Rekomendasi Pengharum Mobil selain Stella Jeruk yang Anti Bikin Mual

Rekomendasi Pengharum Mobil selain Stella Jeruk yang Anti Bikin Mual terminal mojok.co

Rekomendasi Pengharum Mobil selain Stella Jeruk yang Anti Bikin Mual terminal mojok.co

Sebagai salah satu jenis transportasi pribadi yang populer, mobil menjadi salah satu pilihan yang layak untuk perjalanan jarak menengah sampai jauh. Mobil menawarkan kenyamanan yang lebih baik dari segi kuantitas kursi penumpang daripada angkutan umum. Akan tetapi, kenyamanan juga ditentukan dengan aksesoris yang terpasang dalam mobil. Salah satunya adalah pengharum mobil.

Sering kali, mobil-mobil di Indonesia menggunakan pengharum yang hampir sama, yaitu merek Stella wangi jeruk. Pengharum mobil ini memang enak dengan sensasi buah jeruk yang kental. Akan tetapi, sebagian lainnya justru menilai bahwa pengharum ini justru menjadi musuh mematikan, terutama bagi mereka yang rentan mabuk perjalanan darat.

Alih-alih merasakan sensasi buah yang segar, wangi jeruk yang kental dalam pengharum mobil tersebut justru membuat rasa mual semakin bertambah. Ini terlihat dari beberapa unggahan media sosial yang menjadikan Stella wangi jeruk sebagai bahan meme ketika sedang naik ojek mobil daring.

Demi menghindari momok yang sama, berikut rekomendasi pengharum untuk mobil yang dapat menjadi alternatif bagi penumpang.

#1 Pengharum mobil dengan varian wangi lain

Stella dan merek pengharum lain pada umumnya tentu tidak hanya menjual wangi jeruk. Sudah saatnya kita mencoba varian wangi lain. Wangi jenis jeruk saja memiliki varian lain, misal jeruk segar, jeruk nipis, jeruk bali, sampai sepupu jauhnya yang berwarna kuning dan sering disebut juga dengan lemon.

Jika bosan dengan wangi jeruk, tak ada salahnya mencoba wangi buah lain, mulai dari strawberry, anggur, apel, dan wangi buah lainnya. Jika bosan dengan wangi bebuahan, ada juga wangi bunga dan dedaunan. Belum lagi varian wangi kopi, teh, wangi suasana kamar mandi, sampai wangi laut yang bahkan saya sendiri belum pernah mencobanya.

#2 Pengharum mobil dari bahan alami

Pengharum buatan tidak selamanya menjadi pilihan utama. Cobalah pengharum dari bahan-bahan alami, seperti daun pandan, bunga-bunga yang dipetik dari pekarangan, sampai bubuk kopi dan teh dari dapur. Selain menghemat isi kantong, pengharum jenis ini tentu lebih ramah lingkungan. Di sinilah kreativitas juga dapat diasah dengan baik dengan membuat wadah pengharum dari barang bekas. Akan tetapi, jenis pengharum ini juga perlu dicek secara berkala karena lebih pendek umur wanginya daripada pengharum buatan.

Jika sudah tidak terasa wanginya, limbahnya dapat terurai secara alami sekaligus menjadi nutrisi untuk tanah pekarangan. Diperlukan wadah khusus juga supaya tidak sampai mengotori bagian dalam kendaraan itu sendiri, seperti dari bekas botol sampai sisa kain untuk membungkus. Selain wadahnya dapat dibuat secara kreatif, penggunaannya pun tetap dapat bertahan lebih lama sehingga tetap ramah lingkungan.

#3 Pengharum mobil dari parfum sehari-hari

Jika wangi-wangi alami sudah terlalu membosankan, mungkin sudah saatnya membuat pengharum sendiri dari wangi parfum yang biasa dibeli di toko-toko parfum bibit. Meskipun terbilang lebih boros karena tidak seawet pengharum ruangan, wangi parfum patut dicoba demi kenyamanan berkendara.

Supaya lebih ramah di hidung, disarankan untuk memakai wangi parfum yang sudah terbiasa dihirup, misal jenis wangi yang biasa digunakan sendiri atau wangi parfum yang biasa dipakai oleh pasangan. Asalkan jangan wangi parfum mantan pasangan. Alih-alih nyaman di hidung, menciumnya justru membuat mual karena teringat kenangan masa lalu sampai gagal move-on.

#4 Pengharum mobil dari minyak kayu putih

Jika segala pengharum dirasa terlalu sensitif bagi penumpang yang rentan mabuk darat, tidak ada salahnya memakai pengharum yang menjadi andalan utama untuk mengobati mabuk itu sendiri, yaitu minyak kayu putih. Meskipun lebih terasa menyengat sampai pedih di mata, jenis pengharum ini cocok untuk menghindarkan penumpang dari mabuk perjalanan.

Kurang lebih seperti peribahasa, “sekali dayung, dua pulau terlampaui”. Tidak perlu lagi repot-repot berhenti untuk mengurangi rasa mual sampai risiko muntah dalam kendaraan jika pengharum dalam kendaraannya saja sudah mengobati sejak awal perjalanan. Entah apakah supirnya sendiri juga mampu menahan pedihnya wangi minyak kayu putih selama perjalanan nanti.

BACA JUGA Alhamdulillah Pil Pengharum Kentut Telah Ditemukan dan tulisan Ahmad Sulton Ghozali lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version