Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
14 Februari 2023
A A
Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury

Sejarah Valentine dan Cokelat: Makanan Dewa Maya yang Dikomersialisasi Cadbury (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perayaan Valentine yang jatuh pada 14 Februari memang masih diwarnai pro-kontra. Namun keberadaannya masih cukup populer terutama di kalangan anak muda. Memasuki Februari, cokelat mulai ditata dengan apik di deretan terdepan swalayan. Bahkan diletakkan di dekat pintu masuk agar keberadaannya dihiraukan pengunjung. Tak jarang diskon menggiurkan diberikan agar semakin memikat.

Valentine begitu identik dengan cokelat. Memang aneh, padahal kan banyak kudapan manis lainnya yang nggak kalah romantis. Misalnya saja kue, kukis, permen, es krim. Atau kalau mau opsi makanan asin dan melokal banget ada seblak yang konon digemari perempuan. Terus kenapa harus cokelat?

Cokelat, makanan para dewa

Merunut jauh ke belakang, cokelat adalah bahan pangan yang sakral bagi peradaban Meso Amerika. Bahkan menurut Peradaban Maya, cokelat adalah makanan para dewa. Di masa itu cokelat disajikan sebagai minuman pada ritual keagamaan. Namun rasanya pahit dan pedas, sangat berbeda dengan cokelat di zaman modern.

Penjelajahan samudera membawa orang-orang Spanyol ke Meso Amerika. Pada saat itulah cokelat dibawa serta dari wilayah taklukan ke negara induk di Eropa. Cokelat menjadi minuman yang populer di kalangan bangsawan. Di Eropa cokelat diolah bersama berbagai rempah-rempah dari Timur. Vanila dan kayu manis menjadi rempah yang paling digemari untuk dipadukan dengan cokelat. Racikan minuman mewah ini hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan. Sebab cokelat dan rempah-rempah belum ditanam di Eropa, sehingga harganya sangat mahal.

Pada masa-masa awal kedatangannya di Eropa, cokelat berperan sebagai minuman kesehatan. Bahkan cokelat dipercaya dapat meningkatkan stamina dan gairah dalam berhubungan seksual. Maka nggak heran jika di zaman itu cokelat diidentikkan dengan sensualitas. Sangat berbeda dengan citra coklat panas di zaman sekarang yang identik dengan minuman anak-anak karena rasanya yang manis. Butuh waktu lama bagi cokelat untuk berevolusi menjadi makanan manis yang sekarang kita kenal.

Dijadikan ikon Valentine untuk tujuan komersil

Gagasan memberikan cokelat di hari Valentine baru populer sekitar abad 19. Budaya pop pada 1800-an mulai melirik Valentine sebagai perayaan yang romantis dan spesial. Bermula dari diangkatnya Valentine dalam berbagai puisi dan lakon pertunjukan. Pada saat itulah seorang pengusaha cokelat bernama Richard Cadbury menangkap peluang bisnis yang menjanjikan.

Cadbury memulai langkahnya dengan membuat kemasan cokelat yang menarik berbentuk hati. Dihiasi dengan beludru, bunga, kartu ucapan, dan berbagai dekorasi super romantis lainnya. Selain itu ia juga menambahkan mentega pada olahan cokelatnya agar hasil akhirnya lebih nikmat. Lantaran bentuk kemasannya yang menarik itu, banyak pria yang tertarik memberikan cokelat sebagai hadiah untuk kekasihnya di hari Valentine. Kotak cokelat itu nampak mewah dan bisa digunakan kembali sehingga cocok untuk dikoleksi.

Sejak saat itu, cokelat menjadi hadiah yang populer untuk menyertai pernyataan cinta. Bahkan sering dipergunakan untuk melamar. Namun karena di masa-masa sebelumnya cokelat identik dengan sensualitas, pemberian cokelat dari permpuan ke laki-laki masih dianggap tabu. Pun dalam buku etiket ada anjuran bagi perempuan lajang untuk tidak sembarangan menerima cokelat dari pria asing. Sebab hal itu bisa disalah artikan sebagai penerimaan cinta.

