Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Suka Duka Tinggal di Rumah Pinggir Jalan Raya Utama: Buka Usaha Mudah, tapi Susah untuk Hidup Tenang

Muhammad Syadullah Fauzi oleh Muhammad Syadullah Fauzi
9 Desember 2025
A A
5 Penderitaan Abadi yang Dirasakan Penghuni Rumah di Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Kejahatan dan Kena Polusi Suara Tanpa Henti! rumah pinggir jalan raya

5 Penderitaan Abadi yang Dirasakan Penghuni Rumah Besar di Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Kejahatan dan Kena Polusi Suara Tanpa Henti!

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di rumah pinggir jalan raya itu punya ternyata punya privilege tersendiri, meskipun tetap ada hal-hal yang bikin geleng-geleng kepala.

Hal paling enak adalah aksesnya. Saya tak pernah kesulitan untuk akses keluar masuk rumah. Bahkan untuk menunggu jemputan bis atau travel, kita tinggal menunggu di depan rumah, tak perlu janjian di SPBU atau mini market. Rumah di pinggir jalan itu seperti lokasi premium yang tidak perlu diiklankan.

Setiap hari, suasana depan rumah selalu hidup. Saya menjadi saksi setiap hari orang-orang yang berlalu lalang berangkat dan pulang kerja. Semua kesibukan jalanan selalu kita saksikan setiap hari. Kita tidak pernah merasa sepi. Ada ritme yang terus berdetak, membuat rumah terasa berada di pusat aktivitas.

Selain akses yang mudah, rumah pinggir jalan itu amat cocok buat punya usaha. Kalau punya usaha kecil di rumah, tinggal di pinggir jalan raya adalah cheat code yang lumayan. Modal marketing nyaris nol. Tinggal buka pintu, lalu tunggu pembeli datang. Tidak perlu bayar sewa kios. Banyak yang tidak sengaja jadi pelanggan hanya karena kebetulan lewat.

Selain itu, rumah pinggir jalan sering jadi patokan umum. “Rumahnya sebelum tikungan yang ada warung kecil itu,” atau “Yang pagar hijau pas di pinggir jalan besar.” Rasanya seperti rumah kita masuk Google Maps lokal tanpa kita sadari.

Tentu saja, di sisi seberang hal-hal yang menyenangkan, ada hal-hal menyebalkan yang menghantui diam-diam.

Tak ada ruang untuk sepi

Tapi semua privilege itu harus dibayar dengan harga. Tinggal di pinggir jalan raya utama hampir tidak pernah menawarkan ketenangan. Dari subuh sampai malam, selalu ada suara aktivitas. Kita tidak benar-benar bisa menikmati suasana rumah yang sunyi.

Kadang baru duduk santai di depan rumah, tiba-tiba ada kendaraan besar lewat yang menggetarkan bumi. Baru mau istirahat siang, ada suara klakson dan telolet bis. Mau fokus kerja, ada suara motor ngebut yang bikin jantung ikut loncat. Rumah pinggir jalan itu memang hidup, tapi kadang terlalu hidup.

Baca Juga:

Hidup di Kawasan Lingkar Tambang Itu Nggak Menyenangkan, kalau Nggak Kena Debu, ya Kena Penyakit Paru-paru

Bisnis Es Batu Rumahan: Usaha Modal Kecil yang Besar Untungnya, tapi Perlu Kesabaran Berlipat Ganda

Masalah suara adalah paket lengkap yang tak mungkin ditolak. Truk, bus, motor knalpot racing, ambulans, hampir setiap hari lewat. Bahkan jam tertentu seperti punya jadwal bising tersendiri.

Ketika butuh ketenangan, kita harus ekstra usaha. Menutup pintu tidak selalu cukup. Pasang kipas atau musik justru malah jadi white noise tandingan untuk meredam keramaian luar. Dan entah kenapa, momen kita ingin istirahat itu selalu bertepatan dengan suara paling berisik yang lewat.

Keamanan dan kebersihan Jadi PR tambahan untuk rumah pinggir jalan raya

Rumah di pinggir jalan raya gampang dicari, tapi juga gampang diintai banyak orang. Kita harus lebih waspada. Gerbang harus aman, pintu tidak boleh lupa dikunci, dan pergerakan orang asing lebih sering kita perhatikan.

Kalau punya anak kecil, ini jadi isu serius. Halaman depan harus benar-benar aman. Aturan “jangan main dekat jalan” bukan sekadar nasihat, tapi peraturan ketat. Lalu lintas yang deras tidak bisa diajak kompromi.

Selain itu, polusi dari asap kendaraan dan debu jalanan menjadi tantangan tersendiri. Lantai rumah harus selalu dibersihkan setiap hari. Dan bagi penghuni rumah tepi jalan raya utama, ISPA menjadi penyakit yang selalu dikhawatirkan.

Lebih dinamis, lebih sibuk, tapi tetap menyenangkan

Punya rumah pinggir jalan raya memang tidak pernah membosankan. Ada aktivitas yang terus berganti. Ada interaksi spontan antara penghuni rumah, tetangga, dan orang lewat. Kita seperti tinggal di simpul kehidupan masyarakat.

Kadang capek, kadang lucu, kadang bikin cerita sendiri. Tapi dinamika itu justru bagian dari pesonanya. Rumah terasa terhubung dengan dunia luar lebih intens daripada rumah di dalam gang.

Pada akhirnya, enak dan nggak enaknya tinggal di pinggir jalan raya utama adalah soal kebiasaan. Kebisingannya memang ada, risikonya memang terasa, tapi akses dan kemudahannya juga tidak terbantahkan.

Kalau ditawari pindah ke tempat yang lebih sunyi, belum tentu saya mau. Sudah kadung betah. Sudah cocok dengan hiruk-pikuknya. Dan diam-diam, saya menikmati ritme hidup rumah pinggir jalan yang ramai, ribut, tapi selalu penuh cerita.

Penulis: Muhammad Sya’dullah Fauzi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Penderitaan Abadi yang Dirasakan Penghuni Rumah Besar di Pinggir Jalan: Jadi Sasaran Kejahatan dan Kena Polusi Suara Tanpa Henti!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2025 oleh

Tags: bisnis rumahanISPAruko pinggir jalanrumah pinggir jalan raya
Muhammad Syadullah Fauzi

Muhammad Syadullah Fauzi

Kuliah di Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga. Sosok yang menjalani peran ganda dalam kesehariannya. Bisa tampil rapi saat menjadi Guru di depan kelas, namun tak gengsi berubah menjadi Kuli (pekerja kasar) di lain waktu.

ArtikelTerkait

Bisnis Es Batu Rumahan Usaha Modal Kecil, Untungnya Besar (Pexels)

Bisnis Es Batu Rumahan: Usaha Modal Kecil yang Besar Untungnya, tapi Perlu Kesabaran Berlipat Ganda

28 Januari 2025
Hidup di Kawasan Lingkar Tambang Itu Nggak Menyenangkan, kalau Nggak Kena Debu, ya Kena Penyakit Paru-paru

Hidup di Kawasan Lingkar Tambang Itu Nggak Menyenangkan, kalau Nggak Kena Debu, ya Kena Penyakit Paru-paru

23 September 2025
Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Panas Heatwave yang Sedang Menyerang jakarta

Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Heatwave yang Sedang Menyerang

16 Oktober 2023
5 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil di Bawah 200 Ribu, Ada Juga yang Cuma Modal Dengkul!   bisnis laris 2025

5 Ide Bisnis Rumahan Modal di Bawah 200 Ribu, Ada Juga yang Cuma Modal Dengkul!  

11 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.