Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
2 Oktober 2020
A A
Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pertemuan saya dengan Cik Prima, Pemred Mojok, terlampau menyenangkan. Selain mendapatkan buku karya Agus Mulyadi—pusat jagad raya kepenulisan saya—pun saya mendapatkan petuah. Sejatinya, petuah ini terlampau menyebalkan. Yakni, jika Maret nanti saya nggak lulus-lulus, saya masuk daftar hitam penulis Mojok. Betapa menohoknya menengok skripsi saya nggak ada progres blas.

Sangat disayangkan, petuah Cik Prim bukanlah yang pertama. Ibu saya pernah bersabda, kalau saya nggak segera lulus, akses saya pulang ke rumah akan ditutup rapat-rapat. Nggathelinya, ancaman itu sudah berlangsung satu tahun yang lalu. Pun ibu saya tahu, kalau akses rumah ditutup, ya saya tinggal tidur di kosan teman. Bangsat memang.

Saya bukan terjebak dalam rasa senang nggak segera lulus. Edan, po. Saya pernah mengurung diri di kamar. Mematikan semua media sosial dan realitas sosial dengan kawan-kawan saya. Sampai-sampai saya nggak mau menerima tamu, padahal tamunya itu tukang galon. Blas saya malu untuk keluar, jiwa saya tertekan.

Di titik itu, saya mbatin, “Ya Allah aku kok goblok banget.” Tapi setelah itu saya ketawa. Jebul bukan hanya goblok, tapi juga males. Sebuah paket komplit untuk menyongsong masa depan yang syahdu itu.

Pelampiasannya saya jatuhkan kepada menulis di Mojok. Ketimbang pelampiasannya adalah narkotika dan hal yang enak-enak tapi dilarang sesuai kata Bang Haji Rhoma Irama (mungkin Cik Prim bisa menimang-nimang aspek ini). Selama menulis di Mojok, perlahan-lahan saya meninggalkan keterpurukan dan apa itu pecundang.

Saya memanfaatkan kebodohan saya untuk menulis. Aneh, kan? Ketika penulis lain memanfaatkan kepandaiannya untuk menulis, saya malah sebaliknya. Kawan-kawan bisa membaca tulisan-tulisan saya yang jauh dari kata akademik seperti ngobrol dengan pagar Soshum UGM sampai menghitung penghasilan kucing kampung selama pandemi.

Setelah itu saya pun berdamai dengan sifat malas dan bodoh ini. ketika semua sudah lulus, saya masih berkelumit dengan kehidupan kampus, kok rasa malu ini malah hilang entah ke mana. Saya sering nongkrong, mendengarkan cerita teman-teman dengan segenap pencapaian mereka. Itu menyenangkan bukan main.

Ada di suatu titik, saya justru merasa menjadi Messiah bagi mereka. Terutama bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan dan mencurahkan isi hatinya kepada saya. Derai tangis keluar begitu saja dengan syarat ada bekonang di antara kami. Malu bos untuk nangis, dengan kondisi sadar dan terjaga. Keadaan mabuk, kadang bisa mendorong seseorang untuk bercerita.

Baca Juga:

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

Nahas, ketika mabuk itu pula otak saya biasanya nggak bisa kasih solusi jitu, mandeg, dan nggak tahu harus ngomong apa, saya tinggal keluarkan kata-kata andalan, “Setidaknya kamu udah lulus. Lihat, nih, aku, masih stuck di tempat yang sama, belum mendapatkan giliran lebih maju sepertimu.”

Selama swakarantina, saya menghabiskan waktu dengan menonton tayangan Si Doel. Saya ngelamun, melihat sosok Si Doel yang klemar-klemer seperti nggak ada niat untuk menjalani kehidupan. Ia sudah lulus kuliah, tapi seperti nggak kuasa melawan pakem-pakem yang menetap di kehidupannya. Saya hanya mbatin, “Tukang insinyur kok kayak begini?”

Si Doel ini aneh. Pikiran ini berangkat dari banyak film yang berangkat dengan tokoh utama seorang pecundang. Biasanya, si tokoh utama ini mengalami masalah hidup yang luar biasa berat. Luntang-lantung nggak tahu mau apa, tiba-tiba dapat kekuatan super dan ndilalah jadilah Sailor Moon, ah, maksud saya super hero. Atau setidaknya manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. Atau setidaknya berguna bagi dirinya sendiri. Si Doel tidak begitu. Mengecewakan.

