Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Stop Bikin Konten yang Ngatain Orang India Jorok, dan Ini Serius

Ningsih oleh Ningsih
5 Agustus 2020
A A
india nggak jorok mojok

india nggak jorok mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak kamu nemuin konten vlog yang ngata-ngatain kejorokan orang India? Terus reaksi kamu gimana? Merasa bersyukur tinggal di Indonesia karena tidak sejorok di India?

Saya sih waktu liat konten seperti itu langsung inget temen saya. Teman saya merupakan seorang KPoper sejati. Dan sebagai KPoper sejati, ia sampai pernah liburan ke Korea dengan uang gajinya yang ditabung berbulan-bulan.

Di sana, selain mendapati pemandangan kota yang bersih, cantik, dan modern, teman saya juga menemukan beberapa hal kurang mengenakkan. Salah satunya adalah stereotip dari beberapa oknum orang Korea yang menganggap Indonesia itu negara miskin dan tertinggal.

Ya…emang sih negara kita masih miskin, huhuhu. Tapi, efek dari pandangan itu adalah pemahaman kalau tingkat kebersihan di Indonesia jauh di bawah Korea Selatan. Lagi, emang ini bener. Soal kebersihan, kita masih tertinggal jauh dari Korea. Wong, air keran saja di sini tidak bisa diminum langsung. Sedangkan di sana?

Tapi, kalau diketawain gara-gara ini, kebanyakan dari kita pasti sakit hati. Coba kamu bayangin, Oppa-oppa Korea bikin konten reaksi soal penjual kaki lima di Indonesia yang kurang bersih menurut standar mereka. Coba kamu bayangin eonni-eonni Korea teriak “Iyuh, jijik!” abis liat penjual makanan tradisional di pasar-pasar Indonesia.

Terus kamu baca komentar netizen Korea yang “bersyukur tidak tinggal di Korea.”. Kamu baca komentar orang Korea yang menjelek-jelekkan Indonesia. Apa perasaanmu waktu ada konten seperti itu? Bahagia? Kagum?

Saya yakin banyak di antara kita yang sakit hati. Saya yakin banyak di antara kita yang langsung jadi anti Korea. Dan saya yakin, konten seperti itu bakalan diserbu sama netizen Indonesia yang ngata-ngatain Korea Selatan sebagai negara plastik!

Tapi kenapa dengan kondisi seperti ini, masih ada saja di antara kita yang sok-sokan ke India? Nggak sedikit konten yang nampilin reaksi orang Indonesia jijik dengan cara penyajian makanan tradisional di India. Setelah itu, di kolom komentar, orang-orang Indonesia bersorak-sorak bilang “bersyukur tinggal di Indonesia, bukan India.”

Baca Juga:

Suzuki Fronx Versi Indonesia: Jauh Melampaui India, Negara yang Jadi “Anak Emas” Suzuki

Maaf Indonesia, India Juga Mungkin Ogah Disamain Sama Negaramu

Haduh, haduh. Bikin konten emang nggak gampang. Apalagi bikin konten yang jumlah tayangannya banyak. Ada vlogger yang sampai melakukan prank aneh-aneh, nyanyi lagu yang ajaib, sampai melakukan sesuatu yang bikin orang gemes pengen mem-bully.

Ini pun sama kasusnya dengan bikin konten yang isinya “reaksi jijik” ke kejorokan orang India. Tapi mbok ya kita mikir lebih jauh. Macam mana kalau orang Korea atau orang bule bikin konten serupa seperti di negara kita? Pasti sakit hati, kan?

Orang India juga punya perasaan lho. Dan mereka menjadi seperti itu, karena tingkat ekonominya yang belum baik. India sendiri adalah negara yang jauh lebih besar dari Indonesia. Jumlah penduduknya hampir 1 milyar dan memang tidak mudah mengurus orang sebanyak itu.

India lebih dari sekadar penjual makanan tradisional jorok

Kalaupun kita mau bikin konten soal India, ada banyak banget kok video yang bisa dibikin tanpa menjelek-jelekan negara itu. Apalagi, Indonesia dan India punya sejarah yang panjang. Sejak masa lalu, kebudayaan India telah memengaruhi sebagian kebudayaan Indonesia, terutama di Indonesia barat.

Kita bisa bikin reaksi soal kemiripan bahasa antara Indonesia dan India. Kemiripan adat dan istiadat antara keduanya. Sampai vlog pengalaman travelling di negeri Bharat itu.

Kita juga bisa bikin konten soal diaspora yang tinggal di Indonesia. Di Sumatra Utara, misalnya. Di provinsi tersebut, jumlah orang keturunan India lumayan banyak. Dari kuliner sampai budaya sebagian daerah Sumatra Utara pun terpengaruh dengan warga keturunan yang tidak sedikit ini.

Saya sendiri punya kenalan orang keturunan India yang tinggal di Medan. Jadi waktu saya lihat video-video soal kejorokan India itu, saya merasa tidak enak dengan kawan saya. Memang kawan saya sekarang sudah bukan orang India. Tapi, bagaimanapun juga dia pasti memiliki ikatan batin dengan negara asal leluhurnya.

Maka dari itu,buatlah konten yang tidak menyinggung orang lain. Stop bikin konten rasis cuma demi tayangan. Sebab kalau kita sendiri yang dirasisin, kita juga pasti marah, kan?

BACA JUGA Petty Cash: Kecil-Kecil Cabai Rawit dan tulisan Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2020 oleh

Tags: India
Ningsih

Ningsih

Cuma manusia biasa, halah!

ArtikelTerkait

yang kupelajari setelah ratusan jam menonton sinetron india di antv mojok.co

Setelah Ratusan Jam Nonton Sinetron India, Ada 5 Hal yang Baru Aku Tahu

5 September 2020
8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

8 Hal Klise yang Sering Muncul di Film Bollywood

28 Juni 2023
Meski Dipandang Rendah, Ini 5 Alasan India Menarik untuk Dikunjungi Terminal Mojok

Meski Dipandang Rendah, Ini 5 Alasan India Menarik untuk Dikunjungi

7 Agustus 2022
3 Hal yang Saya Tangkap Setelah Nonton House of Secrets: The Burari Deaths terminal mojok.co

3 Hal yang Saya Tangkap Setelah Nonton House of Secrets: The Burari Deaths

14 Oktober 2021
Sisi Positif India: Gudang Ilmuwan dan Tutor Terbaik di Dunia Maya

Sisi Positif India: Gudang Ilmuwan dan Tutor Terbaik di Dunia Maya

28 Desember 2022
india nggak jorok mojok

Bersyukur Tidak Lahir di India, padahal Indonesia Sama Saja: Artikel Balasan

10 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.