Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan

Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan

Santai Aja, Sempro Lebih Awal Nggak Menjamin Lulus Duluan (Pixabay.com)

Hidup mahasiswa akhir memang penuh dengan tantangan. Salah satu tantangan yang harus dilalui adalah seminar proposal atau yang akrab disebut sempro. Tantangannya tak hanya perkara menjalani seminarnya, tapi juga melihat kawan yang sudah menyalip sempro. Padahal, masih banyak yang terpaksa ketemu hambatan lain. Jadilah tekanan datang entah dari mana.

Nah, untuk mahasiswa yang belum sempro, santai saja. Ingat dengan istilah Jawa, lakon menang keri, karena mahasiswa yang sempro duluan tidak menjamin dia lulus duluan.

Mahasiswa yang sudah sempro biasanya terlena

Banyak mahasiswa akhir yang sudah sempro merasa lega, seakan-akan memasuki zona nyaman. Mereka menganggap kalau sudah berada di dekat garis finish. Padahal mahasiswa di tahap ini masih kurang menulis “Pembahasan” dan “Simpulan & Saran” yang sebenarnya menjadi inti dari skripsi mereka.

Tidak jarang setelah sempro, buku-buku, jurnal, bahkan draft skripsi yang biasanya menjadi sahabat setia malah ditutup rapat-rapat. Laptop yang seharusnya menjadi alat produktif untuk menyelesaikan skripsi justru lebih sering dipakai untuk maratron drakor atau anime favorit mereka.

Mungkin ada perasaan puas dan kelelahan yang berlebihan setelah melewati sempro yang bikin mahasiswa terlena dalam kenyamanan ini. Rasa terlena ini yang bikin mahasiwa akhirnya tidak kunjung lulus walaupun sempro duluan.

Terhambat objek penelitian

Objek Penelitian bisa jadi hambatan mahasiswa akhir yang sudah sempro. Mahasiswa yang terhambat ini biasanya yang data skripsinya mengarusnya mereka mengambil data lapangan secara langsung. Contoh kasusnya bisa diambil dari yang saya alami secara langsung. Kebetulan saya merupakan mahasiswa akhir jurusan hukum yang objek penelitian skripsinya itu beberapa perusahaan.

Biasanya perusahaan yang akan dijadikan objek penelitian oleh mahasiswa memiliki aturan yang ketat pada mahasiswa agar bisa dijadikan objek penelitian. Misalnya tidak bisa mengambil data internal perusahaan yang sensitif, tidak boleh “menjelekkan” citra perusahaan dalam tulisannya, dan masih banyak lagi. Oleh karena keketatan tersebut, mahasiswa yang mau mengajukan permohonan ke perusahaan akan melalui beberapa tahapan.

Dalam pengalaman saya sendiri, harus mengajukan permohonan dari kampus kepada perusahaan, mencantumkan proposal penelitian, dan mengajukan data apa yang mau diambil dari perusahaan. Di sisi lain bisa saja perusahaan tersebut tidak mau dijadikan objek penelitian. Kalau itu yang terjadi, saya akan menulis ulang proposal yang sudah dibikin semintarnya dan memulai dari nol lagi. Panjangnya tahapan ini mengakibatkan mahasiswa yang akan melanjutkan tahapan setelah sempro menjadi terhambat yang tertunda kelulusannya.

Di-ghosting dosen pembimbing

Dosen pembimbing ibarat raja terakhir yang menentukan kelulusan mahasiswa di bawah bimbingannya. Banyak kisah-kisah dari mahasiswa akhir yang terhambat karena di-ghosting dosen pembimbingnya. Mulai dari tidak dibalas chatnya, dosennya ngambek sama mahasiswa, sampai dosen pembimbingnya ada tugas yang bikin tidak bisa melakukan bimbingan.

Balik lagi ke pengalaman saya sendiri yang pernah “dihukum” sama pembimbing tidak boleh bimbingan satu minggu gara-gara telat. Alhasil dosen pembimbing saya tidak ngebolehin saya buat bimbingan selama satu minggu.

Tapi anggapan sempro dulu tidak menjamin lulus dulan” jangan dijadikan tameng untuk tidak mengerjakan proposal. Ibaratnya kalo marathon itu mahasiswa yang sudah sempro sudah lari 21 kilometer, sedangkan mahasiswa yang belum sempro itu masih di garis start. Jadi pesan kepada mahasiswa yang belum sempro, jangan santai terus. Untuk mahasiswa yang sudah sempro, tetap semangat untuk mengerjakan bab-bab selanjutnya.

Penulis: Danang Johar Arimurti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Emang Ngasih Ucapan Happy Semprotulation itu Penting?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version