Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Rebutan Lahan Parkir Itu Sama Tuanya dengan Umur Peradaban, dan Mungkin Akan Tetap Ada Hingga Kiamat

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
2 Desember 2025
A A
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melihat berita sengketa parkir Gacoan di Surabaya, sebenarnya saya tak kaget-kaget amat. Gelut perkara lahan parkir itu sama tuanya dengan peradaban, tinggal ganti saja nama-nama yang terlibat. Tukang parkir vs pemilik toko X, instansi Y, atau si Z. Saya sempat merasakan juga jadi tukang parkir, jadi ya, isu-isu macam ini sudah khatam.

Saya masih ingat semasa remaja, dekat rumah saya dipakai untuk event offroad. Remaja kampung saya harus beradu mulut dengan anak buah preman yang sudah tersohor perkara siapa yang berhak mengelola parkir dadakan. Di hari itu, saya sadar, ternyata perkara seperti ini pun bisa jadi masalah yang amat besar.

Maklum, saat itu saya tak tahu betul berapa penghasilan tukang parkir. Tapi melihat saya mendapat 20 ribu hanya dalam waktu 2 jam saat iseng buka parkir di halaman rumah saya, saya tersadar bahwa penghasilan parkir ternyata tak main-main. Mind you, 20 ribu di tahun 2000-an itu bisa dapet 4 bungkus rokok, atau makan enak pake banget.

Jadi misal ada berita rebutan lahan parkir, dan gegerannya sampe ke level adu fisik, meski saya tak membenarkan, saya nggak kaget sama sekali. Lebih kagetnya sih bukan perkara bacok-bacokan atau gimana, tapi kok bisa sudah hampir 2 dekade, kok pemerintah kerap diam perkara sengketa lahan parkir.

Lahan parkir memang seksi

Kadang, cara paling mudah menguji integritas seseorang itu adalah masihkah mereka memaki tukang parkir kalau sudah ngerasain penghasilan tukang parkir sehari. Itu duit gede lho. Nggak usah saya kasih ya berapa dapetnya, sudah banyak yang mengulas.

Itu per hari. Bayangkan sebulan. Bahkan ketika mereka memilih kerja katakanlah hanya 10 hari sebulan, penghasilan mereka bisa jadi lebih besar ketimbang rata-rata karyawan di Jogja. Kalau mereka rajin, 30 hari kerja, punya Brio itu hal yang sama sekali tidak mustahil. Cash keras bolo.

Mudah saja memahami kenapa orang-orang rebutan lahan parkir, karena memang sebegitu seksi penghasilannya. Katakanlah kita pake Gacoan sebagai contoh. Dilansir dari Kumparan, rata-rata pengunjung Gacoan per hari itu 50-90 orang. Kita ambil angka terendah aja deh, 50. Dan 50 orang ini, mereka semua pake motor. Dengan tarif 2000 per motor, 100 ribu rupiah masuk. Menata 50 motor itu juga nggak susah. Toh parkiran Gacoan itu rata-rata luas, makin mudah bagi pengendara untuk menata sendiri.

Per bulan, dengan angka minimal, tukang parkir dapat penghasilan 3 juta. Kalau pake angka 90 orang alias tertinggi, mereka meraup 5,4 juta rupiah. Duit segitu, kalau di Jogja, bisa kamu dapat kalau jabatanmu lumayan tinggi. Dan kita tahu, mayoritas tentu saja tidak berada di angka tersebut. Menurut BPS 2023, penghasilan rata-rata orang di Sleman saja cuman 1,6 sekian juta rupiah.

Baca Juga:

Etika Parkir di Indomaret biar Nggak Jadi Musuh Pelanggan Lain

Bandung (Katanya) Kota Wisata, tapi Wisatawan Mau Parkir Saja Susah

Sekarang paham kan kenapa tukang parkir merajalela di Jogja?

Pemerintah gimana?

Sewaktu saya jadi narasumber (atau apa ya nyebutnya?) di Akar Rumput, salah satu rubrik di YouTube Mojok, saya pernah bilang, kalau memang tukang parkir ini ilegal, kenapa nggak ditindak dari dulu?

Kalian sih bisa bilang ada beking, ada ini, ada itu. Saya nggak berani berasumsi, meski ya saya nggak polos-polos amat. Cuma ya, selama pemerintah diam saja, ya isu rebutan lahan parkir itu nggak akan pernah selesai. 

Padahal pemasukan lahan parkir itu besar banget. Saya pikir ya, kalau diambil alih oleh pemerintah, rakyat tidak keberatan. Dua ribu memang nggak bikin miskin, dan kalau itu bikin pemerintah makin kaya, it’s okay. Daripada dikasih ke orang yang nggak berwenang, dan disetor ke bekingnya, ya mendingan buat pemerintah.

Eh, ups.

Jadi, besok-besok, ketimbang kita sibuk ngutukin ormas atau orang daerah tertentu, mending kita bertanya-tanya. Kenapa sengketa lahan parkir masih terjadi? Kenapa ada pihak yang merasa lebih berhak atas parkir ketimbang pemerintah? Dan, kenapa uang sebesar itu disetorkan kepada beberapa pihak yang nggak tepat?

Mulai dari situ aja dulu. Baru sadar kalau kadang, masalah itu bisa selesai dengan amat mudah, tapi tidak selesai karena ya… biarin aja nggak selesai.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Yang Fana Itu Waktu, yang Abadi Adalah Tukang Parkir ATM yang Tetap Minta 2 Ribu sekalipun Mereka Tak Berguna

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2025 oleh

Tags: gacoan surabayalahan parkirparkir di gacoanrebutan lahan parkir gacoan surabaya
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Etika Parkir di Indomaret biar Nggak Jadi Musuh Pelanggan Lain

Etika Parkir di Indomaret biar Nggak Jadi Musuh Pelanggan Lain

5 Oktober 2025
Sudah Tahu Lahan Parkir Mahasiswa UNESA Ketintang Itu Nggak Luas, tapi Nekat Menerima Mahasiswa Super Banyak, Well Banget!

Sudah Tahu Lahan Parkir Mahasiswa UNESA Ketintang Itu Nggak Luas, tapi Nekat Menerima Mahasiswa Super Banyak, Well Banget!

7 Oktober 2023
Bandung (Katanya) Kota Wisata, tapi Wisatawan Mau Parkir Saja Susah

Bandung (Katanya) Kota Wisata, tapi Wisatawan Mau Parkir Saja Susah

6 Juni 2025
Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

Derita Mahasiswa Untidar Magelang: Lahan Parkir Sedikit, Cari Parkiran Sulit

5 Maret 2024
Kafe di Malang Udah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

Kafe di Malang Sudah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

30 Agustus 2023
Pembangunan UNNES yang Bikin Pusing: Hancurnya Lapangan FISIP karena Beralih Fungsi Jadi Parkiran

Pembangunan UNNES yang Bikin Pusing: Hancurnya Lapangan FISIP karena Beralih Fungsi Jadi Parkiran

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.