Baca Juga:

5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine bersama Ayang

Dark Wonder Cokelat Minimarket Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Dari Eropa, budaya memberikan cokelat di hari Valentine menyebar ke seluruh dunia. Di Asia Timur, perayaan Valentine seolah sudah menjadi tradisi. Bahkan Korea Selatan menjadi salah satu negara yang paling banyak membelanjakan uangnya untuk membeli kado Valentine.

Hadiah yang tepat

Pada akhirnya cokelat memang paling pantas dijadikan hadiah. Rasa manis dipercaya mampu menstimulasi tubuh untuk memproduksi hormon bahagia. Bentuknya solid, jadi nggak gampang hancur saat dibawa di perjalanan. Berbeda dengan kue-kue yang didekorasi cantik menggunakan krim. Bisa-bisa bentuknya jadi nggak karuan karena terguncang sepanjang jalan.

Cokelat juga tahan lama, nggak gampang meleleh asal nggak terpapar sinar matahari langsung. Bisa dihabiskan dalam waktu lama kalau mau menikmati hadiah dari ayang secuil demi secuil dengan penuh khidmat. Berbeda dengan es krim, yang meskipun sama-sama enak tapi nggak tahan lama. Bener-bener nggak praktis untuk dibawa dalam perjalanan. Apalagi harus dihabiskan dengan segera.

Lagipula stereotip mewah yang menempel pada cokelat masih menempel hingga sekarang. Walaupun kini harganya sudah lebih terjangkau, cokelat bukanlah makanan sehari-hari. Hanya hadir di momen-momen tertentu dan spesial. Ya iyalah nggak dimakan tiap hari, pengin diabetes po?

Memberikan cokelat dianggap lebih mbejaji daripada memberikan lolipop atau permen. Ya karena stereotip mewah yang sudah dibahas tadi. Apalagi permen adalah kudapan yang lebih lumrah dikonsumsi sehari-hari. Jadi rasanya nggak spesial aja gitu kalau ngasih permen.

Lagi pula di antara berbagai kudapan manis tadi, cokelat adalah yang paling mudah dibuat. Nggak perlu mengoven seperti membuat kue dan kukis yang tingkat kegagalannya lebih tinggi. Siapa tau kan ada yang punya hobi ngasih hadiah bikinan sendiri ke pasangan. Katanya biar lebih romantis gitu.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perayaan Valentine Bukan Budaya Kita, Budaya Kita Adalah Berdebat Perihal Valentine

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2023 oleh

Tags: cokelatdewa mayarichard cadburyvalentine
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Bajigur, Alternatif Kado Valentine untuk Ayang

Bajigur, Alternatif Kado Valentine untuk Ayang

13 Februari 2022
Mencicipi Manisnya SilverQueen, Produk Cokelat Peninggalan Kolonial yang Ternyata Berawal dari Garut

Mencicipi Manisnya SilverQueen, Produk Cokelat Peninggalan Kolonial yang Ternyata Berawal dari Garut

20 Juli 2023
6 Cokelat Jadul yang Bikin Anak-anak Milenial Bernostalgia Terminal Mojok

6 Cokelat Jadul yang Bikin Milenial Bernostalgia

4 Januari 2023
6 Produk Indomaret yang Underrated, namun Layak Dibeli Terminal Mojok

6 Produk Indomaret Underrated, namun Layak Dibeli

16 September 2022
5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine, Harganya Sangat Terjangkau Mojok.co

5 Cokelat Indomaret yang Cocok untuk Merayakan Valentine bersama Ayang

11 Februari 2025
Bukan Hanya Kinder Joy! Musuh Baru Itu Bernama Cadbury Lickables terminal mojok.co

Bukan Hanya Kinder Joy! Musuh Baru Itu Bernama Cadbury Lickables

30 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.