Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Resiko Bukan Gamer: Merasa Asing Saat Teman yang Lain Bermain PUBG dan Mobile Legend

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
9 Juli 2019
A A
SHAREit Sekarang Jadi Aplikasi Mesum yang Banyak Clickbaitnya terminal mojok.co

SHAREit Sekarang Jadi Aplikasi Mesum yang Banyak Clickbaitnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu TK saya merasa beruntung sempat merasakan bermain Nintendo yang dibelikan Bapak sebagai kado ulang tahun saya yang ke 5. Walau sebagian orang mungkin menganggap biasa, bagi saya itu menjadi kenangan masa kecil yang tidak terlupakan. Apalagi sewaktu bermain game legendaris Super Mario Bros. dengan misi menyelamatkan putri yang disandera oleh naga.

Setelahnya saya tidak bermain game selama beberapa tahun sampai akhirnya kelas 6 SD tertarik untuk membeli PlayStation dengan menggunakan uang tabungan. Pikir saya waktu itu, demikian akan jauh lebih baik dibanding menyewa atau datang ke rental PlayStation yang pastinya akan lebih boros dan menghamburkan uang jajan harian—belum lagi pasti akan dimarahi orang tua.

Kesenangan bermain PlayStation terbilang tidak berlangsung lama, hanya sekitar 2 tahun setelahnya saya kembali merasa bosan. Saat itu, entah saya yang kesulitan menyelesaikan game-nya sampai akhir atau karena sudah menguasai dan beberapa kali menyelesaikan game-nya sehingga saya merasa bosan. Alasan pertama lebih sering dirasakan karena saya termasuk orang yang tidak pandai dalam bermain game.

Semakin dewasa, ketertarikan saya akan bermain game berkurang—entah melalui PlayStation, PC, atau handphone. Lain halnya dengan banyak teman yang sampai saat ini selalu menyempatkan diri untuk bermain, saat jam istirahat kantor berkumpul, bahkan sewaktu berangkat kerja—tepatnya di transportasi umum. Game yang seringkali mereka mainkan dua diantaranya adalah PUBG dan Mobile Legend.

Saya yang kurang tertarik dan kurang mahir bermain game, rasanya tidak memiliki hasrat untuk download kedua game tersebut pada handphone saya. Pernah sekali saya coba bermain Mobile Legend dari awal agar ada obrolan menarik dengan beberapa teman terkait game ini, namun ketertarikan belum juga muncul. Bahkan sampai dengan beberapa teman perempuan saya ikut bermain, saya masih juga belum mahir. Memang harus diakui kemampuan saya dalam main game betul-betul kurang.

Masalahnya, hampir semua teman nongkrong main PUBG dan Mobile Legend. Dan kebiasaannya ketika berkumpul yang sebelumnya kegiatan utama kami adalah mengobrol dan bercanda, kini hal menyenangkan itu diganti dengan main game. Bukan salah mereka sih, apalagi hanya saya yang tidak bermain. Rasanya wajar jika merasa asing sendiri. Alternatif lain ya saya juga ikut bermain handphone, tapi lebih kepada cek timeline di media sosial atau streaming.

Interaksi pun berubah, dari yang awalnya bertatap muka sambil mendiskusikan banyak hal menjadi fokus kepada handphone masing-masing sambil terkadang berteriak menggunakan kata umpatan jika kalah. Perlu diketahui, untuk menambah keseruan dari zaman main game di warnet sampai sekarang di handphone seringkali yang main sambil berteriak.

Saya akhirnya memahami bagaimana menjadi minoritas dalam lingkungan mayoritas—khususnya dalam bermain game. Beberapa kali saya memahami agenda bermain tersebut, namun rasanya manusiawi jika sesekali saya merasa jenuh dan rindu akan obrolan sebelum saat nongkrong hanya fokus kepada game.

Baca Juga:

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Pakai Hape Samsung, Apa Kamu Salah Satunya?

Rahasia Game Super Mario Bros yang Jarang Orang Ketahui

Saya juga seringkali tertipu sewaktu teman-teman di grup mengajak berkumpul, nyatanya saat sudah di tempat yang dilakukan lagi-lagi hanya PUBG atau Mobile Legend. Namun, karena pada dasarnya memang saya memahami apa yang mereka suka, jadi saya tidak ambil pusing dengan kebiasaan baru ini.

Selalu ada kegiatan atau sesuatu yang menjadi tren dalam suatu masa, dan yang namanya tren pasti ada kalanya redup. Sesuatu yang terus diulang biasanya akan bertemu dengan titik jenuhnya masing-masing. Begitu kira-kira pandangan saya soal banyak teman yang memilih bermain PUBG atau Mobile Legend saat berkumpul.

Akhirnya, saya juga menyadari tiap orang memiliki kegemaran masing-masing sewaktu memainkan gawainya. Ada yang fokus dan lebih tertarik bermain game, ada yang suka mencari kelucuan di media sosial, ada pula yang hanya sekadar bergabung dan melihat teman yang lain tertawa saja sudah bahagia—mengingat kadar kebahagiaan seseorang sudah pasti berbeda.

Dan semoga, bermain game saat berkumpul dengan teman-teman yang lain bisa disesuaikan waktunya. Yang tidak bermain—seperti saya—bisa menghargai waktu yang mereka anggap sebagai pelepas stres atau penat—bahkan hobi. Dengan begitu, hubungan pertemanan akan menjadi lebih solid. Semoga.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Game OnlineGamermobile gamemobile legendPergaulanpubg
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

pes

Ketika Game Online Menyerang, PES dan Winning Eleven Masih Menjadi Pilihan

20 Juli 2019
Pengalaman Berkunjung ke Desa Langau di Perbatasan Indonesia-Malaysia terminal mojok.co

Hal-Hal yang Bakal Kamu Temui dan Rasakan Ketika Berada di Desa

11 Agustus 2019
teman

Repotnya Punya Teman Yang Suka Menghasut Dan Bermuka Dua

27 Mei 2019
bau badan

Kenapa Sih Orang yang Bau Badan Nggak Sadar dengan Bau Badannya Sendiri?

10 Agustus 2019
bahasa indonesia

Ketika Menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar Malah Ditertawakan

3 Agustus 2019
merokok cengkeh ingatan tentang nenek MOJOK.CO

Tips Bergaul dengan Perokok walau Tidak Merokok

24 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.