Sebelum Menitipkan Anak, Pahami 3 Hal tentang Daycare Ini Terlebih Dahulu

Sebelum Menitipkan Anak, Pahami 3 Hal tentang Daycare Ini Terlebih Dahulu

Sebelum Menitipkan Anak, Pahami 3 Hal tentang Daycare Ini Terlebih Dahulu (Pixabay.com)

Dulu, kalo ada orang tua punya anak balita yang sibuk bekerja dan tak ada ART di rumah, biasanya anak balita ini dititipkan ke saudara, teman, atau tetangga. Nah, saat ini, orang tua yang menghadapi situasi tersebut nggak perlu lagi repot-repot mencari saudara, teman, atau tetangga sebagai orang yang kita mintai tolong untuk menjaga anak kita. Sebabnya, saat ini, anak balita bisa dititipkan di daycare.

Nah, saat ini, bisnis daycare menjamur dan mudah ditemui. Di Bandung yang merupakan kota tempat saya tinggal, saya mencatat sudah ada 10 tempat tersebut. Seiring waktu, jumlah ini bisa bertambah. Meskipun semakin banyak bermunculan, nggak sedikit orang tua yang belum mengetahui apa itu sebenarnya daycare.

Kebetulan, istri saya bekerja di salah satu tempat daycare. Jadi saya bisa menggali lebih dalam tentang tempat ini. Jika kalian berminat untuk menitipkan anak ke tempat tersebut, sebaiknya dipahami dulu beberapa hal ini.

#1 Bukan pengganti orang tua, terutama dalam hal mendidik

Nggak sedikit orang tua yang berpandangan kalo dengan menitipkan anak di daycare, maka mereka nggak perlu menyisihkan waktu untuk mendidik anak. Pandangan ini keliru pake banget, bahkan saya harusnya nggak perlu bilang ini.

Ingat, daycare itu sekadar membantu mendidik anak, dan orang tua adalah pendidik utama. Jangan dibalik!

Memang, sebagai pertanggungjawaban pihak daycare kepada orang tua, orang tua akan rutin diberikan laporan berkala mengenai perkembangan anak dalam durasi waktu tertentu. Misalnya, dalam jangka waktu satu bulan atau dua bulan sekali. Pada laporan berkala ini, ada catatan khusus mengenai hal-hal yang harus diperhatikan untuk ditindaklanjuti oleh orang tua.

Tapi, kalau dianggap tugasnya mendidik anak secara penuh, atau parahnya, “memperbaiki” anak, ya keliru.

#2 Bukan playgroup

Sepintas, daycare sama seperti playgroup, padahal berbeda. Pada daycare, anak akan dididik tentang kemampuan-kemampuan dasar. Misalnya, kemampuan bersosialisasi dengan sesamanya, kemampuan menggerakan tubuh misalnya untuk makan atau berlari, kemampuan untuk menyatakan suatu keinginan kepada orang lain, kemampuan berkomunikasi, dan sebagainya.

Sedangkan pada playgroup, anak sudah memasuki proses belajar. Misalnya, belajar membaca, belajar menggambar, belajar menulis, atau belajar menghitung. Udah tahu bedanya?

#3 Nggak Murah

Satu hal yang harus kita ketahui sebelum menitipkan anak di daycare itu yaitu perihal biaya. Tarif daycare itu sebenarnya nggak murah. Bahkan, ada yang tarifnya mencapai jutaan rupiah per beberapa bulan. Tarif yang mahal tentunya akan tergantikan oleh pendidikan berkualitas yang diterima oleh sang anak. Nah, yang tarifnya tinggi, biasanya ada beberapa orang psikolog anak yang sangat berpengalaman. Dengan adanya psikologi ini, tentunya proses pendidikan anak tentunya menjadi lebih berkualitas.

Sebelum menitipkan anak, ada baiknya para orang tua belajar dulu tentang tempat tersebut, juga memahami pentingnya orang tua sebagai pendidik utama. Ingat, anak itu cerminan orang tua. Kalau mau anaknya baik, ya yang dididik orang tuanya. Jangan main serahin lalu berharap keajaiban terjadi, sedangkan orang tuanya stuck di situ-situ aja.

Penulis: Rahadian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menyekolahkan Anak di Sekolah Favorit Itu Biar Apa, sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version