Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
18 Januari 2026
A A
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pilih drakor atau dracin?

Saya adalah mantan penggemar berat drama Korea (drakor). Dulu, setiap hari saya mampu melahap drakor lintas genre dengan cara ongoing maupun menunggu dramanya selesai. Artikel-artikel lama saya di Terminal Mojok ini menjadi bukti betapa besar kecintaan saya pada drakor.

Namun, melalui sebuah titik balik di awal 2024, saya nggak lagi nonton drakor seintens dulu dan mulai beralih ke drama Cina. Alasan saya pada waktu itu karena dracin Hidden Love yang tayang pertengahan tahun 2023 bikin saya penasaran. Ditambah lagi rekan kerja di kantor lama saya selalu ngomongin drakor dan membuat saya kena spoiler karena drakor yang kami tonton entah kenapa selalu sama.

Sejak saat itu hingga saat ini, saya lebih sering menonton dracin. Bahkan,ketika aktor-aktor Korea favorit saya comeback dengan drama terbarunya, saya nggak lagi tergerak untuk nonton. Hal itu karena setelah lama mendedikasikan diri untuk menonton karya Zhang Ling He, Chen Zhe Yuan, dan aktor-aktor Cina lainnya, saya akhirnya menyadari bahwa memang mendingan nonton dracin daripada drakor.

Baca juga Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya.

#1 Genre dracin lebih luas dan banyak

Baik drakor maupun dracin keduanya sama-sama memproduksi karya yang segar, inovatif, dan baru secara rutin. Meskipun begitu, saya merasa dracin ini punya lebih banyak genre yang lebih spesifik dibandingkan drakor. Melalui dracin, saya jadi tahu istilah-istilah genre yang nggak ada di drakor, seperti xianxia, wuxia, xuanhuan, republikan, dan historical. Saya jelaskan di bawah, ya.

  • Xianxia: dunia persilatan atau action
  • Wuxia: mitologi china, seperti siluman, dewa, iblis
  • Xuanhuan: makhluk dan universe di dalamnya murni ciptaan penulis
  • Republikan: drama sejarah berlatar tahun 1900-an
  • Historical: drama sejarah yang serupa dengan sageuk di drakor

Ada puluhan judul di tiap genre dalam dracin. Jadinya kita sebagai penonton lebih mudah untuk mencari judul baru yang alurnya mirip dengan dracin yang baru kita tamatkan. Bahkan menurut saya proses pencarian tontonan baru yang serupa ini jauh lebih gampang dibandingkan mencarinya di drakor.

#2 Drakor lebih cocok untuk refreshing

Saat masih SMA dan kuliah S1, nonton drakor itu membuat hidup lebih berwarna karena ceritanya sangat dinamis, seru, dan intens. Dulu saya masih semangat ikutan memecahkan misteri di drakor yang mengisahkan tentang pembunuhan. Tapi seiring bertambahnya umur, apalagi sekarang beban kuliah S2 saya lumayan banyak, nonton drakor semacam itu bikin saya pusing.

Baca Juga:

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Drakor belakangan ini cenderung punya episode yang jumlahnya makin sedikit. Dipangkasnya jumlah episode ini membuat cerita di drakor makin padat dan intens. Saat menontonnya saya merasa pembawaan ceritanya jadi terburu-buru dan bikin penonton kayak dipaksa untuk segera paham semua konfliknya. Padahal konflik di drakor itu nggak cuma satu, tapi bercabang-cabang.

Sementara itu menonton dracin menawarkan ketenangan. Jumlah episode dracin lebih banyak. Kata sebagian orang, dracin bikin bosan karena banyaknya jumlah episode tersebut. Tapi untuk saya yang nonton untuk me-refresh otak, dracin lebih slow pace dan enteng dibandingkan drakor. Menonton dracin nggak bikin penonton makin menumpuk beban pikirannya.

