Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember

Ibbas Dimas Baskoro oleh Ibbas Dimas Baskoro
17 April 2023
A A
Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember (Unsplash)

Sudah Saatnya Membangun Jalan Tol Hutan dari Situbondo Sampai Jember (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tol Hutan dari Situbondo hingga Jember

Pokoknya, saya ngotot. Bumi Blambangan harus dibangun melalui pendekatan lingkungan. Kepentingan konservasi harus dikedepankan. Macan tutul jawa dari Baluran sampai Alas Purwo harus bisa menjadi satu populasi yang utuh. Harusnya, menjadi cagar biosfer dunia itu mendapatkan fasilitas berupa pengarusutamaan kepentingan konservasi di atas kepentingan lainnya. Jadi istilahnya “sumbut”, Pak. Berani pukul ya berani baku hantam. Berani jadi cagar biosfer ya harus berani membenahi tata kelola pembangunan daerah yang bersangkutan.

Seandainya imajinasi saya itu terwujud, maka Pantura yang melintasi wilayah Baluran beberapa kilometer harus dijadikan jalan layang agar satwa di sana dapat melintas tanpa terganggu. Wilayah hutan produksi milik pemerintah dari Baluran hingga Ijen pun sebagian juga harus dilepas untuk menjadi hutan primer. 

ADVERTISEMENT

Jalan Nasional di daerah Mrawan juga harus dibangun jembatan baru agar ada zona konservasi yang terbebas dari aktivitas manusia. Beberapa lahan di Desa Grajagan juga harus dibebaskan agar hutan dari Meru Betiri ke Alas Purwo dapat tersambung.

Kalau ambisi untuk membangun jalan tol Trans Jawa itu bisa dilaksanakan, kenapa tidak dengan jalan tol hutan? Ini bukan mustahil. Keduanya sama-sama urgen. Satu urgen untuk perut manusia, yang lainnya urgen untuk keberlangsungan keanekaragaman hayati Indonesia. Kalau selama ini hutan digusur untuk kepentingan manusia, seharusnya ada kalanya kita melakukan balas budi. Manusia harus mau digusur untuk kepentingan alam. Sebelum alam itu benar-benar menggulung manusia secara paksa. Maka, pembangunan jalan tol hutan dari Situbondo hingga Jember wajib dilakukan.

Pulau Jawa

Pulau Jawa itu pulau terpadat di dunia dan sudah bukan rahasia lagi kalau pembangunan di Indonesia itu sebagian besar berpusat di sini. Katanya, triliunan uang lebih banyak mondar-mandir di Jawa dibandingkan daerah lain. Seharusnya sih, kalau melihat fakta tersebut, daerah saya, mestinya lebih maju. 

Tidak boleh ada jalan berlubang. Fasilitas publik harus baik, yang temboknya tidak retak, plafonnya tidak bolong. Bisa nggak sih, kita mencontoh pembangunan di negara-negara maju itu. Jalanan di sana bisa tahan bertahun-tahun. Bangunan publik kokoh, jarang melihat genteng karatan, atau bangunan retak, apalagi plafon bolong.

Bukannya saya meremehkan karya terbaik anak bangsa. Saya itu hanya mengkritik karya yang tidak berkualitas dari anak-anak bangsa kita. Jalan baru diaspal seminggu saja sudah bolong. Bangunan baru berdiri sebulan saja temboknya sudah retak.

Tapi ya sudahlah, daripada dicap bermental inlander, kita harus maklum. Apa sih yang nggak buat bangsa sendiri. Sekarang begini saja, kalau kita tidak bisa bersahabat dengan batu dan semen, kita coba bersahabat dengan pohon.

Baca Juga:

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

Harapan untuk hutan Indonesia

Jalan tol hutan dari Situbondo sampai Jember seperti yang saya maksud, sebenarnya tidak hanya bermanfaat bagi satwa liar di hutan. Jalan tol hutan akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. 

Keberadaan hutan primer yang terjaga tentu akan menjadi destinasi wisata baru bagi para pelancong. Potensi yang bisa dikembangkan dari hutan itu sangat besar, selain dari sisi pariwisata berupa homestay dan berbagai aktivitas lain yang dipandu masyarakat. Pengembangan cagar biosfer juga dapat menyasar bidang penelitian. 

Belum lagi pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang bermacam variasinya. Bisa jadi, cagar biosfer Blambangan dengan jalan tol hutan dapat menjadi daerah percontohan pembangunan dengan pendekatan lingkungan di Indonesia.

Aktivis lingkungan kini berkejaran dengan waktu. Hutan-hutan primer terus mengalami degradasi. Satwa-satwa liar semakin terpinggirkan. Jangan sampai apa yang terjadi di Pulau Jawa, tereplikasi di pulau lain. Senyampang hal itu belum terjadi, hutan-hutan harus dijaga agar selalu dapat terhubung satu sama lain. Keanekaragaman hayati di bumi Indonesia harus lestari. Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli. Badak jawa dan macan tutul tidak bisa membikin sawah menjadi hutan. Itu adalah tugas kita.

Penulis: Ibbas Dimas Baskoro

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 April 2023 oleh

Tags: Banyuwangijalan toljembersitubondoTapal Kuda
Ibbas Dimas Baskoro

Ibbas Dimas Baskoro

Pekerja serabutan profesional yang sedang mencari jalan untuk mencapai esensi kehidupan.

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

19 Juli 2024
Istilah Pertanian Bahasa Madura yang Sering Dipakai di Situbondo

Istilah Pertanian Bahasa Madura yang Sering Dipakai di Situbondo

7 November 2022

Bakso Pecel dan Soto Pecel Menandakan Kuliner Banyuwangi Bergizi Seimbang

17 Februari 2021
Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember

Wisata Banyuwangi Siap Melesat Seperti Bali, Meninggalkan Jember

19 Maret 2023
Jawa Timur Semakin Berisik karena Fenomena Adu Sound Horeg (Unsplash)

Jawa Timur Makin Berisik karena Adu Sound Horeg: Dikritik dan Dibenci, tapi Punya Andil Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

4 Agustus 2023
Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

Simpang Empat Mangli, Jalan Poros Paling Ruwet di Kabupaten Jember

17 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.