Roti Aoka: Rasanya Pas di Lidah, Harganya Pas di Kantong

Roti Aoka Rasanya Pas di Lidah, Harganya Pas di Kantong Terminal Mojok

Roti Aoka Rasanya Pas di Lidah, Harganya Pas di Kantong (Unsplash.com)

Kabar bahagia datang bagi para pencinta roti. Kalau kalian biasanya perlu merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati sepotong roti enak, kini ada alternatif lain menikmati sepotong roti enak. Iya, roti yang tengah populer di kalangan masyarakat Indonesia ini namanya roti Aoka. Roti ini bisa jadi solusi yang pas buat kalian yang kepingin merasakan roti panggang dengan harga murah, varian rasa beragam, namun tetap nikmat.

Roti Aoka dibanderol seharga 2 ribu rupiah per pcs. Dengan harga segitu, kalian sudah bisa mendapatkan roti dengan ukuran yang pas untuk dimakan. Roti ini juga sudah tersedia di beberapa tempat seperti minimarket dan warung kelontong, bahkan bisa dibeli melalui marketplace juga.

Saya pribadi kini menjadikan roti satu ini sebagai prioritas roti yang akan saya beli. Gimana nggak prioritas, roti ini menawarkan sensasi garing dan lembut secara bersamaan. Ketika gigi mulai merobek roti ini lebih dalam, lidah akan disuguhi lembutnya isian yang manis tapi nggak bikin enek. Manisnya olesan selai dalam roti Aoka pas, nggak berlebihan. Perpaduan roti dan selai ini seakan pas untuk dinikmati siapa saja.

Saat ini Aoka memiliki enam varian rasa mulai dari cokelat, stroberi, keju, vanila, blueberry, hingga durian. Sebenarnya saya belum pernah mencicipi varian stroberi dan blueberry, namun dari keempat varian lain yang telah saya cicipi, saya bisa merasakan keunikan di tiap rasanya.

Aoka menghadirkan sepotong roti panggang isian yang beda dari roti sejenisnya. Apabila roti merek lain agak malu-malu memberikan isian selai atau kurang imbang mengombinasikan roti dan isian selainya, Aoka justru hadir dengan kelebihan itu. Isian selai dalam roti porsinya pas, nggak sedikit atau terlalu banyak. Tekstur selainya pun nggak terlalu kental atau encer.

Salah satu varian favorit saya, durian, bisa menjadi contoh konkret bagaimana Aoka berhasil menghadirkan satu varian yang solid dari segi rasa. Varian rasa durian biasanya cukup tricky dalam satu produk lantaran beberapa orang biasanya nggak tahan dengan aroma serta rasa khas durian yang cukup pekat. Namun Aoka berhasil menyiasatinya dengan membuat varian rasa roti panggang durian yang nggak terlalu pekat. Apalagi roti tawar di bagian luar juga jadi penyeimbang rasa pada roti ini. Saya pikir Aoka rasa durian bisa dinikmati siapa saja, termasuk orang yang nggak suka buah berduri ini.

Selain harganya yang nyaman di kantong, Aoka juga bisa dinikmati dalam momen apa pun. Walaupun roti identik dengan camilan pengganjal perut atau menu sarapan, nyatanya roti panggang satu ini masih wangun apabila dijadikan snack pengajian atau acara arisan trah.

Sebenarnya di luar sana ada beberapa berita simpang siur soal kualitas roti ini. Tak sedikit orang yang memandang Aoka sebelah mata karena harganya yang tergolong murah untuk sepotong roti. Saya sendiri merasa tak ada masalah dengan itu dan ingin merekomendasikan kepada jamaah Mojokiyah untuk mencicipi roti ini paling nggak sekali seumur hidup. Tenang, roti yang diproduksi oleh PT Indonesia Bakery Family ini sudah mengantongi izin BPOM dan juga sudah ada logo halal MUI di kemasannya.

Saya pikir hanya ada dua kemungkinan apabila ada orang yang nggak menyukai roti Aoka ini. Kemungkinan pertama, orang tersebut makan roti ini tanpa dikunyah. Kemungkinan kedua, orang tersebut mungkin makan plastik bungkusnya, alias ra mungkin kowe ra seneng!

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Rekomendasi Tasyi Athasyia: 4 Selai Cokelat Paling Enak buat Olesan Roti.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version