Baca juga 7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir  

#3 Lebih aman ditonton bersama keluarga dan teman

Jujur saja sampai umur segini saya masih merasa awkward ketika menjumpai adanya kissing scene ketika nonton bersama keluarga atau teman. Ditambah lagi belakangan ini drakor itu makin sering meniru series Barat yang adegan ciumannya frontal bahkan banyak adegan ranjangnya. Ini membuat saya jadi nggak enjoy ketika nobar.

Sementara itu dracin lebih aman. Gimana nggak aman, dracin bergenre romance saja rata-rata adegan-adegan pacarannya baru di episode 20 ke atas. Hehe.

Kalau tentang romansa anak sekolah, benar-benar setiap adegan di dalamnya sesuai dengan rating usianya. Bahkan nggak menutup kemungkinan sepanjang drama itu kontak fisik antara pemeran cowok dan cewek cuma sekadar pegangan tangan atau cium pipi.

#4 Ending dracin lebih memuaskan

Saya termasuk satu dari jutaan orang yang menyayangkan perubahan di ending drakor. Semenjak banyak drama korea masuk Netflix atau bahkan merupakan Netflix Original itu sendiri, cerita mereka nggak pernah dirampungkan sebagaimana mestinya. Demi bisa memproduksi season selanjutnya (yang entah kapan bakal dibuat), banyak drakor dikorbankan dengan membuat ending-nya gantung.

Selain itu, saya merasa drakor mengalami sindrom plot twist secara massal. Banyak banget drakor yang maksa dengan menghadirkan plot twist di akhir demi mengejutkan penonton.

Tapi hidup saya jauh lebih tenang ketika menonton dracin yang lebih adem ayem soal ending. Dracin yang saya tonton hampir nggak pernah maksa menyajikan plot twist. Cerita yang dibangun di awal juga diselesaikan dengan baik hingga akhir. Jarang banget ada cerita dracin sengaja dibikin gantung demi bisa membuat penonton penasaran untuk menyaksikan musim selanjutnya.

Saya pernah dengar bahwa sekalinya kita terjun ke dracin, maka kita nggak akan menemukan jalan pulang ke drama Korea. Untuk saat ini saya terlanjur nyaman nonton dracin. Kecuali drakor bisa kembali ke masa circa 2016, saya akan tetap stay menjadi penonton dracin. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 8 Drama Korea dengan Cerita Paling Nggak Masuk Akal Sepanjang Masa. Freak Abis!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2026 oleh

Tags: chinadracindrakorDramadrama chinadrama koreakorea
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Drakor Nevertheless: Toxic Relationship dan Anggapan Perempuan Cuma Suka Bad Boy terminal mojok.co

Drakor Nevertheless: Toxic Relationship dan Anggapan Perempuan Cuma Suka Bad Boy

31 Juli 2021
taekwondo korea kata edo mojok

Salah Kaprah tentang Bela Diri Taekwondo yang Dipercayai Banyak Orang

20 Januari 2021
Kiat Mendapatkan Nilai A dengan Mengadopsi Gaya Belajar Anak-anak ‘Law School’ terminal mojok

Kiat Mendapatkan Nilai A dengan Mengadopsi Gaya Belajar Anak-anak ‘Law School’

12 Juni 2021
Drakor The Penthouse War in Life terminal mojok

Walau Membagongkan bak Sinetron Indonesia, Berikut Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Drakor ‘The Penthouse’

23 Maret 2021
Jadi Jomblo Nggak Selamanya Suram, Berikut Sisi Positif yang Bisa Diambil Ketika Nggak Punya Pacar ala Yumi’s Cells terminal mojok

Jadi Jomblo Nggak Selamanya Suram, Berikut Sisi Positif yang Bisa Diambil Ketika Nggak Punya Pacar ala Yumi’s Cells

8 Oktober 2021
Alasan Kamu Harus Nonton 'Monthly Magazine Home', selain Ngasih Kiat Punya Rumah terminal mojok.co

Alasan Kamu Harus Nonton ‘Monthly Magazine Home’, selain Ngasih Kiat Punya Rumah

20 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.