Kalau nggak ya berangkat dari tokoh utama yang memiliki permasalahan hidup. Misalnya broken home, dikucilkan dari masyarakat, anak yatim piatu, atau perihal sentimentil di dalam kehidupan. Pernah suatu ketika, saya merasa diri saya ini adalah Naruto. Suatu saat saya akan menjadi Hokage di sebuah RT. Menyenangkan memang onani dengan pikiran, apalagi menyangkut masa depan. Si Doel nggak begitu. Ia seperti nggak punya harapan selain “menyusu” kepada Sarah dan cinta-cintanya.

Selain itu, hidup Si Doel ini spaneng banget. Ia tak pernah tertawa karena keresahannya. Sungguh menyesal orang-orang yang seperti itu. Saya setidaknya bisa melepaskan lelucon mengenai lama lulus ini menjadi bahan bakar guyonan untuk melewati malam. Anehnya, saya blas nggak merasa tersinggung. Justru sangat menyenangkan lantaran saya bisa menyumbang sebuah amunisi tawa.

Beberapa kawan juga ambil bagian menjadikan lama lulus saya ini sebagai premis, set-up, bahkan punchline-nya. Sialnya, saya tahu arahnya ke mana, saya bantu menyusun komedi tersebut dan diakhiri dengan gelak tawa. Tanpa mereka tahu, saya sama sekali nggak pernah menyimpan marah.

Justru, dari sana saya bisa belajar mengenai struktur komedi di tongkrongan. Walau saya bisa membalas guyonan mereka, mengambil premis pengangguran. Jelas saya urungkan, pengangguran itu lebih sentimentil ketimbang lama lulus. Jaga-jaga saja, takutnya kelak saya berada di posisi itu. Walau saya yakin, saya bisa menjadi pengangguran yang ulung.

Lulus lama itu sejatinya lagu lama. Orang yang ngomong lulus lama itu pintu menuju kesuksesan dengan cara yang nggak terduga pun nggak kalah nggaplekinya. Wes to, seenak-enaknya lulus lama, semenggembirakan apa pun lulus lama, lebih enak kalau lulus tepat waktu. Walau menurut saya, “Lulus tak pernah tepat waktu.”

BACA JUGA Skripsi Itu Jangan ‘yang Penting Jadi’, Begini Alasannya dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2022 oleh

Tags: Lulus Kuliahsi doelSkripsi
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Wisuda Hanya Sebuah Seremoni, Rayakan Secukupnya Tak Perlu Berlebihan b

Ikrar Wisuda Bareng Teman Seangkatan Itu Cukup untuk Motivasi, Jangan Dijadikan Target Bersama, apalagi Maksa

30 Agustus 2023
Mahasiswa Kesayangan Dosen Hidupnya kayak Budak (Unsplash)

Status Mahasiswa Kesayangan Dosen Justru Menjadi Beban, Mahasiswi Ini Malah kayak Budak yang Nggak Bisa Menolak

28 Maret 2024
Sempro Adalah Tempatnya Mahasiswa Kritis, bukan Semata Selebrasi (Unsplash)

Sempro Adalah Momen Terbaik untuk Mengajak Teman yang Mau Memberi Pertanyaan Kritis, bukan Teman yang Maunya Ikut Selebrasi doang!

3 Desember 2023
jurusan madesu, lulus kuliah

Sudah Lulus Kuliah, Kok Masih Harus Ikut Wisuda?

7 Agustus 2019
Indofood Riset Nugraha, Solusi Mengerjakan Skripsi Tanpa Biaya skripsi mojok.co

Indofood Riset Nugraha, Solusi Mengerjakan Skripsi Tanpa Biaya

15 Desember 2022
staf tu fakultas yudisium wisuda lulus mojok

Di Kampus Saya, Orang Paling Menyebalkan Bukanlah Dosen Pembimbing, tapi Staf TU Fakultas

16 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa
  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku
  • Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji
  • Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi
  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.