Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Nasib Sopir Angkot di Kampung: Penumpang Sepi karena Beralih ke Motor Pribadi, Cari Kerja Lain pun Tak Semudah Bayangan

Erfransdo oleh Erfransdo
15 Mei 2024
A A
Nasib Sopir Angkot di Kampung: Penumpang Sepi karena Beralih ke Motor Pribadi, Cari Kerja Lain pun Tak Semudah Bayangan

Nasib Sopir Angkot di Kampung: Penumpang Sepi karena Beralih ke Motor Pribadi, Cari Kerja Lain pun Tak Semudah Bayangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penumpang angkot tiap tahun berkurang, sopir angkot kewalahan…

Angkot alias angkutan kota sejatinya telah menjadi transportasi umum bagi masyarakat Indonesia sejak lama. Terlebih angkot muncul ketika orang-orang masih belum mempunyai kendaraan pribadi, khususnya motor yang kini sudah sangat mudah untuk didapatkan baik secara cash maupun kredit.

Saat sekolah dulu, setiap hari saya selalu menggunakan jasa angkot karena jarak rumah dengan sekolah cukup jauh, terlebih saya tinggal di kampung dan belum mempunyai motor. Sekolah di kota mengharuskan saya untuk berangkat pagi buta untuk mengejar angkot agar tidak kesiangan. Jika telat sedikit saja, saya akan terjebak macet.

Angkot jadi transportasi andalan banyak orang

Angkot tentunya sangat membantu mobilitas masyarakat yang tidak mempunyai atau sengaja tidak menggunakan kendaraan pribadi. Di perkotaan tentunya sangat banyak angkot yang beroperasi. Seperti di Jakarta yang kini sudah tersedia angkot gratis yang biasa dikenal dengan JakLingko asal mempunyai kartunya saja.

Di kampung pun dahulu sangat banyak angkot yang beroperasi karena rata-rata masyarakat belum mampu untuk membeli kendaraan pribadi. Berbeda dengan di perkotaan, di kampung orang yang mempunyai kendaraan pribadi seperti mobil atau motor masih bisa dihitung dengan jari karena saking sedikitnya.

Bahkan ibu saya pernah bercerita bahwa dulu para sopir angkot di kampung bekerja hampir 24 jam untuk membantu aktivitas masyarakat. Entah itu pergi bekerja ke kota, pergi ke pasar, atau aktivitas lainnya dengan jam yang tidak menentu. Usaha angkot di saat itu memang sangat menggiurkan. Angkot selalu penuh dengan penumpang, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Kini banyak sopir angkot yang mengeluhkan sepinya penumpang

Berbeda dengan sekarang, saya melihat bahwa angkot di kampung atau daerah pedesaan sudah sangat sepi penumpang. Jumlah angkot tidak berkurang, namun penumpang dari tahun ke tahun semakin berkurang. Banyak sopir angkot yang mengeluhkan sepinya penumpang karena harus mengejar setoran.

Satu-satunya penumpang setia yang menggunakan jasa angkot di kampung adalah anak sekolah yang tidak diberikan motor oleh orang tuanya. Di seberang sekolah, biasanya para sopir angkot sudah siap siaga menunggu para siswa bubaran. Mayoritas yang menggunakan adalah para siswi dan beberapa guru perempuan.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Umur 30 Tahun Nggak Bisa Naik Motor Nggak Bikin Saya Malu, Menjadi Penumpang Sejati Nggak Seburuk yang Dipikirkan Orang

Kalau sekolah libur, sopir angkot hanya mengandalkan penumpang yang hendak pergi ke kota atau pasar yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Itu pun jumlahnya tidak begitu banyak. Sekali jalan hingga ke terminal kota hanya mengangkut dua hingga lima penumpang paling banyak.

Sopir angkot di perkampungan biasanya bakal mendapat banyak penumpang di hari-hari besar seperti menjelang Lebaran atau momen tahun baru. Biasanya para perantau yang menggunakan jasa transportasi umum akan membludak. Tapi itu pun kalau mereka tidak meminta untuk dijemput oleh saudaranya yang ada di rumah menggunakan motor agar lebih cepat.

Terkadang saya suka merasa sedih sendiri ketika banyak angkot yang lalu lalang namun dalamnya kosong tanpa penumpang. Ketika angkot tidak ada isinya, saya hanya bisa melihat kenangan masa lalu saat usaha angkot di kampung masih berjaya. Naik angkot adalah suatu kesenangan di saat belum punya kendaraan pribadi.

Curhatan dari sisi penumpang

Di lain sisi, masyarakat juga kadang mengeluhkan sopir angkot yang menurunkan penumpang seenaknya hanya karena mengangkut sedikit penumpang. Apalagi jika penumpangnya hanya satu orang yang hendak ke kota karena itu hanya akan membuang-buang bensin. Hal itulah yang mungkin menjadi pertimbangan masyarakat untuk kemudian beralih menggunakan kendaraan pribadi daripada dighosting sopir angkot.

Khusus di perkampungan, beberapa orang mulai membeli atau kredit motor karena akses ke jalan raya cukup jauh. Apalagi siswa yang sekolahnya jauh dari rumah, biasanya terpaksa harus menggunakan motor. Selain itu, ada juga beberapa orang yang membeli motor karena tidak ingin kalah dari tetangganya alias iri.

Fenomena masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan pribadi, terutama motor, membuat sopir angkot kian nelangsa kehilangan penumpang. Tidak dimungkiri bahwa kemajuan zaman dan kemudahan dalam mendapatkan kendaraan pribadi secara kredit membuat usaha angkot di perkampungan menjadi surut. Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan, angkot di perkampungan akan menjadi langka.

Sebagai mantan pengguna angkot, saya juga merasa iba dengan nasib para sopir angkot. Masyarakat memang tidak bisa disalahkan, tetapi para sopir angkot juga mulai kebingungan bagaimana untuk menyambung hidup mengingat satu-satunya keahlian mereka hanya mengantar penumpang. Mencari pekerjaan lain bagi mereka tak semudah yang dibayangkan.

Penulis: Erfransdo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Sikap Aneh Sopir Angkot yang Redflag Banget dan Bisa Bikin Angkot Mereka Tambah Sepi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2024 oleh

Tags: AngkotkampungPenumpangsopirsopir angkot
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Kalau Orang Sunda Susah Bilang F, Orang di Kampung Saya Susah Bilang W. Sebuah Contoh Dialek Epik! terminal mojok.co

Tipe-tipe Orang Ketika Mengikuti Ronda Malam

5 Desember 2020
Umur 30 Tahun Nggak Bisa Naik Motor Nggak Bikin Saya Malu, Menjadi Penumpang Sejati Nggak Seburuk yang Dipikirkan Orang

Umur 30 Tahun Nggak Bisa Naik Motor Nggak Bikin Saya Malu, Menjadi Penumpang Sejati Nggak Seburuk yang Dipikirkan Orang

5 Oktober 2025
Rahasia di Balik Rating Penumpang Gojek: Nilai Apik, Anti Dapat Driver Antik

Rahasia di Balik Rating Penumpang Gojek: Nilai Apik, Anti Dapat Driver Antik

27 Juli 2024
Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

Bus Trans Semarang: Dicintai karena Memudahkan Penumpang, tapi Dibenci Pengendara Lain karena Ugal-ugalan

3 Januari 2024
Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh Mojok.co

Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh

25 Januari 2025
Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot terminal di bogor

Membayangkan Apa yang Akan Terjadi Jika di Bogor Tidak Ada Angkot

14 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.