Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Orang menganggap keunggulan Indomaret terletak pada jumlah gerainya yang hampir setiap beberapa ratus meter sekali muncul. Saya tidak sepenuhnya setuju meskipun itu tak bisa saya sangkal.

Menurut saya, selain itu, keunggulan Indomaret justru terletak pada kemampuannya menjual barang-barang yang tidak kita rencanakan untuk dibeli, tetapi tiba-tiba menjadi penyelamat hidup dan terbukti solutif. Saya tidak sedang membicarakan mi instan atau air mineral. Itu terlalu biasa karena minimarket lainnya pun menyediakan.

Saya sedang membicarakan tiga produk yang membuat saya akhirnya mengakui bahwa Indomaret memang paham cara mempertahankan pelanggan. Dan entahlah, menurut saya, itu adalah keunggulan Indomaret dibanding minimarket lainnya.

#1 Point Coffee, bukti bahwa minimarket bisa membuat coffee shop minder

Saya pernah berpikir kopi susu yang enak hanya bisa didapat di coffee shop. Ternyata saya salah, di Indomaret pun bisa. Point Coffee mengubah pandangan saya. Sekarang, saya bisa membeli kopi susu yang rasanya konsisten sambil berdiri di samping rak sabun cuci dan minyak goreng.

Kalau kebetulan gerainya belum punya Point Coffee, biasanya masih ada Coffee Gold. Memang tidak seikonik Point, tetapi cukup membuat saya tidak perlu mencari kafe hanya untuk mendapatkan segelas kopi susu.

Saya kadang curiga, jangan-jangan yang paling khawatir dengan perkembangan Point Coffee bukan kompetitor sesama minimarket, melainkan coffee shop yang menjual kopi susu tiga kali lipat lebih mahal.

#2 Celana dalam Indomaret, penyelamat saat darurat

Saya yakin banget, tidak ada orang yang bangun pagi sambil berkata, “Hari ini saya ingin membeli celana dalam di minimarket.” Celana dalam selalu dibeli karena keadaan darurat. Entah karena lupa membawa saat bepergian, mendadak harus menginap, atau baru sadar persediaan di rumah sudah memasuki fase pensiun massal.

Dan di saat seperti itu, Indomaret muncul sebagai penyelamat. Masuk, ambil ukuran yang paling mendekati harapan, bayar, selesai.

Saya tidak mengatakan kualitasnya mengalahkan merek premium. Tapi, untuk ukuran pembelian yang didorong kepanikan, celana dalam Indomaret jauh lebih berjasa daripada yang selama ini kita akui.

Terlebih lagi, Agus Mulyadi, pernah mereview kualitas celana dalam keluaran Indomaret tersebut dan dianggapnya sebagai celana dalam ternyaman. Padahal, Agus membeli celana dalam tersebut karena malu lantaran di Indomaret hanya menarik uang tunai dari ATM di dalamnya tanpa membeli sesuatu ketika keluar.

#3 Karet tabung gas di Indomaret

Saya pernah mengalami satu kejadian yang membuat saya sadar bahwa menjadi orang dewasa itu melelahkan. Bukan karena pekerjaan, melainkan karena tabung gas. Hal inilah yang bikin saya mengakui kedigdayaan Indomaret.

Waktu itu gas di dapur habis. Seperti biasa, saya membeli tabung gas baru dan menggantinya sendiri. Masalah muncul ketika regulator dipasang. Bukannya kompor siap dipakai, tabung gas justru terus “ngowos”. Bau gas langsung memenuhi dapur. Kepala mulai pusing, perut ikut mual, dan pikiran langsung membayangkan berita ledakan tabung gas yang dulu sering muncul di televisi. Saya panik. Tapi saya tak kepikiran Indomaret sama sekali.

Kesimpulan pertama saya sederhana: regulatornya rusak. Tanpa banyak berpikir, saya membeli regulator baru. Bukan regulator sembarangan, tetapi yang kualitasnya paling bagus dan harganya juga paling mahal. Saya memasangnya dengan penuh optimisme.

Hasilnya? Masih ngowos. Saya mulai curiga jangan-jangan selangnya yang bermasalah. Akhirnya saya membeli selang baru sekalian. Pulang, pasang lagi dengan penuh harapan. Tetap saja masih ngowos. Lalu, saya mendapat saran untuk cek karet tabung gasnya. Dan benar saja, memang karet tabungnya yang soak. Setan alas. Saat itu, saya punya pikiran liar, ada nggak ya karet tabung gas di Indomaret?

Saya pun masuk ke Indomaret. Di antara rak camilan, mi instan, dan kopi, ternyata ada benda kecil yang selama ini tidak pernah saya perhatikan: karet tabung gas. Kok iso i lho.

Saya pulang, mengganti karetnya, lalu memasang kembali regulator. Tidak ada bunyi. Tidak ada bau gas. Kompor pun saya nyalakan dan, ya, masalah terpecahkan.

Sejak saat itu, saya tidak lagi menganggap karet tabung gas sebagai benda sepele. Saat itu juga, saya mulai percaya bahwa Indomaret terkenal karena ia benar-benar memahami pelanggannya, dan itu jelas nilai tambah yang tidak mudah kamu temukan di mana saja.

Penulis: Supriyadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version