Review Jujur HAN RIVER Rice Cooker Mini setelah 2 Bulan Pemakaian Anak Kos

Review Jujur HAN RIVER Rice Cooker Mini setelah 2 Bulan Pemakaian Anak Kos

Review Jujur HAN RIVER Rice Cooker Mini setelah 2 Bulan Pemakaian Anak Kos (Unsplash.com)

HAN RIVER rice cooker mini adalah jawaban dari doa kebanyakan anak kos yang pengin punya alat masak multifungsi tapi murah.

Banyak orang yang sepakat bahwa memasak merupakan salah satu cara menghemat pengeluaran. Selain itu, hasil masakan sendiri dinilai lebih sehat, terutama untuk anak kos. Maka nggak usah heran kalau rice cooker termasuk peralatan yang cukup penting bagi anak kos, sebab rice cooker merupakan alat yang multifungsi. Mulai dari masak air, menanak nasi, hingga masak lauk bisa dilakukan dengan rice cooker. Dan HAN RIVER merupakan salah satu merek yang kerap muncul dalam kolom pencarian rice cooker di toko oren yang menarik bagi saya.

Kenapa saya bilang menarik? Karena tampilan rice cooker satu ini cukup elegan. Padahal harganya murah meriah lho, kurang dari 200 ribu rupiah. Siapa coba yang nggak tertarik untuk meminang rice cooker satu ini? Selaras dengan itu, perusahaan HAN RIVER mengeklaim menyediakan produk yang terjangkau dan berkualitas tinggi untuk para customer-nya di Asia Tenggara.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan review jujur dari HAN RIVER rice cooker mini setelah dua bulan pemakaian. Review yang saya tuliskan ini berdasarkan pengalaman pribadi ya, gaes. Sebelum memutuskan untuk beli rice cooker mini ini, kalian kudu baca artikel ini sampai habis.

Tampilan dan ukuran HAN RIVER rice cooker mini

Secara tampilan, rice cooker mini ini sangat menarik, sebab tersedia dalam berbagai macam warna-warna doff yang memberikan kesan elegan, mewah, dan eksklusif. Hal tersebut ditampilkan dalam toko oren bahwa HAN RIVER rice cooker mini memiliki warna hijau, cokelat, pink, dan putih. Kebetulan saya beli yang warna hijau.

Hal pertama yang saya sayangkan dari HAN RIVER rice cooker mini ini adalah ketiadaan tempat pembuangan air bekas uap nasi, sehingga membuat area sekitar panci masak bergelombang oleh air bekas memasak. Makanya saat menggunakan rice cooker mini ini saya harus sering-sering mengelap biar nggak ada bekasnya.

Secara ukuran, namanya juga rice cooker mini, jelas minimalis. Bentuk rice cooker-nya kubus dengan ukuran tiap sisinya hanya sejengkal jari orang dewasa. Tentu saja ukurannya yang mini ini merupakan keuntungan bagi anak kos kayak saya karena menghemat ruang.

Akan tetapi sesuai dengan ukurannya, jangan harap bisa masak banyak menggunakan rice cooker HAN RIVER ini, ya. Sekali masak, rice cooker ini hanya bisa untuk 2-3 porsi makan. Kalau buat anak kos kayak saya, porsi segitu sih cukup untuk makan seharian.

Watt-nya kecil, masaknya cepat

Hal lain yang bikin saya tertarik membeli HAN RIVER rice cooker mini ini adalah watt-nya yang kecil. Rice cooker ini memiliki daya 200W. Dibandingkan merek lain seperti Miyako, Cosmos, Advance, Welhome, Philips, dll., rata-rata memiliki daya 300W bahkan lebih. Makanya HAN RIVER ini cocok banget buat anak kos yang menggunakan token listrik sendiri.

Dengan daya yang rendah, proses memasak nasi menggunakan HAN RIVER rice cooker mini ini nggak kalah cepat dengan rice cooker merek lainnya, kok. Untuk memasak nasi hingga matang, saya hanya perlu menunggu sekitar 20 menit. Tapi, ada kelemahannya. Karena rice cooker ini cepat panas, untuk menstabilkan suhunya setelah digunakan cukup makan waktu.

Berdasarkan pengalaman saya, setelah memasak nasi, alat ini masih cukup panas untuk dipegang dalam waktu kurang lebih 30 menit setelah masak. Saya pernah sekali mencoba meletakkan kain ke dalam paci rice cooker. Tak lama, kain yang saya masukkan seperti terbakar api cemburu, eh, maksudnya seperti ada sisa terbakar saking panasnya suhu panci rice cooker.

Penggunaannya mudah

Meski desainnya elegan dan futuristik, mengoperasikan HAN RIVER rice cooker mini ini sangat mudah, kok, seperti rice cooker pada umumnya aja. Kebetulan rice cooker mini yang saya beli memiliki dua fungsi, untuk menghangatkan dan memasak yang ditunjukkan dengan pilihan keep warming dan cooking.

Dalam proses memasak nasi, pengguna bisa mengetahui apakah nasinya sudah matang atau belum dengan perubahan otomatis dari alat ini dari cooking menjadi keep warming. Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya, lebih baik masak untuk sekali makan langsung habis, sebab mode keep warming bisa membuat nasi kering dan keras jika dibiarkan agak lama.

Pernah sekali waktu saya pergi ke kampus meninggalkan HAN RIVER rice cooker mini ini di kos sekitar 5 jam dari proses memasak. Begitu pulang, nasi di dalam rice cooker mengering dan lapisan dalam pancinya terdapat bekas gosong. Untung aja bekas gosong di panci rice cooker-nya bisa hilang, Gaes. Sesuai klaimnya, panci rice cooker ini anti-lengket, kok.

Sekian review jujur HAN RIVER rice cooker mini dari saya. Saya harus bilang kalau rice cooker mini ini cocok banget buat anak kos yang pengin punya alat masak murah tapi multifungsi, hemat daya, portable, dan mudah digunakan. Jangan lupa juga, tampilannya menawan, lho. Untuk harga nggak sampai 200 ribu sih worth to buy. Kalian tertarik pengin beli juga?

Penulis: Desy Fitriana
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Rice Cooker Miyako, Juru Selamat Anak Kos di Seluruh Penjuru Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version