Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
15 April 2026
A A
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya yakin kuliah S2 bisa mengubah hidup saya, kaum kelas menengah, jadi lebih baik. Tapi, tolong, caranya gimana?

Saya terharu membaca curahan hati warga kelas menengah yang diwakili oleh Mas Fauzi.  Curhatan tersebut dapat dibaca pada tulisannya di Terminal Mojok. Kurang lebih, kata Mas Fauzi warga kelas menengah itu nanggung. Mau dikasih bantuan sosial, tidak masuk kategori miskin. Dibiarkan berjuang sendirian, kondisinya tetap stagnan. Kasihanlah pokoknya!

Ya sebagai salah satu golongannya, saya mengamini apa yang diceritakan oleh Mas Fauzi. Kelas menengah memang senahas itu hidupnya.

Tapi, saya pribadi sebetulnya sudah punya solusi untuk keluar dari masalah ini, yakni saya harus bisa S2. Meskipun banyak yang bilang lulusan S2 tetap susah cari kerja, tak ada salahnya menjadi bagian dari 0,45% penduduk Indonesia. Kebetulan juga, saya dari desa yang lulusan S2-nya masih sedikit. Tentu, hal ini bukan saja akan memperbaiki kehidupan keluarga saya, tapi juga akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Hias!

Yah tapi, kembali lagi ke masalah di awal, sebagai warga kelas menengah, dari mana saya harus mulai? 

Kelas menengah tidak boleh coba-coba, terlebih perka

Bagi kelas menengah, bergantung pada keberuntungan bukanlah pedoman hidup yang bijak. Jadi, tidak ada kata “mencoba keberuntungan” di kamus kelas menengah. Saat mencoba sesuatu, setiap hal harus sudah sangat matang. Jika tidak, apa yang kita coba bisa-bisa beneran hanya jadi cobaan.

Misal nih, saat kita ingin mendaftar beasiswa kuliah S2, LPDP lah contohnya. Oleh karena masuk kategori kelas menengah, kita sejalur dengar orang-orang kaya, yakni jalur reguler. Nah, di jalur ini kita wajib mencantumkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Problemnya adalah, sertifikatnya tentu tidak gratis, paling murah saja sekitar 600 ribu sekali tes.

Bayangkan, bagaimana kalau skor hasil tesnya nggak sesuai sama yang diminta pemberi beasiswa. Hanguslah 600 ribu itu.

Baca Juga:

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Orang kaya sih tentu gampang mau tes berapa kali, sampai hafal soal tesnya pun mereka masih mampu. Nah, kelas menengah? Jangankan ikut tes lagi, tes pertamanya saja sudah mengurangi uang makan mereka selama sebulan. 

BACA JUGA: Kuliah S2 vs Langsung Kerja, Analisis Untung Rugi untuk Masa Depan

Dilema antara bantu ekonomi keluarga atau ngejar cita-cita kuliah S2

Kondisi selanjutnya yang juga cukup mengganggu pikiran kelas menengah saat ingin kuliah S2 yakni perasaan dilema. Mereka tidak pernah benar-benar mantap saat harus memilih mengejar cita-cita. Harapan mereka sering terbentur sama kondisi keluarga. Kemarin percaya diri, hari ini merasa nggak yakin, besoknya bisa semangat lagi atau tambah pusing.

Itulah yang saya rasakan beberapa minggu ke belakang ini. Di tengah perjuangan saya mencari jalan kuliah S2, banyak sekali yang membisikkan “udah, ambil yang pasti-pasti saja”. Misalnya, karena saat ini saya menjadi guru, tak sedikit yang menyayangkan keputusan saya tidak mengikuti PPG. Katanya, dengan PPG, saya bisa dapat tambahan 1,8 juta per bulan.

Lalu, kadang kita juga dibuat bimbang, perlu nggak sih kita cari kerja tambahan untuk menambah pemasukan. Tapi saat nambah kerjaan, kita malah sangat sibuk. Nggak ada waktu untuk belajar.

Ya, ketahuilah, tidak mudah bagi warga kelas menengah menyisakan tenaga dan biaya untuk ikut kursus yang mahal. Mending uangnya dibuat beli beras.

Tolong, negara jangan hadir setengah-setengah!

Kita sudah sepakat kalau warga kelas menengah itu perkembangannya stagnan. Bahkan ada yang bilang akan jadi orang miskin baru. Nah maka dari itu, sebetulnya, tak ada yang bisa membantu mereka selain negara. Bantuan yang saya maksud pun harus maksimal, bukan yang setengah-setengah. Kayak, kuliah S2 aja susah banget.

Mosok, mentang-mentang kami kelas menengah, dibantunya juga cuma setengah-setengah?

Maksudnya, ketika kelas menengah ini disandingkan dengan kelas atas, dari start-nya saja sudah beda. Kekuatan kami cuma setengah. Waktu kami habis untuk pekerjaan, tenaga pun sudah habis, eh gajinya cuma cukup buat makan. Untuk bisa  naik tingkat sangat sulit. Nah, kalau sudah sekali saja tumbang, kami tentu mudah sekali menyerah.

Jadi kalau bisa, renungkanlah kembali posisi kami. Kami berharap ada kebijakan yang maksimal untuk kelas menengah. Sekali lagi, kebijakan yang nggak setengah-setengah!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: beasiswa kuliah s2kelas menengahkuliah s2LPDP
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit Mojok.co

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit

26 Mei 2024
Panduan Lengkap Mendaftar Beasiswa LPDP 2024 (Unsplash)

Panduan Lengkap Mendaftar Beasiswa LPDP 2024: Syarat, Jenis, dan Cara Mendaftar

6 Desember 2023
Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang

1 Mei 2025
Veronica Koman Melanggar Kontrak LPDP atau Sekadar Pembungkaman Kebebasan Mengkritik MOJOK.CO

Veronica Koman Melanggar Kontrak LPDP atau Sekadar Pembungkaman Kebebasan Mengkritik?

12 Agustus 2020
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Australia, Pilihan Tepat bagi Mahasiswa Indonesia yang Mau Lanjut Kuliah S2 di Luar Negeri

Australia, Pilihan Tepat bagi Mahasiswa Indonesia yang Mau Lanjut Kuliah S2 di Luar Negeri

17 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.