Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

Aqil Husein Almanuri oleh Aqil Husein Almanuri
24 Juli 2026
A A
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co tukang cukur madura

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya membaca tulisan Muhammad Iqbal Haqiqi yang terbit di Terminal Mojok pada 23 Juli 2026 dengan judul “5 Dosa Tukang Cukur Madura yang Bikin Pelanggan Risih dan Kapok Balik Lagi“. Melihat judulnya, saya sempat mengira penulis akan menyajikan sesuatu yang benar-benar berkaitan dengan Madura. Mungkin tentang budaya, kebiasaan sosial tertentu, atau fenomena unik yang memang hanya bisa ditemukan di Pulau Garam.

Namun setelah membaca keseluruhan, saya justru menemukan bahwa yang dibahas hanyalah pengalaman pribadi ketika berhadapan dengan beberapa tukang cukur.

Saya penasaran di mana penulis menemukan tukang cukur yang dimaksud. Sebab, sejauh saya menjadi anak Madura dan cukur rambut di Madura, hal-hal yang disebutkan penulis tidak saya alami. Bahkan tempat cukur langganan saya rapi, wangi, dan ramah. Beberapa kali ke tempat cukur lain, pun belum menemukan sebagaimana dimaksud penulis.

Meski penulis sudah memberikan penegasan bahwa tidak semua tukang cukur Madura seperti itu, persoalan tetap muncul pada cara pengalaman tersebut dikemas. Lima hal yang dikritik; mesin cukur yang tidak nyaman, kurang ramah, bau badan, alat tidak higienis, sebenarnya hanyalah persoalan profesionalitas individu. Semua hal itu tidak memiliki hubungan langsung dengan identitas Madura.

Seseorang bisa saja memiliki pelayanan buruk bukan karena ia orang Madura, melainkan karena personalitasnya yang kurang tertata dan tidak bisa menjaga kualitas.

Saya kerap menemukan pelayanan yang kurang menyenangkan di luar Madura, bertemu mas-mas ojek yang ketus, tempat cukur di luar tempat saya tinggal yang kurang bersih. Bahkan persoalan bau badan yang disebutkan penulis bukan sesuatu yang hanya mungkin ditemukan pada tukang cukur Madura. Di berbagai tempat dan berbagai profesi, persoalan menjaga kebersihan diri adalah persoalan pribadi, bukan persoalan identitas daerah.

Lalu, mengapa kata Madura harus menjadi bagian dari variabel pembahasan, yang sama sekali tidak memiliki hubungan? Mengapa kesalahan individu harus ikut membawa nama sebuah kelompok masyarakat yang jumlahnya jutaan orang?

Bukan Madura tidak boleh dikritik, tapi…

Pertanyaan saya ini bukan berarti orang Madura tidak boleh dikritik. Tentu saja boleh. Kritik terhadap perilaku, pelayanan, profesionalitas seseorang adalah hal wajar. Namun, menjadi kurang tepat kalau identitas kelompok ikut diseret pada hal-hal yang nggak ada hubungannya. Ini yang akan semakin membuat runyam stigma negatif orang-orang terhadap Pulau Garam.

Baca Juga:

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

Sebagai orang Madura yang melanjutkan studi ke Surabaya dan punya pasangan orang Jawa, saya merasakan betul bagaimana Madura dibaca dengan cara yang selalu tidak menyenangkan. Candaan dan stereotip tentang Madura masih sangat liar, dan beberapa bahkan tidak berdasar. Seperti menganggap semua orang Madura bebal, kumuh, terbelakang, tempramen, dan lain-lain.

Apakah kumuh, bebal, terbelakang, bau badan, dan semacamnya pantas digeneralisasi hanya karena pengalaman pribadi?

Tidak heran jika kemudian sebagian mahasiswa Madura yang saya temui sengaja menyembunyikan identitas ke-Madura-annya. Hal demikian dilakukan karena mereka sudah membayangkan respons yang akan muncul. Ada kekhawatiran bahwa sebelum dikenal sebagai individu, mereka terlebih dahulu akan dinilai berdasarkan label tentang daerah asalnya.

Di titik inilah, stigma menjadi persoalan serius. Sebuah identitas yang seharusnya menjadi kebanggan, justru menjadi aib bagi sebagian orang. Alasannya adalah karena opini publik telah terlanjur terbentuk dan dibentuk oleh tulisan-tulisan yang sengaja menggiring stigma demikian.

Tidak sempurna, tapi, ayolah

Tentu Madura bukan daerah yang sempurna, saya akui itu. Sama seperti daerah lain, Madura punya persoalan sosial yang perlu dikritik. Madura pun punya sisi lain yang menarik; tradisi pesantren, budaya keilmuan yang khas, pekerja keras, dan orang-orangnya yang sudah berkontribusi di berbagai bidang. Itu bagian dari identitas Madura yang tak kalah penting.

Masalah muncul ketika cerita dan narasi ke-Madura-an dikaitkan dengan hal-hal negatif yang sensasional. Sebuah perilaku buruk seseorang bisa dengan cepat dikaitkan dengan identitas kedaerahan. Sementara keberhasilan dan kontribusinya di sisi lain hanya dianggap sebagai pencapaian individu. Adil nggak?

Di sinilah pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan identitas kelompok dalam tulisan. Ketika misal tulisan menempatkan Madura dengan perilaku negatif, kesan yang terlintas pertama kali adalah identitas yang buruk yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yang bahkan (saya ulangi lagi) tidak ada hubungannya sama sekali.

Tulisan mas Iqbal Haqiqi saya kira sudah baik, terutama dalam menyampaikan keresahan pribadi dan kritik pada profesionalitas tukang cukur. Bahkan, andai tanpa label Madura pun, tulisan itu memiliki tulisan kritik yang menarik. Dengan begitu, kritik akan lebih tepat sasaran dan tak turut memperpanjang stigma.

Penulis: Aqil Husein Almanuri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2026 oleh

Tags: madurastigma pada maduratukang cukur madura
Aqil Husein Almanuri

Aqil Husein Almanuri

Hamba Tuhan yang Melankolis. Kadang mengajar, kadang nulis, kadang kuliah, kadang ngopi, dan gemar mengamati dunia politik pemerintah.

ArtikelTerkait

5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam! warmindo jogja warteg

5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam!

16 Agustus 2024
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

28 Desember 2025
Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Aneh di Mata Orang Jember Mojok.co

Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Ternyata Aneh di Mata Orang Jember

20 Juni 2024
Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya Mojok.co

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya

16 Oktober 2024
Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

3 Maret 2025
Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co tukang cukur madura

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

24 Juli 2026
Spanduk tempat makan terdekat bikin pakai AI itu malah norak (Wikimedia Commons)

Laper malah ilang begitu lihat tempat makan terdekat rumah saya bikin spanduk pake AI. Ada yang ngerasa gitu juga nggak?

24 Juli 2026
Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

Nongkrong sama teman yang lagi mabuk dan banyak bacot benar-benar bikin emosi

20 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai? (Unsplash)

Kenapa orang Bali jarang liburan ke pantai, padahal tinggal deket pantai?

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.