Informasi
ADVERTISEMENT

4 kegiatan yang cocok untuk Purbaya setelah lengser dari jabatan menteri keuangan, bisa jadi trader hingga ternak ikan

4 kegiatan yang cocok untuk Purbaya setelah lengser dari jabatan Menteri Keuangan, bisa jadi trader hingga peternak ikan Mojok.co

Tiba-tiba 14 Oktober 2026 lalu Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari kursi Menteri Keuangan. Jabatan itu kemudian diisi oleh Suahasil Nazara. Kabar tersebut membuat semua orang kaget, bahkan Purbaya sendiri pun tampaknya tidak tahu-menahu karena di hari yang sama dia masih mengikuti agenda rapat bersama DPD.

Yah apa yang dialami oleh Purbaya bisa dialami oleh siapapun. Niatnya memulai hari untuk menyelesaikan banyak pekerjaan, eh tiba-tiba tanpa ada informasi terlebih dulu, langsung diganti. Ini mirip pacar yang tiba-tiba minta putus terus langsung nikah sama teman sendiri.

Akan tetapi, nggak apa-apa, melihat respon beliau yang menanggapinya dengan ceria, rasanya seperti melihat seseorang yang berhasil keluar dari lingkungan kerja yang toxic

Lebih menarik lagi, ketimbang memikirkan jabatan selanjutnya, dia dengan santai bilang ingin pulang dan memancing di kolam belakang rumah. Sambil memancing, Purbaya bilang ingin melamun sambil merenungi kenapa dirinya dicopot.

Melihat itu, saya sebagai warga negara yang peduli pada beliau, punya usulan kegiatan yang mungkin bisa beliau lakukan tanpa meninggalkan hobi mancingnya. Yah setidaknya bisa tetap produktif dan eksis ya. 

#1 Setelah ini Purbaya bisa jadi trader karena memang keahliannya

Sesaat setelah dicopot dari kursi Menteri Keuangan, anaknya, Yudo Sadewa membuat postingan di media sosial yang mengatakan bahwa bapaknya akhirnya bisa tidur nyenyak dan menjadi trader. Saya pribadi setuju dengan pernyataan anaknya.

Purbaya sendiri bilang, trading memang sudah menjadi keahliannya. Bahkan, pernyataannya yang nyentrik ketika IHSG merah, “waktunya serok”, menandakan beliau memang paham betul cara kerja pasar saham.

Beliau punya pengalaman, pengetahuan makro, uang juga pasti ada banyak. Jadi pilihan menjadi trader menjadi yang paling masuk akal bila disandingkan dengan hobi memancingnya. Nggak ribet dan bisa dilakukan sambil memancing.

Dengan status baru sebagai warga negara biasa, Purbaya tidak perlu lagi repot-repot menjelaskan dan menjawab pertanyaan dari wartawan soal harga pasar. Nggak ada lagi pertanyaan soal defisit anggaran, pajak, bea cukai, atau rupiah yang anjlok. Fokus saja melihat pergerakan saham.

#2 Bikin grup saham di Telegram untuk bapak-bapak bersama anaknya dan Yudha Keling

Kita semua tahu bahwa selama ini, Yudo Sadewa dan Yudha Keling ini suka saling berbalas pernyataan satu sama lain di media sosial. Saling membantah, saling sindir, dan saling mengolok-olok. Yudha Keling sering membuat postingan yang isinya me-roasting Yudo sekaligus menyentil Purbaya.

Itu mengapa, saya membayangkan bagaimana kalau ketiganya membuat satu komunitas di telegram soal saham yang khusus untuk bapak-bapak. Nama grupnya mungkin bisa “Purbaya Family Office feat. Yudha Keling.” 

Purbaya bertugas analisis makro. Yudo membahas saham. Yudha Keling bertugas mengingatkan anggota bahwa semua analisis tetap bisa berakhir nyangkut.

Saya rasa chemistry mereka akan memberikan dampak besar dan luas. Lebih jauh, grup ini punya kontribusi untuk menghindarkan bapak-bapak dari kebiasan judi online.

#3 Purbaya bisa buka pemancingan sendiri

Kalau beliau memang punya kolam ikan sendiri, spesifik yang isinya nila dan mujair, lalu kenapa tidak sekalian dikomersialisasikan saja?

Saya rasa sebagai mantan Menteri Keuangan yang biasanya mengelola anggaran negara, menghitung persoalan modal dan biaya adalah sesuatu yang mudah. Kemampuannya sudah lebih dari cukup untuk menghitung berapa modal, berapa keuntungan, dan berapa biaya pakan, harga tiket masuk, dan break even point dari usaha kolam.

Saya rasa, pemancingan yang dibuka Purbaya akan ramai dikunjungi. Bahkan, bisa jadi didatangi oleh para pejabat yang pusing memikirkan perintah atau permintaan presiden yang kadang di luar nalar itu.

Tempat pemancingan yang disediakannya bisa berubah menjadi tempat untuk mengambil jeda, merenungi arti hidup, dan saran relaksasi diri.

#4 Jadi peternak nila dan mujair

Kalau membuka pemancingan dirasa terlalu merepotkan, alternatifnya bisa mencoba ternak ikannya saja, spesifik ikan nila dan mujair. Jadi setelah setahun ngomongin pertumbuhan ekonomi, anggaran belanja dan alokasi anggaran negara, sekarang beliau bisa fokus berbicara soal pertumbuhan dan harga jual ikan nila dan mujairnya.

Dengan relasi yang sudah dimilikinya, saya rasa beliau sudah tidak perlu bingung harus menjual hasil panen ikannya ke mana. Dan, beliau pun bisa mengkonsumsinya untuk pribadi atau dibagikan kepada tetangga rumahnya. Benar-benar definisi menikmati hidup, kan?

Itulah 4 usulan kegiatan yang bisa dilakukan oleh Purbaya. Tapi, terlepas dari semua usulan di atas, kehidupan Purbaya setelah jadi Menteri keuangan tidak akan membosankan. Sebab, setelah tidak lagi mengurusi keuangan negara, beliau bisa dengan santai melihat negara dengan perspektif sebagai warga biasa. 

Tiap bagi menyeruput kopi, sambil mancing. Sesekali melihat berita di koran atau media untuk memastikan, ada kegaduhan apa hari ini? Membacanya kemudian tertawa hahah. Saya ucapkan selamat istirahat Pak Purbaya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2026 oleh .

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Exit mobile version