Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
5 Oktober 2025
A A
Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang (Danangtrihartanto via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian banyak warung sate klatak yang ada di Jogja, orang Semarang kayak saya menobatkan Sate Klatak Pak Jede sebagai yang terenak~

Sebagai orang Semarang yang lumayan sering bolak-balik Jogja, saya akui sate klatak adalah salah satu alasan yang bikin kangen kembali ke Kota Pelajar. Namun, kalau bicara soal kuliner Jogja yang satu itu, orang luar Jogja biasanya langsung tertuju ke dua nama besar penjaja sate klatak. Lebih-lebih, mereka yang menyandang status turis.

ADVERTISEMENT

Kalau tidak buru-buru menyerbu Sate Klatak Pak Bari yang popularitasnya makin melejit setelah tampil di film AADC 2, wisatawan lumrahnya menyambangi Sate Klatak Pak Pong yang memang legendaris dan usianya terbilang paling tua. Saya nggak bilang keduanya jelek. Tentu mereka punya cita rasa oke punya sehingga bisa bertahan sampai sekarang.

Namun, karena saya pernah cukup lama tinggal di Jogja dan familier dengan sejumlah kulinernya, saya punya warung sate kesayangan lain yang nggak kalah enak. Memang, soal rasa itu sifatnya personal. Akan tetapi, setelah mencicipi sana-sini, lidah orang Semarang ini nggak ragu lagi menempatkan Sate Klatak Pak Jede di kasta tertinggi.

Nggak perlu jauh-jauh tahan lapar karena ada di tengah kota

Sejujurnya, alasan pertama kenapa Sate Klatak Pak Jede menang di hati saya itu klise dan personal banget. Dulu, kalau saya ngidam sate klatak, wajib hukumnya ngesot jauh-jauh ke Bantul dari Sleman. Perjalanan panjang dengan motor itu sudah melelahkan. Belum lagi perut sudah keburu meronta-ronta lapar.

Sialnya, sesampainya di sana saya kadang masih harus antre cukup lama. Soalnya, warung sate yang saya kunjungi memang sudah lama populer. Sesungguhnya, sampai makanan tersaji di meja, lidah saya sudah nggak bisa objektif lagi. Pokoknya yang penting kenyang. Bukannya menikmati, saya malah makan seperti orang kesetanan.

Nah, Sate Klatak Pak Jede ini beda. Warungnya ada di Jalan Nologaten yang terbilang masih di area perkotaan sehingga gampang sekali dijangkau meski naik motor. Jarak yang nggak terlalu jauh bikin perut saya nggak tersiksa. Praktis, penilaian lidah saya jadi lebih jujur dan murni.

Selain lokasi, warung ini juga menawarkan kenyamanan yang sering diremehkan penjual lain. Buat saya, itu adalah parkiran luas, area makan bersih, kipas angin menyala semua, dan kamar mandi yang kinclong. Sederet faktor ini nyatanya penting banget bagi pelanggan. Dengan begitu, pengalaman makan sate jadi makin menyenangkan.

Baca Juga:

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

Konsepnya sama, tapi Sate Klatak Pak Jede punya cita rasa yang bikin penasaran

Secara konsep, Sate Klatak Pak Jede sama, yaitu daging ditusuk dengan jeruji besi dan dibakar. Namun ada sentuhan unik yang bikin saya candu dan terus ingin balik ke sana. Dagingnya empuk, saya yang pakai kawat gigi ini saja nggak kesulitan mengunyahnya.

Selain itu bumbunya meresap. Paling juara aroma asapnya yang kentara sekali. Padahal nggak ada daging yang terlihat gosong. Menurut saya, rasanya agak mirip bumbu sate taichan. Sederhana, gurih, dan ada aroma bawang putih yang kuat. Namun justru inilah yang bikin rasa autentik daging kambing mudanya nggak tertutupi bumbu.

Satu lagi yang tak kalah penting dari Sate Klatak Pak Jede, satenya full daging tanpa lemak. Tekstur daging yang juicy dan bebas dari bau khas kambing bikin sate ini cocok dimakan sendiri atau dengan nasi putih hangat. Kuah bening pendamping yang disajikan bersama sate juga jempolan.

Kuahnya memang berwarna kekuningan dan ada sedikit aroma rempah halus. Mengejutkannya, kuah gurih tersebut terasa lembut di kerongkongan, nggak ada sensasi nyegrak. Bahkan, keberadaan kuah bening ini pas sekali buat menyempurnakan dan menetralisir rasa asin dari sate.

Paling cocok di hati

Porsinya memang nggak banyak. Fakta ini yang kemudian bikin beberapa orang berpikir harganya mahal. Apalagi Jogja kental dengan citra murah meriah. Namun kalau sudah niat kulineran, sudah semestinya siap-siap anggaran. Lebih-lebih kalau pesan porsi tambahan gara-gara ketagihan.

Petualangan mencicip sate klatak bagi orang Semarang seperti saya ini ternyata membawa satu kesimpulan. Yang paling cocok di hati, belum tentu yang sering diomongkan orang atau sukses nampang di film terkenal. Buktinya, ritual makan sate klatak Jogja bagi saya justru berjodoh di warung Sate Klatak Pak Jede.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tips Aman Menikmati Sate Klatak, Makanan Khas Jogja yang Turun dari Surga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2025 oleh

Tags: kuliner jogjapenjual satesatesate kambingsate klataksate klatak pak jedesate klatak pak jede nologatenwisata kuliner jogja
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
5 Tips Jajan Gudeg Jogja yang Asli Enak, Nggak Cuma Modal Viral Mojok.co

5 Tips Jajan Gudeg Jogja yang Asli Enak, Nggak Cuma Modal Viral

2 September 2025
Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang Mojok

Gudeg Solo Kalah Pamor dari Gudeg Jogja, padahal Rasanya Lebih Gurih dan Cocok di Lidah Banyak Orang

30 Juli 2025
Kuliner Jogja yang Laku Banget dan Bertahan Lama di Malang (Shutterstock)

3 Kuliner Jogja yang Laku Banget dan Bertahan Lama di Malang

1 Agustus 2024
Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

Senikmat-Nikmatnya Kopi Joss Jogja, Saya Tetap Nggak Berani Coba. Lihat Arangnya Saja Sudah Ngeri Duluan

3 Maret 2026
4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya Mojok.cp

4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya

3 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.