Rekomendasi Acara Stand Up Comedy Special buat Kamu yang Lagi Butuh Ketawa

stand comedy special show rekomendasi lucu lawak pelawak gabriel fluffy iglesias mojok

stand comedy special show rekomendasi lucu lawak pelawak gabriel fluffy iglesias mojok

Nonton acara lawak stand up comedy ampuh membunuh kebosanan selama di rumah. Sebagai salah satu aliran dalam dunia komedi, stand up comedy menjadi salah satu jenis hiburan yang cukup diminati dan mendapat perhatian, terutama di Indonesia. Meskipun belum ada 10 tahun di Indonesia dan kemunculannya didongkrak oleh kompetisi di televisi, industri stand up comedy bisa dibilang cukup oke dan bisa bertahan sampai saat ini. Berbeda jika melihat ke negara-negara Barat, katakan Amerika Serikat yang industri stand up comedy-nya sudah jalan puluhan tahun.

Meskipun berbeda dari segi umur, persamaan industri stand up comedy di Indonesia dan di negara-negara Barat adalah banyaknya stand up comedy special show. Bagi yang awam dengan istilah ini, istilah stand up comedy special show adalah sebuah konser tunggal yang diadakan oleh seorang seorang pelawak tunggal dengan rata-rata durasi satu jam. Memang, industinya saat ini sedang mandek karena pandemi, tetapi kita masih bisa menikmati pertunjukan spesial dari para pelawak tunggal ini.

Maka dari itu, saya akan coba rekomendasikan beberapa stand up comedy special dari pelawak luar negeri. Mengapa pelawak luar negeri? Ya karena mereka bagus, dan bukan berarti special show dari pelawak lokal tidak bagus. Kali ini edisi pelawak luar negeri dulu saja. Pelawak lokalnya nanti dulu. Silakan disimak.

#1 Vir Das: For India

Ini adalah sebuah stand up comedy special dengan konsep yang cukup ajaib. Dari segi panggung, Vir Das hanya menggunakan 3-4 anak tangga, dan sebuah pintu. Sementara Vir Das duduk di depan pintu, tepatnya di anak tangga. Dari segi bangku penonton, ada pemisahan antara penonton asli India dengan penonton “non-India.” Fungsinya adalah, ketika Vir Das sedang mengeluarkan jokes atau istilah yang hanya dimengerti oleh orang India, maka Vir Das akan menjelaskannya ke sebelah kanannya, di mana tempat duduk orang “non-India” duduk dengan lampu warna merah menyala.

Salah satu jokes favorit saya dan yang masih menempel di kepala saya adalah jokes tentang bagaimana nikmatnya biskuit India, yang terasa nikmat hanya kalau dinikmati dengan teh, dan pengalaman makan biskuit tersebut dengan timing yang tepat ketika mencelupkannya ke dalam teh.

#2 Gabriel “Fluffy” Iglesias: One Show Fits All

Ini adalah salah satu pelawak favorit saya. Gendut (bukan bernaiat body shaming, karena saya juga gendut), dan bisa menirukan suara-suara aneh, seperti suara mobil, suara pintu ditutup, dan sebagainya, menjadikan Iglesias bisa dikatakan sebagai pelawak komplit. Saya jatuh cinta pada komedi Iglesias ketika pertama kali menonton, dan pertunjukan selama satu setengah jam ini terasa sangat cepat.

Ada beberapa jokes favorit saya di spesial ini. Ada ketika dia impersonate goyangan Shakira, ada juga pengalaman dia ketika diundang Snoop Dog untuk podcast, dan cerita tentang supir bisnya yang sangat prinsipil dan membenci Kenny G. Cerita soal anaknya Iglesias juga selalu berkesan, dan uniknya lagi dalam spesial ini, di sekitar lima sampai sepuluh menit terakhir, Iglesias membawakan jokes-jokes lamanya, dan hampir semua penonton hapal dengan jokes-nya. Ibaratnya kalau penyanyi, penontonnya sing-along.

#3 Dave Chappelle: Sticks and Stones

Tidak sah kalau rasanya tidak memasukkan nama Chappelle dalam daftar rekomendasi ini. Pelawak satu ini memang cukup fenomenal, ya salah satunya karena lawakannya sering menyinggung (lawakan selain lucu ya memang menyinggung). Di stand up comedy special ini, Chappelle menjadikan ketersinggungan sebagai salah satu tema pertunjukannya. Salah dua jokes favorit saya adalah ketika Chappelle bercerita tentang anaknya yang bertemu dan menggemari Kevin Hart, dan jokes ketika Chappelle impersonate “netizen” yang suka mengungkit kesalahan dan banyak maunya.

#4 Andrew Schulz

Kalau mengacu pada kategori stand up comedy special, harusnya nama Andrew Schulz tidak masuk karena apa yang disajikan Schulz agak sedikit berbeda. Kalau ketiga komedian di atas menyajikan pertunjukannya lewat kanal streaming Netflix, Schulz menyajikannya lewat YouTube, dan hanya potongan-potongan pertunjukan saja, tidak penuh. Tetapi apa yang disajikan Schulz dalam kanal YouTube-nya tidak kalah ajaib dari ketiga komedian di atas.

Banyak dari video-video Schulz yang berisi tentang riffing penonton (menjadikan penonton sebagai bahan lawakan), yang kadang agak kelewatan. Menertawakan ras dan gender menjadi salah satu sajian Schulz dalam video-videonya. Jadi, bersiap-siaplah tersinggung dengan lawakannya Schulz. Saya pada awalnya memang tersinggung, tetapi setelah dipikir-pikir, tidak ada gunanya juga tersinggung. Nikmati saja.

Itu saja rekomendasi stand up comedy special dari saya. Kalau kurang nanti akan saya bagi lagi rekomendasi di bagian kedua. Semoga bisa membunuh kebosanan selama di rumah.

Sumber gambar: cltampa.com

BACA JUGA Alya, Pemegang Kunci Cerita AADC yang Katanya “Lebih Baik” daripada Cinta dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version