Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Sepatu Lari Nike Memang Keren, tapi Nggak Cocok di Kaki Saya yang Lebar

Jarot Sabarudin oleh Jarot Sabarudin
3 Maret 2025
A A
Sepatu Lari Nike Memang Keren, tapi Nggak Cocok di Kaki Saya yang Lebar Mojok.co

Sepatu Lari Nike Memang Keren, tapi Nggak Cocok di Kaki Saya yang Lebar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepatu lari Nike banyak memikat hati pencinta olahraga lari. Desainnya yang modis dan kualitasnya yang apik membuat banyak orang menyukainya. Saking populernya, sepatu lari Nike pernah menjadi standar “kalcer” anak lari. Dengan kata lain, pencinta olahraga lari baru dianggap keren kalau menggunakan sepatu ini.  

Walau kini sudah banyak pesaingnya, peminat sepatu lari Nike tidak pernah redup. Keluaran terbaru sering ludes di pasaran dalam waktu cepat. Saya akui, perpaduan warna melekat di sepatu lari Nike memang enak dilihat. Walau ada warna yang lumayan mencolok, tapi nggak terlihat norak. 

Tidak bisa dimungkiri, desain dan kualitas sepatu lari Nike memang bikin orang yang memakainya terlihat semakin mbois. Sayangnya, orang yang bertipe kaki lebar nggak cocok pakai Nike.

Orang yang punya tipe kaki lebar nggak cocok pakai Nike

Saya yang terlahir di daerah pedesaan jarang sekali pakai sepatu waktu kecil. Hampir setiap hari hanya pakai sandal kecuali sekolah. Mungkin tipe kaki saya jadi lebar karena kebiasaan itu. Tidak saya sangka, bentuk kaki yang lebar itu kelak akan merepotkan ketika menggunakan sepatu lari Nike. 

Saat awal-awal menggeluti olahraga lari, saya menggunakan sepatu Nike. Alasannya sederhana saja, kawan-kawan yang punya hobi sama pada saat itu kebanyakan menggunakan sepatu berlogo swoosh ini. Lama kelamaan, saya merasa nggak nyaman dengan sepatu tersebut. Setelah saya amati baik-baik, sepatu lari Nike ternyata punya karakter cenderung mengecil di ujung bagian depan. Pantas saja, kaki saya yang lebar ini lama kelamaan merasa seperti dikekang. 

Berawal dari ketidaknyamanan itu, seorang teman menyarankan menggunakan sepatu lari dari brand lain, Adidas. Awalnya saya agak ragu-ragu, sebab di mata saya, sepatu ini tidak memiliki desain yang menarik. Walau tidak dimungkiri, Adidas terkenal dengan durabilitas yang tangguh alias awet. 

Beralih dari sepatu lari Nike ke Adidas 

Setelah berkali-kali dibujuk, akhirnya saya meminang salah satu merek sepatu yang berasal dari Jerman itu. Pikir saya, tidak apalah kadar mbois saya sedikit berkurang, asalkan kaki saya tidak cedera bekepanjangan. 

Benar saja, sepatu Adidas adalah investasi terbaik yang pernah saya lakukan. Setelah beberapa waktu memakainya, kaki saya tidak merasa nyeri atau terkekang. Dengan kata lain, di kaki saya yang lebar ini, sepatu Adidas lebih cocok daripada sepatu Nike. Syukurnya, keluaran Adidas sekarang ini sudah punya varian desain yang menarik. Nggak kalah dengan desain sepatu lari Nike. Orang-orang dengan kaki lebar seperti saya jadi punya semakin banyak pilihan sepatu lari yang nyaman dan tetap mbois. 

Baca Juga:

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Olahraga Lari itu Sederhana, Kamu Sendiri yang Bikin Rumit

Di atas perjalanan saya sebagai penghobi olahraga lari yang memiliki kaki lebar. Memang banyak lika-likunya dalam memilih sepatu yang desainnya cocok dan nyaman. Namun, semua itu patut dipertimangkan demi kaki yang tidak cedera. Asal tahu saja, bagi orang yang hobi olahraga lari, kaki adalah aset berharga dan sepatu adalah investasi. 

Sekali lagi, perjalanan mencari sepatu lari yang cocok di atas adalah pengalaman pribadi saya. Dengan kata lain, tidak semua orang yang kakinya lebar kemudian tidak cocok menggunakan sepatu Nike. Ada banyak faktor lain yang membuat seseorang nyaman atau tidak nyaman terhadap suatu merek dan seri sepatu lari.  Jalan satu-satunya memang menjajal sendiri merek-merek sepatu yang ada di pasaran. Itu mengapa, menemukan sepatu lari yang cocok dan modis adalah sebuah perjalanan tersendiri. 

Penulis: Jarot Sabarudin
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Event Lari dengan Desain Medali Paling Estetik, Bikin Foto-foto Makin Ciamik 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2025 oleh

Tags: nikeolahraga larisepatu larisepatu lari nike
Jarot Sabarudin

Jarot Sabarudin

Seorang multitasker yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di hadapan piksel dan cahaya layar. Menekuni berbagai peran dari pagi hingga sore, mengubah tatapan kosong ke monitor menjadi deretan karya dan solusi

ArtikelTerkait

4 Event Lari Terbesar di Indonesia yang Patut Kamu Coba, Nggak Cuma Bisa Sehat tapi Juga Bisa Liburan

4 Event Lari Terbesar di Indonesia yang Patut Kamu Coba, Nggak Cuma Bisa Sehat tapi Juga Bisa Liburan

23 Oktober 2024
5 Kasta Air Minum Kemasan Paling Cocok untuk Kalian yang Sedang FOMO Lari

Kasta Air Minum Kemasan Paling Cocok untuk Kalian yang Sedang FOMO Lari

2 September 2024
Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

Sepatu Adidas Adizero Y-3, Sepatu Lari yang Sebaiknya Nggak Usah Dipakai Lari oleh Kaum Mendang-Mending. Eman-eman!

26 Juni 2024
4 Event Lari dengan Goodie Bag Paling Menggiurkan, Jangan Sampai Dilewatkan Mojok.co

4 Event Lari dengan Goodie Bag Paling Menggiurkan, Jangan Sampai Dilewatkan

14 Januari 2025
Kasta Jam Tangan Lari yang Harganya Nggak Masuk di Akal, Lebih Mahal ketimbang Sepatunya!

Kasta Jam Tangan Lari yang Harganya Nggak Masuk Akal, Lebih Mahal ketimbang Sepatunya!

14 November 2024
Olahraga Lari itu Sederhana, Kamu Sendiri yang Bikin Rumit

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.