Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Saya Termasuk yang Ogah Nonton ‘The World of the Married’

Maria Kristi oleh Maria Kristi
23 April 2020
A A
4 Unsur Drama Paling Malesin yang Jadi Formula Mainstream Drakor terminal mojok.co

4 Unsur Drama Paling Malesin yang Jadi Formula Mainstream Drakor terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mau seramai apa pun iming-iming dari pemirsa setianya, lengkap dengan ulasan di beberapa media, saya tetap nggak mau nonton serial The World of the Married. Bodo amat!

Saya penggemar drama Korea. Meskipun tidak bisa menonton semuanya karena tahu sendiri judul dramanya banyak sekali, setidaknya ada beberapa drama yang saya tamatkan dan jalan ceritanya masih teringat jelas. Sebut saja Cheongdam-dong Alice, Sungkyunkwan Scandal, Rooftop Price, The Heirs, City Hunter, The Master’s Sun, dan masih ada beberapa lagi.

Lho, kok semuanya drama lama? Hehe… maklum, sejak menikah dan beranak-pinak rasa-rasanya kurang bijaksana kalau saya menghabiskan waktu untuk maraton nonton drama di malam hari. Mending waktunya untuk tidur. Kalau waktu masih single sih hajar, bleh!

Meskipun demikian saya masih sempat nonton Parasite ketika booming beberapa waktu yang lalu. Selain karena penasaran, waktu yang diperlukan untuk menonton 1 film lepas jauh lebih sedikit daripada menonton drama yang terdiri dari beberapa episode.

Ada satu-dua drama yang rencananya akan saya tonton, meskipun sudah agak lewat masanya. Antara lain Sky Castle dan Go Back Couple. Dari spoiler yang beredar, keduanya cukup bagus untuk diikuti. Seperti penggemar wayang, saya termasuk orang yang tidak keberatan diberi spoiler sebuah film atau drama, apalagi kalau genrenya horor atau thriller. Bisa siap-siap kapan harus tutup mata atau pura-pura ambil makanan di dapur.

Nah, saat ini ada satu drama yang sedang ramai dibicarakan ibu-ibu dan para gadis. Apalagi kalau bukan The World of the Married, serial dari Korea Selatan yang diadaptasi dari seri televisi Inggris Doctor Foster.

Berbeda dengan film Parasite yang menang Oscar dan bikin Presiden Trump sebal, The World of the Married sukses membuat mayoritas penontonnya sebal. Buktinya akun Instagram Han So Hee, pemeran pelakor dalam drama tersebut, sukses diserbu oleh warganet +62 yang kesal dengan peran yang dimainkannya.

“Mbak, kamu itu cantik lo, eman-eman kalo jadi pelakor.”

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

“Mbak, apa kamu bahagia sekarang!?”

Ada yang bilang kalau warganet yang melakukan”penyerangan” itu adalah penonton pemula yang tidak bisa membedakan realita dan akting. Wajar sih, toh dulu jaman Meteor Garden 2 Michelle Saram yang berperan sebagai Ye Sha saingan Shan Chai sempat dimusuhi warga Taiwan. Tapi ya mbokan, komentarnya jangan pakai bahasa Indonesia campur Jawa. Usaha dikit di-translate ke bahasa Korea atau minimal bahasa Inggris biar pemeran Yeo Da Kyung-nya paham. Emangnya aktris Korea bakal paham apa itu pelakor?

Nah, kembali ke bahasan semula: mengapa saya nggak mau ikut-ikutan nonton drama ini meskipun hampir semua orang membahasnya? Sebab saya nggak mau baper sendiri setelah nonton. Meskipun saya sepertinya nggak bakal ikut ngasih komentar sepedas bakwan satu cabenya lima di akun Mbak Han So Hee, tapi mungkin akan berimbas ke kehidupan nyata. Kan kasihan suami saya yang nggak salah apa-apa kalau saya jutekin gara-gara kesal sama si suami di drakor ini.

Oya, ini bukan argumentasi kaleng-kaleng ya. Sudah banyak “kesaksian” dari teman saya yang setelah menonton drama ini jadi paranoid sama suaminya. Ada juga teman yang jadi jutek setengah mati ke suami dan ibu mertuanya. Sisanya jadi lupa masak, lupa mandi, lupa beberes rumah, efek samping yang wajar terjadi setelah maraton nonton drakor.

Selain itu menurut ilmu psikologi sosial, kita sebenarnya lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan daripada diri kita sendiri. Sekitar 70-80% waktu kita dihabiskan untuk berinteraksi, mungkin agak berkurang setelah disuruh PSBB. Dari waktu tersebut, 30% untuk berbicara dan 45% untuk mendengar.

Nah, dari informasi yang kita serap dari lingkungan, kita akan memutuskan untuk melakukan sesuatu. Pusat di otak yang berperan untuk melakukan hal tersebut terletak dekat dengan pusat penglihatan di bagian belakang. Hal ini membuat input visual memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan kita nantinya. Bisa diterjemahkan sebagai apa yang kita tonton dalam film dapat mempengaruhi tindakan kita selanjutnya di dunia nyata.

Tapi tetap, apa pun keputusan kita, jika diumumkan di dunia maya media sosial, akan memancing respons. Seperti ketika saya menuliskan bahwa saya sama sekali tidak berkeinginan menonton drama satu ini di status Facebook. Ada satu komentar dari orang yang tak dikenal bukan termasuk daftar pertemanan saya, “semua hnya film knp hrs di baperin mbak, itu hnya film Anggp aj SPT melihat khidupan org lainn.”

Saya lihat profilnya: laki-laki, sudah menikah, punya anak dua, nggak bisa menulis dengan ejaan yang baik, dan komentar itu pun saya abaikan. Dalam hati saya berdoa, semoga istri masnya nonton lalu baper dan masnya dicuekin minimal seminggu. Duh, kok saya jadi jahat gini ya?

BACA JUGA Alasan Orang Tua Tidak Memasukkan UT sebagai Pilihan Kampus Anaknya dan tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2020 oleh

Tags: drakordrama koreaThe World of the Married
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Membedah Alasan ‘Hospital Playlist’ Jadi Drakor Favorit Sejuta Umat

19 Juni 2021
Nonton Hospital Playlist Adalah Cara Mengobati Rindu pada Hidup Tanpa Pandemi terminal mojok

Nonton ‘Hospital Playlist’ Adalah Cara Mengobati Rindu pada Hidup Tanpa Pandemi

12 Juli 2021
the devil judge drakor mojok

The Devil Judge: Ketika Ji Sung Jadi Hakim Iblis di Dunia Distopia Korea

11 Juli 2021
mitologi dewi hera dalam drakor the penthouse

Cocoklogi Patung Hera Palace sebagai Simbol Dewi Hera dalam Karakter Shim Su-ryeon ‘The Penthouse’

12 April 2021
Film Mr Hong_ Romansa Hye Jin dan Du Shik yang Agak Bikin Bengong terminal mojok

Film Mr. Hong: Romansa Hye Jin dan Du Shik yang Bikin Penonton Bengong

2 Oktober 2021
sulli

Miliki Banyak Haters, Netizen Adalah Pelaku Pembunuhan Sulli yang Sebenarnya

16 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.