Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Slow Bar Coffee Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

Riyanto oleh Riyanto
28 Oktober 2023
A A
Slow Bar Coffee Konsep Kedai Kopi yang Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

Slow Bar Coffee Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kedai kopi Slow Bar mulai bermunculan, saya selalu bertanya-tanya kenapa ada yang mau menggeluti bidang itu? Daya tampung pelanggan susah dimaksimalkan, proses pembuatan kopi jauh lebih lama, dan juga sang pemilik kedai tidak bisa menyerahkan pekerjaan ke orang lain. Bukankah secara bisnis, konsep slow bar cenderung tidak menguntungkan? Lantas kenapa diminati?

Konsep Slow Bar sangat bergantung pada penokohan barista

Saat coffee shop biasanya ingin menampung pelanggan sebanyak mungkin, menyediakan wifi super kencang agar pelanggan betah, serta mempercepat proses pembuatan minuman agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama, maka konsep slow bar coffee merupakan anomali dari semua itu.

ADVERTISEMENT

Pelanggan harus sabar mengantri untuk bisa datang ke depan bar, memilih menu, dan diseduhkan kopi sambil diajak berbincang oleh sang barista. Wifi jarang ditemukan di konsep slow bar. Jam buka juga biasanya relatif lebih pendek dibanding coffee shop pada umumnya. Pada konsep ini, pelanggan akan diajak membahas mengenai apa saja oleh sang tukang seduh. Bisa membahas tentang kopi. Bisa membahas mengenai cuaca. Atau bisa membahas mengenai kenapa Gibran yang jadi cawapres Prabowo.

Kecakapan sang barista, yang dalam konsep slow bar biasanya juga adalah sang pemilik kedai, dalam melayani pelanggan dengan ramah adalah daya tarik tersendiri. Kopi yang disajikan juga diolah dengan sebaik mungkin dan langsung disajikan di hadapan pelanggan. Barista arogan mana bisa bekerja di konsep seperti ini?

Pada akhirnya disengaja atau tidak, konsep kedai kopi slow bar sangat bergantung dengan penokohan sang barista. Pelanggan bisa saja kecewa saat datang ke kedai dan yang menjamu bukanlah barista yang biasanya. Hal itu berarti, apabila sang barista adalah pemilik kedai, maka dia harus terus mengurus kedai itu, tanpa bisa mengalihkan pekerjaannya ke orang lain. 

Di saat pebisnis lain, entah bisnis coffee shop atau bukan, ingin agar bisnisnya bisa autopilot, sehingga bisa melakukan lebih banyak kegiatan lainnya, rasanya pebisnis kedai slow bar harus membuang jauh angan-angan tersebut. Lantas, bukankah jika pekerjaan tidak bisa dipindahkan ke orang lain, serta kapasitas pelanggan juga terbatas, dan proses pembuatan minuman tidak bisa dipercepat karena harus melayani dengan ramah setiap pelanggan yang datang, bukankah artinya ruang untuk ekspansi secara masif tidak lagi ada? Bukankah konsep ini menjadi terlalu bergantung terhadap penokohan sang barista?

Klinik Kopi, Mas Pepeng, dan Nirvana yang tak lagi eksis

Beberapa waktu lalu saya menjadi moderator talkshow di acara Malioboro Coffee Night yang diselenggarakan oleh Komunitas Kopi Nusantara. Tema yang saya bawakan kala itu adalah mengenai slow bar, dan ada beberapa narasumber pebisnis slow bar yang dihadirkan. Sebelum acara itu digelar, saya beberapa kali mendatangi Klinik Kopi dan ngobrol dengan Mas Pepeng terkait konsep slow bar. Sambil sesekali menawari beliau untuk datang ke acara talkshow, namun ternyata memang beliau tak bisa hadir.

Akhirnya saya tanyakan pertanyaan yang juga akan saya bahas di event talkshow. Bagaimana menyikapi bisnis slow bar yang sangat bergantung dengan penokohan sang tukang seduh. Akhirnya diskusi pun terjadi di antara kami. Kesimpulannya adalah, saat sudah memutuskan untuk menggeluti bisnis dengan konsep slow bar, maka itulah pekerjaan utamamu. Tak bisa digantikan oleh siapa pun. Itulah kenapa seminggu sekali atau seminggu dua kali, biasanya kedai slow bar akan tutup, sehingga sang pemilik bisa beristirahat atau bahkan liburan. Terkait permasalahan peran sang pemilik yang tak bisa digantikan oleh orang lain, Mas Pepeng memberi analogi yang sangat menarik: kalau Kurt Cobain bisa digantikan, maka Nirvana pasti masih eksis sampai saat ini.

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Baca halaman selanjutnya: Flashback saat membuat liputan untuk Mojok…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2023 oleh

Tags: BisnisKedai Kopikeuntunganklinik kopikonsepPepengslow bar coffee
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Alasan Ngeteh yang Seolah Kalah Pamor dari Ngopi kedai kopi terminal mojok

Mempertanyakan Alasan Ngeteh yang Seolah Kalah Pamor dari Ngopi

6 Mei 2021
Betapa Menyebalkannya Jika Dosen Filsafat yang Mengajarmu Adalah Seorang Fundamentalis Agama

Jebakan Filsafat Adalah Penyebab Filsuf Kedai Kopi Serupa Dinosaurus

14 Desember 2020
Influencer Mahal Nggak Akan Bikin Bisnis Coffee Shop Ramai, kalau Emang Ampas ya Siap-siap Bangkrut

Bisnis Coffee Shop Itu Mahal, Nggak Ngotak, dan (Hampir) Pasti Bangkrut!

31 Oktober 2023
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

PNS Masih Bisa Berbisnis, tapi Pebisnis Belum Tentu Bisa Jadi PNS, Rumus dari Mana?

9 April 2023
Memprediksi 5 Bisnis yang Bakal Laris di Tahun 2025, Bisa Jadi Pertimbangan sebelum Buka Usaha

Memprediksi 5 Bisnis yang Bakal Laris di Tahun 2025, Bisa Jadi Pertimbanganmu sebelum Buka Usaha

19 November 2024
Wajah Lain Kabupaten Ciamis yang Perlu Kamu Tahu

Wajah Lain Kabupaten Ciamis yang Perlu Kamu Tahu

12 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.