Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja

Armand Ilham S oleh Armand Ilham S
19 Mei 2021
A A
Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja terminal mojok.co

Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi fans fanatik K-Pop mungkin membuat saya dianggap kurang “laki”. Namun, saya justru bersyukur atas hal ini.

Tawuran, narkoba, seks bebas, serta konflik gang sekolah merupakan hal yang asing bagi saya. Bahkan untuk bergabung dengan sirkel anak laki-laki sekolahan pada umumnya saya tidak pantas. Sekali dua kali saya mencoba bercengkrama dengan laki-laki untuk menguji seberapa “tingkat maskulinitas” yang saya miliki. Namun, percakapan yang kami lakukan tidak pernah nyambung.

ADVERTISEMENT

Geng pria-pria maskulin di sekolah saya dari tingkat SMP hingga SMA (kebetulan dulu saya disekolahkan di aliyah) selalu ngobrolin tentang sepak bola, sepak bola, dan sepak bola. Mereka ngobrol sembari nongkrong di warteg hingga terhenti karena diserang (bahasa anak sekolah saya di-drop) oleh geng sekolah lainnya. Tentu, anak-anak sekolahan saya tidak tinggal diam. Beberapa kesempatan saya memergoki saat mereka nongkrong dan sedang merencanakan sebuah counter-attack layaknya sebuah tim bola yang telah jebol gawangnya oleh tim lawan. Seketika itu saya berpikir, “Kenapa harus pakai nyerang balik, sih? Apa nggak bisa diomongin baik-baik? Daripada akhirnya sama-sama rugi kena masalah yang lebih rumit lagi?”

Pemikiran dendam antar sekolah yang dipenuhi dengan nilai-nilai kejantanan itu nggak pernah bisa masuk ke pikiran saya. Lantaran saya tidak tertarik dengan konflik fisik semacam itu. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton drama Korea dan MV Idol hingga live performance dari para girlband dan boyband di berbagai situs streaming. Saya bodo amat dengan lontaran tuduhan bahwa saya tidak setia kawan,l dan tidak solid, dengan alasan saya tidak pernah bergabung dengan tongkrongan cowok-cowok setelah pulang sekolah.

Entah dari kecil saya punya perilaku yang “tidak cocok” dengan gender saya. Atau kegiatan untuk membuktikan kejantanan bukan sesuatu yang saya kejar. Saya hanya ingin menghabiskan waktu dengan melihat idola saya menampilkan talentanya dan sekali dua kali menamatkan Harvest Moon untuk kesekian kalinya. 

Memang bisa dibilang saya di sekolah dianggap “aneh”. Namun, hal itu tidak menutup saya untuk berteman dan berprestasi. Meskipun pertemanan saya dengan sesama cowok terbatasi dengan kesukaan dan hobi yang nggak nyambung dan terbatas dalam sirkel sempit yang kebetulan menyukai K-Pop dan anime. Namun, saya cukup berprestasi semasa saya sekolah di SMA.

Prestasi yang saya paling ingat bukanlah menjadi juara satu saat mengikuti lomba speech bahasa Inggris. Melainkan, dari beberapa angkatan sebelum-sebelumnya, saya terbilang sebagai laki-laki pertama yang menampilkan dance saat pentas seni. Ketika itu saya bersama teman-teman perempuan saya berlatih koreografi “TT” dari Twice. Saya merasa sangat bangga ketika berhasil menampilkan koreografi dan menjadi pusat perhatian karena di situ saya satu-satunya laki-laki yang berani tampil menampilkan dance K-Pop dari grup perempuan.

Prestasi lain saya yakni berhasil bikin konsep dan mengumpulkan keberanian dari teman-teman cowok saya yang juga menggemari dan fanatik K-Pop untuk bersama saya menampilkan dance cover sebagai hiburan saat malam prom. Awalnya teman-teman saya sungkan. Namun, saya bujuk mereka dan kami berhasil menampilkan dance cover dari BTS yakni “Gogo”’

Baca Juga:

Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami

Lantaran saya memilih untuk menjadi seorang fanatik K-Pop, saya merasa bahwa saya terselamatkan dari kenakalan remaja dan perkelahian antar sekolah akibat pergaulan yang melanggengkan maskulinitas toksik. Mungkin identitas yang melekat bagi saya adalah panggilan “si wibu” dan “si fanatik K-Pop” yang diberikan oleh teman-teman saya semasa sekolah. Namun, mereka memanggil saya dengan panggilan itu tanpa ada maksud jahat.

Berkat itu juga saya bersyukur tidak dikenal sebagai biang masalah, tidak di-DO karena terlibat perkelahian antar sekolah, terkenal menjadi seorang “wibu”, dan sebagai cowok pertama yang berani menampilkan dance K-Pop di depan teman-teman lainnya. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi saya.

BACA JUGA Persamaan BTS dan Blackpink, Dua Idol Group Ter-Daebak yang Sukses Menembus Amerika

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: K-Popk-poperssmawibu
Armand Ilham S

Armand Ilham S

Belajar Filsafat di Akademia Gadjah Mada. Atlet E-sports Harvest Moon.

ArtikelTerkait

Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Gara-Gara Menulis di Terminal Mojok Saya Dikira Wibu Gila yang Kaya

28 Maret 2020
Susah-susah Kuliah Demi Ijazah Sarjana, Pas Cari Kerja Malah Lebih Laku Ijazah SMA Mojok.co

Susah-susah Kuliah Demi Ijazah Sarjana, Pas Cari Kerja Malah Lebih Laku Ijazah SMA

11 Juli 2024
Blok M Tak Hanya Pusat Nongkrong, tapi Juga Tempat Sakral para Wibu dan Rumah bagi Ennichisai

Blok M Tak Hanya Pusat Nongkrong, tapi Juga Tempat Sakral para Wibu dan Rumah bagi Ennichisai

19 September 2023
Alasan Saya Malas Mengaku Wibu Sampai Hari Ini

Alasan Saya Malas Mengaku Wibu Sampai Hari Ini

21 April 2023
yerin baek korea selatan idol k-pop danilla champagne supernova cover mojok

Para Idol K-Pop Bisa Meneladani Yerin Baek, Si Danilla Versi Korea

30 April 2020
Pengalaman Nggak Enak Saat Kerja Jadi Marbot Masjid terminal mojok.co

Stereotip Keliru yang Sering Ditempelkan ke Anak Rohis

13 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.