Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

Muhammad Albi Awallupatih oleh Muhammad Albi Awallupatih
6 Februari 2026
A A
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi (Darmas BS via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di Jogja selama satu tahun ternyata bisa merusak standar “penderitaan” saya sebagai warga Bekasi. Terbiasa dengan jalanan yang mulus dan drainase yang berfungsi sebagaimana mestinya membuat saya merasa kehilangan jati diri.

Ada rasa bersalah yang muncul saat saya tidak perlu bermanuver ala pembalap MotoGP hanya untuk menghindari lubang sedalam sumur disepanjang jalan raya Bekasi. Ternyata kenyamanan bisa se-membosankan it!, dan kerinduan pada jalan rusak adalah puncak dari sindrom perantau yang bingung melihat ke mana perginya anggaran pajak kotanya.

Rasanya memang absurd dan tidak masuk logika: saya merindukan guncangan motor saat menghantam lubang di Bekasi. Bukan rindu orang tua atau masakan pedas dan gurih di rumah, melainkan rindu pada sebuah ironi. Ketika kenyamanan infrastruktur di kota pelajar justru membuat saya mempertanyakan kembali makna pembangunan di tanah kelahiran yang katanya punya UMR selangit.

Kalcersok dengan Jogja

Sebagai Mahasiswa yang baru menapaki kaki di Jogja dengan julukan “kota pelajar”, menjadi hal yang lazim ketika merasakan hal berbeda dan baru yang mungkin tidak ditemukan di daerah asal saya. Bekasi, dengan penduduk lebih dari 5,7 juta jiwa dan memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, menjadi wilayah sentral ekonomi nampaknya masih jauh dari wajah yang ditampakkan. Jalan bukan hanya infrastruktur tahunan atau janji politik semata, ia adalah kebutuhan primer bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Saat di Jogja, saya bisa berkendara sambil melamunkan teori yang sudah dibahas di kelas. Di Bekasi, melamun sedetik saja berarti “nyawa” menjadi taruhannya karena lubang atau truk-truk kontainer siap menyambut dengan tiba-tiba.

Tampaknya menjadi sangat ironi, mengapa kota dengan UMR yang sangat tinggi justru punya jalanan yang sangat “berantakan” dibanding Jogja yang UMR-nya jauh di bawah?

BACA JUGA: Jogja Memang Lebih Nyaman meski Tetap Menyimpan Aura Negatif, tapi Masih Mendingan ketimbang Hidup Menderita di Jakarta

Bekasi tangguh, Bos!

Di Bekasi kita sudah dibiasakan dengan karakter “patriot” yang tangguh, sementara di Jogja kita jadi terkesan lebih santai. Berkendara di Jogja terasa membosankan bagi kita di Bekasi, sebab hanya ada aspal mulus dan jalan yang tenang saja, sedangkan di Bekasi kita akan dihadapkan dengan rintangan dan guncangan yang akan menambah kesan berkendara lebih tangguh.

Baca Juga:

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

Apakah warga Bekasi memang “dikutuk” untuk terbiasa dengan fasilitas seadanya demi upah yang lebih tinggi?

Saat liburan semester datang di bulan Januari, saya menyempatkan diri untuk melepas kerinduan itu. Ternyata saya dibuat kecewa di beberapa tempat yang sangat saya rindukan: jalanan depan kantor DPRD sudah rapi dengan aspal yang baru dan lebih tinggi. Membuat saya berpikir, apakah Bekasi sudah sembuh dari anomali yang saya pikirkan selama ini?

Tapi, euforia akan jalan rapi, mulus, tanpa lubang, dan trotoar yang lebar itu hanya bertahan sebentar. Sampai saat curah hujan tinggi yang mengguyur Bekasi selama beberapa hari, membuat air naik hingga menutupi jalanan. Jalan depan kantor DPRD yang baru itu sudah hilang berganti menjadi “kolam dadakan”.

BACA JUGA: Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali

Yang benar saja!

Harapan saya sebenarnya sederhana: jalan yang bagus, seperti yang saya lihat di Jogja. Jangan hanya memoles jalan sekenanya, lalu ditambal seperti “kosmetik” belaka, demi mengamankan elektoral. Terkesan kejam, tapi memang itu kenyataannya.

Jalan di Bekasi adalah contoh terbaik pembangunan yang belum menyentuh akar permasalahan yang ada. Maksudnya, bagaimana mungkin jalanan yang dibuat tinggi itu tidak memiliki sistem drainase yang baik. Lihatlah Jogja. Gorong-gorong bawah tanah di Jogja yang dibuat rapi di sepanjang jalan, hasilnya; hampir setiap masuk musim dengan curah hujan tinggi, di Jogja tidak ada persoalan banjir selama dan separah di Bekasi.

Pertanyaannya, ke mana julukan kota industri itu? Dengan pajak industri yang begitu masif dan daerah perputaran uang terbesar. Seharusnya kualitas fasilitas publiknya bisa jauh melampaui Jogja.

Ternyata benar, di Bekasi, masalah tidak pernah benar-benar selesai; ia hanya berganti rupa dari lubang menjadi genangan. Dan itu bikin saya bertanya-tanya: apakah kami—warga Bekasi—benar-benar dikutuk?

Penulis: Muhammad Albi Awallupatih
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: bekasijalan rusak di bekasiJogjakualitas jalan bekasi
Muhammad Albi Awallupatih

Muhammad Albi Awallupatih

Mahasiswa Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tertarik pada filsafat, sejarah, politik, dan kebijakan publik. Mahasiswa yang sampai sekarang masih nyantri.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Hotel Unik di Jogja buat yang Bosan ke City Hotel Terminal Mojok

5 Rekomendasi Hotel Unik di Jogja buat yang Bosan ke City Hotel

18 November 2022
Warung Kopi Merapi Jogja Warung Kopi Terbaik di Tanah Vulkanik (Unsplash)

Warung Kopi Merapi Jogja: Warung Kopi Terbaik di Tanah Vulkanik

6 April 2025
Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

Enaknya Jadi Fresh Graduate di Jogja: Nggak Takut Dicap Pengangguran karena Sibuk Ikut Forum Diskusi

11 September 2025
Di Jogja Sulit Mencari Bakso Enak yang Bisa Memuaskan Lidah Orang Malang Mojok.co

Bakso Jogja Sulit Memenuhi Standar Enak Lidah Orang Malang

8 Juni 2024
makelar kontrakan jogja bapak kos terminalmojok

Semua Warga Jogja itu Ramah, kecuali Bapak Kos

4 Februari 2021
Kota Malang kota pendidikan. (Unsplash.com)

Kota Malang Kalahkan Jogja Sebagai Kota Paling Ideal untuk Kuliah

11 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.