Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Ratunya K-Pop Generasi 2 Sudah Pasti SNSD, Ini Alasannya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
7 Juni 2023
A A
Ratunya K-Pop Gen 2 Sudah Pasti SNSD, Ini Alasannya

Ratunya K-Pop Gen 2 Sudah Pasti SNSD, Ini Alasannya (KNTV via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang dulu terjerumus dalam dunia K-Pop gara-gara SNSD?

Ngomongin K-Pop di masa sekarang pasti nggak jauh-jauh dari BTS, Blackpink, dan Twice yang termasuk generasi 3 K-Pop. K-Pop di tahun 2023 ini juga sudah masuk generasi 5. Tapi di tengah gempuran rookie boygroup dan girlgroup, masih ada yang setia dengan grup-grup dari generasi 2 yang kisaran debutnya antara tahun 2003 hingga 2011.

Kalau kamu bertanya pada penggemar yang sudah mendedikasikan diri pada K-Pop sejak sebelum tahun 2011 itu, kemungkinan besar ia pertama kali kenal K-Pop dari Girls Generation atau yang juga dikenal dengan nama SNSD. Pada masa itu memang banyak grup K-Pop legendaris dan populer, kayak Super Junior, 2PM, 2NE1, hingga SHINee, tapi saya yakin sebagian besar K-Popers masuk ke labirin ini karena pesona SNSD.

Pertama kali debut 5 Agustus 2007 dengan tajuk “Into the New World”, karier SNSD nggak langsung mentereng. Justru pada masa itu mereka banyak dihujat karena nama grupnya dan juga pandangan sinis pada perempuan. Tapi setelah melalui banyak tantangan, SNSD kini sudah punya nama yang besar. Selain panen banyak penghargaan, mereka juga mendapatkan titel sebagai “Queen of Gen 2” atau “Ratunya Generasi 2”.

Kenapa ya? Padahal kan masih banyak girlgroup K-Pop seangkatan SNSD yang lebih bagus dari segi pencapaian digital. Tapi kok yang dapet titel cuma Taeyeon, dkk.? Jadi, gini alasannya.

Influencer dan trendsetter

Sebelum ada selebgram dan YouTuber, pemengaruh yang paling berpengaruh di Korea Selatan adalah SNSD. Melalui karya-karyanya, mereka menciptakan tren baru yang langsung jadi demam di seluruh negeri. Tren yang paling ikonik tentu saja “Gee” dan colorful skinny jeans yang mereka kenakan untuk menampilkan lagu megahit itu. Sampai sekarang “Gee” masih jadi lagu langganan cover grup-grup baru K-Pop di acara akhir tahun.

Lagu debut mereka juga menjadi lagu perjuangan ketika sekelompok mahasiswa dari Ewha Womans University demo memprotes mantan presiden Park Geun Hye di tahun 2016. Berkat peristiwa itu, “Into the New World” langsung menjadi lagu yang identik dengan solidaritas demonstran di Korea Selatan, khususnya di kalangan anak muda progresif.

Dari segi visual, kaki jenjang seperti anggota SNSD juga sedikit banyak mengubah standar kecantikan Korea Selatan. Begitu juga dengan K-Pop culture saat ini. Grup pertama yang menggunakan photocard adalah SNSD.

Baca Juga:

Bagi-bagi Freebies di Konser K-Pop Bikin Trauma dan Nama Baik Fandom Tercemar Gara-gara Oknum K-Popers Tak Tahu Diri

Season Greeting, Merchandise KPop Paling Nggak Penting yang Mending Stop Produksi

Diterima oleh semua kalangan

Sebelum saling berdebat soal keunggulan dan kualitas lagu, sebenarnya kita harus lebih dulu ngomongin lagu tersebut easy listening nggak.

Salah satu faktor kesuksesan SNSD hingga bisa menjadi Queen of Gen 2 adalah karena lagu mereka mudah diterima oleh semua kalangan. Semua orang dari berbagai usia, mulai dari anak kecil hingga lansia, tahu lagu mereka. Lagu-lagu mereka diputar di semua tempat, nggak cuma saat masa-masa comeback pula. Berkat hal ini, lagu-lagu SNSD lebih mudah populer dan familier di telinga banyak orang.

