Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan

Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

Banyak sekali Podcast yang bertebaran saat ini. Mulai dari Podcast humor, horor, sampai yang menyayat hati. Saya sudah mendengarkan beberapa genre Podcast seperti yang saya sebutkan barusan. Mendengarkan Podcast berasa seperti dengar radio konvensional. Alternatif buat saya yang rindu radio konvensional. Hingga akhirnya saya menemukan Podcast Rintik Sedu.

Stasiun radio yang biasanya ada di radio konvensional sekarang bisa didengarkan secara online. Selain itu beberapa stasiun radio juga punya Podcast mereka sendiri. Keren sih sebenarnya. Podcast memang kekinian sekali. Anak-anak muda harusnya lebih sering dengar Podcast sekarang.

Saya biasanya lebih sering dengar Podcast horor dan yang mellow-mellow. Apalagi Podcastnya Rintik Sedu. Belum lama ini saya jadi penggemar Podcastnya, baru seumur jagung. Tapi, Podcast ini membuat saya bisa meratapi kehidupan. Khususnya percintaan.

Kalau kalian suka sekali dengan apa pun yang menyayat hati atau sedang ingin meluapkan emosi dengan menangis, Rintik Sedu mungkin bisa jadi solusi kalian untuk meluapkan emosi itu. Saya suka sekali kalau sudah dengar Rintik Sedu bicara. Intonasi suaranya bagus dan lembut. Benar-benar bisa menenangkan hati pendengar.

Selain karena kontennya yang memang merepresentasikan kehidupan sehari-hari, Rintik Sedu juga hadir dengan dua bahasa. Bahasa Indonesia dan Inggris. Jadi buat kalian yang ingin menambah skill berbahasa bisa dengar juga.

Saya sudah mendengarkan beberapa judul dari Podcast Rintik Sedu. Seperti “Orang Sedih”, “Misi Penyelamatan Hati”, “Selamat Hari Sedih Sedunia”, “Insecure Adalah Hak Semua Manusia”, dan masih banyak lagi. Nggak cuma berisi konten soal patah hati, ada juga motivasi untuk pendengar setia.

Saya tersentuh kala mendengar “Orang Sedih” untuk pertama kalinya. Ketika dengar isi Podcast itu, penyiar sedang merasa sedih. Sama seperti saya yang kadang merasa sedih entah apa sebabnya. “Orang Sedih” menggambarkan perasaan sedih yang entah datang dari mana. Emosi seperti sedih dan marah memang wajar adanya walau kadang kita tidak tahu persis penyebabnya.

“Orang sedih nggak butuh saran.”

“Orang sedih hanya butuh tahu kalau mereka nggak sendirian.”

Dua kalimat dari “Orang Sedih” yang selalu terngiang dalam ingatan saya sampai hari ini. Saya menyadari ketika dengar “Orang Sedih”, Rintik Sedu akan menjadi Podcast galau favorit saya mulai saat itu.

“Misi Penyelamatan Hati” nggak kalah mellownya dengan “Orang Sedih”. Memiliki hubungan dengan orang yang salah memang sangat menyebalkan. “Misi Penyelamatan Hati” menjelaskan itu semua. Bagaimana perjalanan percintaan yang nggak jelas. Hanya sepihak. Perjuangan yang sia-sia. Berakhir dengan melepaskan.

“Sebuah ending yang harus dipikirkan sejak awal.”

“Lagi-lagi harus menjemput perasaan ini pulang ke rumah tanpa buah tangan yang bisa jadi kenang-kenangan.”

Ah! Beberapa penggal kalimat itu harusnya sudah bisa menjelaskan seberapa galau Podcast Rintik Sedu. Jujur, Rintik Sedu punya cara penyampaian yang ringan dan mudah masuk ke dalam hati dan pikiran. Bersiap-siaplah yang galau semakin galau. Kalau mau nangis, bisa nangis sejadi-jadinya.

Bayangkan mendengarkan Rintik Sedu selama musim penghujan seperti ini. Hujan jadi momen tersendiri untuk menenangkan diri dan pikiran. Dengar Podcast sembari minum teh atau kopi hangat. Suatu kolaborasi yang luar biasa bukan? Tetes air hujan yang perlahan turun lewat jendela kamar, jadi sesuatu yang bahkan bisa kita ratapi.

Saya juga bingung kenapa hujan bisa dikaitkan dengan memori lawas. Maksudnya dengan memandangi hujan pikiran saya juga bisa menjelajahi waktu dengan sendirinya. Entah kenapa Rintik Sedu mampu membawa saya mengingat kembali momen-momen berharga yang pernah saya lewati. Entah itu bersama teman, keluarga, atau pacar.

Efek suara penyiar yang memabukkan ditambah rintikan air hujan agaknya memang sakti. Podcast ini akan terus berlanjut pada judul-judul berikutnya yang relate dengan kehidupan manusia di muka bumi.  Saya bisa tertawa dan menangis dalam satu waktu. Saya kira cukup kalau hanya me time dengan mendengarkan Podcast.

Saya merekomendasikan Podcast ini bukan tanpa alasan. Saya seakan bisa lebih menghargai hidup. Semua keluh kesah yang disampaikan penyiar juga sesuatu yang ingin saya sampaikan. Penyiar memang tahu isi hati pendengar.

Gara-gara ini, kebiasaan saya mendengarkan Podcast jadi meningkat. Memang nggak hanya Podcast ini yang saya dengarkan. Sebab Podcast ini spesial, butuh waktu yang pas untuk didengarkan. Kalau keadaan hati sedang ceria ya nggak pas banget, yang tadinya bahagia nanti malah sedih.

Setidaknya Rintik Sedu bisa jadi solusi kalau perasaan sedang dalam keadaan kacau balau. Kita akan merasa seperti sedang berada di ambang kehancuran. Tidak ada salahnya untuk merayakan kesedihan. Siapa tahu dengan mengafirmasi segala pelik dalam hidup, hati bakal lebih lega.

BACA JUGA Embel-embel Kewajiban Perempuan Membuat Saya Malas Beres-beres Rumah atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version