Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Saya mahasiswa perantau di Jogja. Kebetulan, pada liburan semester ini saya masih banyak tugas di sini. Selama itu pula, saya harus menahan ego kuliner. Alih-alih nongkrong, saya lebih memilih menikmati soto ketika tanggal tua datang.

Bagi mahasiswa perantau seperti saya yang sedang tertahan di tanah rantau saat tanggal tua, barisan penjual soto di jalanan Jogja bukan sekadar tempat makan. Mereka menjadi jaminan bahwa kami tetap bisa makan enak dan kenyang dengan biaya yang terjangkau di tanggal tua.

Harga soto di Jogja adalah teman baik tanggal tua

Selama menjelajahi soto di Jogja, saya selalu menemukan warung yang memasang harga bersahabat di tanggal tua. Bahkan, kalau harga makanan lain pada naik, banyak penjual masih mempertahankan harganya. 

Makanya, bagi saya, makanan murah namun terhormat adalah soto. Saat dompet sudah mulai kosong dan saldo ATM menyusut, spanduk bertuliskan “Soto Ayam/Sapi” di pinggir jalan terasa seperti oase di tengah padang pasir.

Bayangkan saja, di Jogja saya masih bisa menemukan warung yang memasang harga Rp5 ribu sampai Rp7 ribu rupiah. Di Jogja, nominal tersebut sudah cukup untuk memuaskan perut di tanggal tua..

Sudah murah, saya udah dapat paket lengkap. Nasi, kuah kaldu gurih, ayam suwir, kecambah, kol, taburan seledri, hingga bawang goreng. 

Menariknya lagi, sudah harganya merakyat, saya sering dapat bonus yang top. Di beberapa sudut Jogja, banyak warung soto sederhana yang berada di tepi sawah. Maka, nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan. Modal uang pas-pasan di tanggal tua, tetapi masih bisa makan dan dapat view hamparan sawah.

Porsinya pas

Bagi perantau yang sedang berada di fase krisis finansial jelang tanggal tua, esensi utama dari sebuah makanan adalah mengenyangkan perut dan bertahan lama. Di sinilah soto berfungsi dengan baik. 

Selain murah, porsi soto campur nasi itu sangat cukup bikin kenyang. Nasi terlihat jadi jauh lebih penuh dan melimpah. Karbohidrat yang mengisi perut dan kuah lezat yang memanjakan lidah menjadi kombinasi yang sangat sempurna.

Menurut saya, metode ini sangat efektif untuk mengelabui perut dan pikiran di kala tanggal tua di Jogja. Kita akan merasakan seolah telah menikmati porsi besar yang mewah, padahal realitasnya kita hanya menghabiskan satu porsi standar dengan harga minimal tanpa menambah nasi ekstra. 

Soto campur nasi menjadi solusi efektif untuk bertahan hidup. Sebuah metode cerdas untuk mendapatkan kepuasan maksimal tanpa harus menguras kantong.

Di Jogja, kamu bisa nemu warung soto dengan mudah

Saat tanggal tua menjemput, kesulitan yang kita alami biasanya nggak cuma soal dompet yang hampa, tetapi juga bensin motor yang sudah menyentuh garis E. Mencari tempat makan yang sedikit jauh, rasanya mikir dua kali.

Untungnya, di Jogja, kamu nggak perlu mengalami drama kehabisan bensin. Populasi penjual soto itu jumlahnya hampir melebihi minimarket. Mulai dari yang jualan pakai tenda kaki lima di pinggir jalan, area sekitar kampus, sampai yang bersembunyi di dalam gang-gang kos.

Cukup melangkah keluar dari gerbang, berjalan beberapa puluh meter sambil tengok kanan-kiri, pasti langsung nemu spanduk melambai-lambai minta dikunjungi. Kehadiran mereka yang tersebar di setiap sudut Jogja ini adalah penyelamat yang sesungguhnya. 

Tanpa perlu mengeluarkan ongkos bensin ekstra, tanpa harus membayar parkir, perut kita sudah bisa diselamatkan. Terutama di tanggal tua.

Penulis: Siti Istiqomah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Soto di Jogja yang Enak dan Cocok bagi Lidah Orang Malang, Dijamin Nggak Bakal Menyesal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version