Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Saya Pencinta Musik Keras dan Saya Bukan Pemuja Setan, Ingat Itu!

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
1 Juli 2019
A A
pemuja setan

pemuja setan

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika saya sedang asyik menulis beberapa artikel di kamar saya sambil diiringi lagu Beast and Harlotnya Avenged Sevenfold, tiba-tiba pintu kamar saya digedor. Ketika saya buka, nenek saya protes, ia berujar “itu apa teriak-teriak, kecilin! malam-malam gini dengar lagu setan kaya gitu! Kecilin suaranya.” Haaah, saya dengar lagu setan cuy.

Itu salah satu pengalaman saya sebagai penyuka musik keras yang disangka sedang mendengarkan nyanyian iblis berwujud band. Pernah juga ketika saya memutar lagu Led Zeppelin di speaker kos-kosan teman saya. Alunan lagu misterius Stairway to Heaven mengalun di kamar kosan teman saya. Dan sontak ia berucap, “Coeg, jangan setel lagu setan itu lah, kamu muja setan ya suka betul lagu-lagu kaya gini!” Astagfirullah, saya beristigfar. Saya masih punya Tuhan dan masih beragama, dan barusan saya beristigfar.

Aneh sekali, kenapa orang-orang selalu mengidentikkan musik keras seperti musik rock, metal, punk adalah lagu-lagu yang berkaitan dengan setan. Saya manusia normal, saya masih beragama, kok saya dituduh nyembah setan hanya karena selera musik saya bukan BTS, AKB48 atau SUPER JUNIOR. Kok seenaknya saya dituduh seperti itu. Padahal saya dengan hantu saja sering paranoid, lah ini dikira pemuja setan hanya karena selera musik.

Walupun memang musik keras identik dengan unsur-unsur kegelapan dan sering muncul gambar-gambar tengkorak. Pada kenyataannya hal tersebut hanya sebuah identitas. Bukan berarti identitas tersebut selalu berkaitan dengan kenyataan. Boleh saja kalian melihat band-band metal tampil garang di panggung dengan tampilannya yang sangat menyeramkan. Namun itu hanya identitas, sebuah branded untuk membangun karakter sebuah band dengan unsur keras.  Kalian sering terpaku bahwa band metal, rock dan sejenisnya adalah band-band yang diutus setan untuk membuat dunia ini hancur. Sejauh yang saya tahu, tidak seperti itu. Musik adalah hiburan pelepas penat. Dan apa pun jenis musiknya, semua sama, sebagai hiburan.

Orang-orang yang menyukai musik keras masih banyak yang ber-Tuhan. Masih banyak yang rajin beribadah, dan masih banyak yang berzikir. Jangan semena-mena menganggap musik keras adalah musik pembawa kehancuran. Pak Jokowi yang aliran musiknya hampir mirip dengan saya saja jadi Presiden. Lalu di mana mudaratnya?

Kalian masih terlalu terpaku dengan stigma. Masih tidak bisa membedakan antara suka dengan kepercayaan. Musik keras itu bukan agama, bukan sesuatu yang perlu di-Tuhankan.  Saya dan masih banyak pencinta musik keras lainnya hanya suka dan bukan memuja. Walaupun kadang ada yang sampai memuja, namun jumlah tersebut sangat sedikit dan di Indonesia sangat jarang. Saya dan banyak orang lainnya di Indonesia tidak termasuk golongan seperti itu . Saya hanya suka dan menikmatinya. Sudah sampai situ saja. Jika kalian menganggap orang-orang seperti saya ini adalah pemuja setan hanya karena suka, apakah saya yang setan atau kalian?

Saya masih beragama, bukan seorang Raellian yang menyembah UFO. Bukan Wicca yang sangat percaya hal-hal magis. Saya masih percaya agama saya. Dan tentu saya percaya bahwa setan itu ada. Namun saya masih waras untuk memfilter bagaimana kadang  memang ada dampak negatif dari lirik-lirik lagu metal, rock, atau punk.  Tapi saya tidak sampai gila dengan hal tersebut. Saya dan banyak orang lainnya masih terlalu waras dan masih dipenuhi logika jika kami dianggap pemuja setan hanya karena aliran musik.

Pencinta musik keras orangnya normal-normal kok. Kalau pun ada yang tidak normal kelakuannya karena musik keras, itu 1:100 jumlahnya. Saya normal-normal saja setelah mendengar lagu-lagu dari Slipknot, Ghost, Led Zeppelin, Avenged Sevenfold, Dream Theater sampai Guns N Roses. Kalian-kalian pencinta musik keras seperti saya pasti juga merasa normal-normal saja. Tidak ada boneka Voodo di rumah kami. Tidak ada gagak hitam menggantung di rumah kami dan yang pasti masih ada setan yang terus mengganggu kita semua agar saling membenci. Dan itu memang proker abadI setan!.

Baca Juga:

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam

Jangan terlalu mendiskreditkan para pencinta musik keras, lah. Semua aliran musik sama. Sama-sama menghibur. Jangan menyempitkan otak dengan memberikan statement yang aneh  berkaitan dengan selera musik.

Saya selalu menganggap bahwa musik itu adalah seni dan saya sangat suka mengapresiasinya. Tidak lebih. Musik ya musik bagi saya, sebagai hiburan. Sebagai sebuah hasil kreatif manusia yang dalam prosesnya dibuat dengan tidak mudah.

Jadi saya tegaskan kembali, pencinta musik keras bukanlah pemuja setan. Kami semua sama seperti kalian. Jangan terlalu repot mengaitkan musik keras dengan setan. Karena pada dasarnya kita semua sama di dunia ini. Setiap hari sering dihasut setan.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: metalmusik keraspemuja setanpenyembah setanstereotip
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

konser musik mojok.co

Nonton Konser Musik Metal Tanpa Berdiri dan Moshing? Ya Jelas Aneh, Lah!

30 Juni 2020
5 Stereotip Buruh Pabrik yang Perlu Dikoreksi Terminal Mojok

5 Stereotip Buruh Pabrik yang Perlu Dikoreksi

6 Februari 2022
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis

20 Mei 2020
stereotip polisi baru

4 Stereotip yang Kerap Tersemat pada Polisi Baru

18 Oktober 2021
Benarkah PNS Nggak Ngapa-ngapain ketika WFH Terminal Mojok

Benarkah PNS Nggak Ngapa-ngapain ketika WFH?

24 Juli 2022
Teknik Geodesi_ Disamakan Geologi, Dimusuhi Kaum Bumi Datar terminal mojok

Teknik Geodesi: Disamakan dengan Geologi, Dimusuhi Kaum Bumi Datar

27 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.