Pendengar karya mereka lebih beragam. Berbeda dari grup-grup K-Pop generasi setelahnya yang lebih banyak tersegmentasi berdasarkan umur dan jenis kelamin.

Sudah menguasai Asia

SNSD sudah menguasai pasar Asia pada masanya. Strategi agensinya, SM Entertainment juga cerdas. Asia adalah pasar potensial paling besar mengingat benua Asia lebih padat penduduknya dibandingkan benua lain. Apalagi setiap negara yang dibuat jatuh cinta pada Taeyeon, dkk. juga punya karakteristik yang semakin mendongkrak popularitas mereka.

“Genie” menjadi titik balik SNSD menguasai Jepang. Fans Jepang itu terkenal loyal dan royal. Setiap kali girlgroup ini merilis single atau album Jepang yang lagunya baru, alias bukan versi Jepang dari lagu berbahasa Korea, selalu memuncaki chart dan sukses di Jepang.

Di Cina, SNSD juga mudah menjadi fenomena. Cina dulunya memang salah satu pasar global utama K-Pop. Tapi sayangnya nggak semua grup sukses menguasai Cina. Beruntungnya Taeyeon, dkk. bisa menguasai negara dengan penduduknya terbanyak di dunia ini.

Berjasa bagi Korea Selatan

Masih berkaitan dengan poin ketiga, SNSD juga terkenal banget di negara asalnya, Korea Selatan. Mereka bahkan mendapatkan Song of the Decade oleh Melon dengan lagu “Gee”. Grup lain bisa menyabet penghargaan Song of the Year, tapi belum tentu dapat Song of the Decade.

Berkat popularitasnya pula, SNSD mendapatkan gelar The Nation’s Singers dan The Nation’s Girl Group dari masyarakat Korea Selatan. Mereka juga sukses memperoleh penghargaan Content Industry Award (Special Honor) dari Korean Ministry of Culture and Tourism hanya tiga tahun setelah debut.

Kemunculan “Gee” yang sangat terkenal sedikit banyak membantu perekonomian Korea Selatan pada waktu itu. Di tahun 2008-2009 pertumbuhan perekonomian Negeri Ginseng memang cukup terpuruk. Namun SNSD menyumbang kenaikan GDP Korea Selatan.

Tanpa girlgroup satu ini, mungkin K-Pop sekadar genre musik lokal Korea Selatan. Tanpa popularitas mereka, negara Korea Selatan nggak akan dielu-elukan sampai dijadikan dream country oleh banyak masyarakat dunia seperti sekarang.

Di masa K-Pop generasi 2, angka digital streaming memang bukan parameter utama. Boro-boro digital. Di masa itu MV K-Pop lebih banyak diunggah di Naver dan lagu dipublikasikan di Melon. Berbeda dengan sekarang yang platform utamanya adalah YouTube dan Spotify.

SNSD membuktikan bahwa mereka bisa menjadi Queen of Gen 2 dengan strategi lain tanpa harus ngoyo ngejar digital. Kini setelah hampir 16 tahun kariernya, mereka tetap abadi, baik dari karyanya maupun pengaruhnya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Lagu SNSD yang Underrated, Wajib Masuk Playlist-mu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2023 oleh

Tags: idol k-popK-PopSNSD
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Salon de thé François industri musik jepang mojok

Membandingkan Industri Musik Jepang dan Korea Selatan itu Hal yang Sia-sia, Ini Alasannya

25 Juli 2020
Jika BTS Tampil di Grammy Awards 2021, Mereka Perlu Belajar dari Via Vallen terminal mojok.co

Perjalanan Fans K-Pop yang Bertobat dari Sifat Barbar

24 September 2020
Alasan di Balik Indahnya Rambut Idol K-Pop meski Sering Ganti Warna  

Alasan di Balik Indahnya Rambut Idol K-Pop meski Sering Ganti Warna

22 Desember 2022
k-drama

Veteran K-Drama Nggak Usah Ikut-ikutan Ngerasa Lebih Baik dari yang Baru Suka K-Drama Sekarang

27 April 2020
han bin ikon dan budaya malu

Han Bin Hengkang dari iKON: Belajar Budaya Malu dari Korea Selatan

14 Juni 2019
j-pop k-pop industri musik indonesia mojok

3 Alasan J-pop Kurang Diminati ketimbang K-Pop di Indonesia

21 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.