Sebuah Pedoman Gambar Alis bagi Pemula biar Nggak Ieuwh – Terminal Mojok

Sebuah Pedoman Gambar Alis bagi Pemula biar Nggak Ieuwh

Artikel

Selain riasan mata, alis merupakan komponen penting pada tatanan makeup kedua setelahnya. Ibarat kata, apalah daya riasan mata cetar menyala kalau bentuk alisnya meh. Makanya, alis ini nggak bisa dianggap main-main. Kalau ada temanmu lama dandannya sebab ingin menyempurnakan alis, mohon maklumnya.

Perkara gambar alis ini jujurly bukan hal yang mudah. Apalagi buat para pemula. Ada masanya alis kanan ketebelan kayak ulet bulu, eh yang kiri kurang warna kek abis kecemplung kali. Cukup sulit, dan sampainya saya di titik bisa gambar alis tanpa bantuan teman pun butuh waktu yang nggak sebentar. Nah, apa sih masalahnya?

Gambar alis menjadi sebuah tantangan bagi para pemula tak lain karena mereka belum mengenal betul bentuk wajah, bentuk alis yang cocok atau sesuai dengan wajahnya, dan kurang luwesnya tangan saat menggambar. Kurang luwesnya tangan ini dampak dari minimnya latihan gambar alis. Sekarang, saya mau bagi-bagi cara supaya bisa gambar alis simetris, necis, dan nggak ieuwh-ieuwh untuk para pemula.

Kamu perlu kenali ketebalan bulu alismu. Apakah ia termasuk yang lebat, sedang, atau tipis.

#1 Alis yang tebal

Untuk kategori lebat dan sedang, kamu perlu membingkai alis dengan tekanan pensil yang santuy, tipis-tipis saja dulu. Nggak perlu terlalu nafsu ya, Say. Kamu bisa bingkai alis sesuai dengan bentuk aslinya. Kalau alismu kek pedang, ya bingkai alis kayak pedang. Kalau bentuknya lurus, ya sesuaikan aja, lah, pokoknya. Teknik ini ditujukan untuk lebih menghadirkan kesan natural.

Baca Juga:  Keterlibatan Anak STM dalam Aksi Itu Perlawanan Terhadap Penindasan!

Lalu, fokuslah pada pucuk alis yang kek ekor. Warnai dia sampai ketebalannya menyerupai alis bagian tengah. Nah, terus tengahnya diisi tipis saja, dan bagian depannya lebih tipis lagi. Bagian depan diisi lebih tipis karena untuk menghindari kesan alis yang kotak dan kaku. Jangan lupa disikat pelan-pelan, biar makin keblender dan necurel, Shaaay.

#2 Alis yang tipis

Untuk kategori alis tipis, emmm kamu perlu effort yang lebih, nih. Pertama kamu bingkai alis sesuai bentuk aslinya, dan ini harus bagus. Tekan pensil perlahan tapi pasti, supaya warna yang keluar lebih kandel. Isi bagian ekor dan tengah alis menyesuaikan ketebalan alis manusia normal (atau kalo mau rada tebel ya silakan, tapi diharap masih manusiawi), dan isi bagian paling depan dengan warna 1-2 tingkat lebih pudar daripada bagian tengah.

Usahakan saat mengsisi bagian alis, jangan digosrok-gosrok kek mewarnai bebas, ya. Tetap ikuti alur-alur bulu yang ada. Pas finishing, nyikatnya jangan kekencengan. Ntar warnanya hilang, ya percuma dong, Markonah.

Selain mengetahui teknik dasar gambar alis, kamu juga memerlukan instrumen yang mendukung tercapainya kesempurnaan bentuk alis. Jika kamu menghendaki pensil alis, idealnya kamu akan memerlukan pensil dengan tekstur yang tidak terlalu keras namun tetap menempel di alis saat disikat. Kawan MUA saya merekomendasikan Viva Queen Eye Brow Pencil. Si pensil alis oren ini empuk, enak, dan nggak gampang luntur selama nggak sengaja digosok-gosok mah, mwehehe. Dia cocok dipakai daily misal kek mau nganter anak sekolah, dan untuk acara penting seperti wisudaan atau kondangan.

Baca Juga:  Pada Dasarnya Semua Orang Itu Suka Membaca

Mau berbulu lebat atau tipis, gambar alis itu memang nggak bisa dianggap remeh, Ceu. Selalu ada kesulitan di depan mata. Bila alismu tebal, effort-mu ada di bagaimana menutupi bulu-bulu yang menjalar di luar bingkai alis. Bila alismu tipis, kamu akan dibuat berpikir bagaimana membentuk bingkai yang bagus. Tapi, perlu diketahui bahwa kesulitan itu tiada berarti kalau kamu sering latihan, sering praktik. Biar jari jemarimu makin luwes kayak abang Salih.

BACA JUGA Risiko Punya Alis Tebal Original di Tengah Maraknya Alis Buatan dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.