, Desa Toleransi

Desa ini disebut sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Sumpiuh yang memiliki enam agama beserta tempat ibadahnya. Dalam satu desa, masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda bisa hidup berdampingan. Tempat ibadah dari agama yang berbeda pun hadir di lingkungan yang sama.

Di tengah banyaknya cerita tentang perbedaan yang kadang bikin kita lelah, keberadaan Banjarpanepen terasa seperti pengingat sederhana bahwa hidup berdampingan sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Itulah yang membuat Banjarpanepen punya daya tarik lebih dari sekadar pemandangan atau tempat wisata.

Kalau datang ke sini, kita bukan hanya bisa menikmati suasana desa, tetapi juga melihat bagaimana keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dan menurut saya, ini justru salah satu bentuk wisata yang paling menarik. Banjarpanepen menunjukkan bahwa sebuah desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota bisa menyimpan cerita yang jauh lebih besar: tentang keberagaman, kehidupan bersama, dan toleransi.

Jadi kalau Sumpiuh selama ini terasa seperti wilayah yang cuma dilewati, mungkin sudah waktunya kita berhenti sebentar. Kita bisa jadi kehilangan hal-hal indah hanya gara-gara lupa berhenti sejenak.

Penulis: Fatimatuzzahro Laeliyah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2026 oleh .

Fatimatuzzahro Laeliyah

Alumni mahasiswa pascasarjana UIN Saizu Purwokerto tahun 2026 yang mulai menekuni dunia tulis dari 2 tahun yang lalu. Ternyata dengan menulis, bisa lebih banyak mengekspresikan diri, mencurahkan pikiran dengan cara lebih elegan.

Exit mobile version