Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon (unsplash.com)

Lakukan hal-hal ini kalau kereta kalian berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon ~

Bepergian dengan kereta api itu menyenangkan. Penumpang bisa duduk nyaman tanpa khawatir macet ataupun turbulensi. Dan, yang paling penting, tidak perlu gelut dengan partner perjalanan kita gara-gara Google Maps. Tinggal naik, duduk, sampai deh ke tujuan.

Belum lagi sensasi khas yang hanya bisa kita temukan saat bepergian dengan kereta. Itu loh, suara ritmis roda besi kereta dan suara khas mbak dan mas announcernya. Ditambah, vibes stasiun yang tak pernah gagal mengundang rindu untuk kembali.

Tapi, namanya juga hidup. Selalu ada bagian yang tidak menyenangkan. Kalau kaitannya dengan perjalanan menggunakan kereta, salah satu hal yang cukup menganggu adalah ketika kereta transit cukup lama di stasiun tertentu. Dan, kalau kalian sering naik kereta lintas utara Jawa, satu nama yang hampir pasti muncul adalah: Stasiun Cirebon.

Kereta-kereta yang berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon

Ada beberapa kereta yang transit cukup lama di Stasiun Cirebon. Misalnya, Kereta Api Bengawan. Kereta ekonomi yang melayani perjalanan Solo-Jakarta atau sebaliknya ini berhenti sekitar 15 menit di Stasiun Cirebon. Kereta-kereta lain yang berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon adalah KA Argo Lawu, Fajar Utama, Argo Semeru, Taksaka, Senja Utama, Gajayana, dan masih banyak lagi lainnya. 

Bagi yang tidak berada di dalam kereta, tambahan waktu 15-20 menit mungkin kelihatan sebentar. Tapi, bagi penumpang yang sejak berjam-jam lalu sudah duduk manis di dalam kereta, tambahan waktu 15-20 menit akan terasa lama dan menyiksa. Bokong panas, pundak hingga kaki pegel, dan tentu saja… bosan.

Cuma ya, mau gimana lagi? Berhentinya kereta-kereta ini ternyata ada alasannya. Alasannya pun penting. Alias, tidak sesederhana masinisnya mau ngopi, seperti yang disangkakan oleh orang awam.

Alasan kereta bisa berhenti cukup lama

Pertama, Stasiun Cirebon merupakan salah satu simpul penting jalur perkeretaapian di Pantura yang berperan sebagai pengatur lalu lintas. Di titik ini, jalur barat dan tengah Jawa bertemu. Dampaknya, banyak kereta jarak jauh harus berhenti lebih lama karena saling menunggu untuk bergantian melintas.

Kedua, Stasiun Cirebon jadi titik pergantian kru. Istilahnya, aplusan. Ini penting untuk memastikan perjalanan selanjutnya tetap aman, terutama untuk kereta jarak jauh yang masih punya ratusan kilometer ke depan. Ngeri juga kan kalau jarak masih jauh tapi masinis dan kru-nya nggak diganti dari awal. Bisa-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bukan hanya sekadar pergantian kru saja, ya. Tapi, momen kereta berhenti cukup lama ini juga dimanfaatkan untuk pengecekan teknis ringan. Misalnya, mengisi air toilet, memastikan pintu kereta berfungsi normal, mengecek tekanan rem, hingga memantau kondisi roda dan sambungan antargerbong.

Ketiga, faktor jadwal. Ada kereta yang memang dijatah waktu tunggu lebih panjang agar tidak terlalu cepat tiba di stasiun berikutnya. Biar apa? Biar tertib dan tidak terjadi penumpukan kedatangan.

See? Ternyata, kereta berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon itu adalah salah satu bentuk kehati-hatian demi kenyamanan penumpang. Hayoo, siapa yang suka misuh-misuh kalau kereta berhenti cukup lama di stasiun ini? Noh, pintu tobat ada di sebelah kanan.

Hal-hal yang bisa dilakukan

Nah, daripada mengeluh atau misuh ketika kereta berhenti cukup lama, kita bisa melakukan hal-hal menyenangkan yuntuk mengalihkan perhatian. Misalnya, turun ke peron, lalu jalan-jalan sebentar. Yah, itung-itung mereset badan sambil melurusan kaki. Jangan lupa juga mampir ke dispenser air minum yang tersedia di peron stasiun buat isi ulang tumbler.

Momen turun sebentar ini juga bisa dimanfaatkan untuk sebat. Ngaku, para perokok pasti mulutnya kerasa pahit kan menahan diri sekian jam nggak sebat? Maka, bolehlah, sebat sebentar. Yang penting jangan terlalu menjiwai, ya. Takutnya, nggak sadar ketika kereta jalan lagi.

Atau, kalian bisa juga memanfaatkannya untuk beli sesuatu. Entah jajanan, Roti O, atau cemilan lainnya di toko atau outlet yang ada di dalam stasiun. Tapi, pastikan tempat yang kamu tuju tidak penuh sesak dengan pembeli ya. Jadi, kamu nggak akan ketinggalan kereta.

Bahkan, pernah ada yang cerita kalau dia dibela-belain keluar stasiun untuk membungkus nasi jamblang ketika kereta berhenti cukup lama di Stasiun Cirebon. Ya kan mumpung di Cirebon. Sayang banget kalau nggak nyicipin makanan khas Cirebon. Dan memang, ada penjual nasi Jamblang kaki lima yang berjualan dengan pikulan, di belokan jalan, seberang Stasiun Cirebon. Kuncinya: harus siap jalan cepat dan tidak ada antrean pembeli di sana. Dijamin aman.

Misal males turun, ya nggak masalah. Gunakan waktu buat baca, nulis catatan, atau sekadar scrolling cari-cari kelanjutan potongan drama cina.

Pada akhirnya, menyenangkan atau tidaknya sebuah perjalanan bergantung pada cara kita menyikapinya. Kalau setiap hal yang datang ditanggapi dengan emosi dan misuh, ya wajar saja kalau momen berhentinya kereta ini terasa menyiksa. Kalau kamu, apa kegiatan andalanmu ketika kereta berhenti cukup lama?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version