Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Rasanya Makan Cacing Tanah yang Punya Manfaat Tokcer

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
22 Januari 2021
A A
Rasanya Makan Kapsul Cacing Tanah yang Punya Manfaat Tokcer Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa pekan lalu, saya dihantam sebuah penyakit dengan gejala demam tinggi, ngilu pada persendian, dan batuk. Tentu di tengah situasi pandemi yang masih bergejolak, hal itu menciptakan kekhawatiran di kepala saya. Namun, dengan serangkaian pemeriksaan dan tes, dokter Puskesmas kemudian mendiagnosis saya terkena infeksi oleh bakteri salmonella thypii atau umumnya disebut penyakit tifus. Sekelebat pikiran buruk tentang Covid-19 itu menguap.

Selain banyak beristirahat dan menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh, saya juga dianjurkan agar rutin meminum obat. Nah, perkara obat ini, selain mengandalkan obat dari dokter, saya juga mengandalkan obat tradisional yang diyakini lebih ampuh dan aman ketimbang obat berbahan kimia itu.

Setelah menerima beberapa saran dari kerabat dan handai tolan tentang obat tradisional apa saja yang ampuh menyembuhkan tifus, pilihan saya jatuh pada keputusan untuk mencoba kapsul cacing tanah. Kapsul cacing tanah sendiri dipercaya memiliki manfaat untuk menyembuhkan tifus lantaran kandungan senyawa phenol yang dimilikinya menjadi sumber antioksidan alami untuk menangani penyakit tifus. Karena manfaat yang dipercaya tokcer itu, maka kita dengan mudah menemukan kapsul ekstrak cacing yang dijual secara bebas di apotek-apotek terdekat.

Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya sendiri sebenarnya kerap menemukan orang terdekat yang lebih memilih mengonsumsi cacing yang mereka olah dengan caranya sendiri. Mula-mula mereka menggali tanah, menangkap beberapa cacing, kemudian isinya yang hitam-hitam itu mereka pencet dan keluarkan. Selanjutnya cacing dicuci bersih, dan terakhir disangrai sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kapsul kosong.

Selain cara di atas, saya juga pernah menemukan kerabat yang menggunakan cara yang berbeda. Setelah mencuci bersih cacing yang sudah mereka kumpulkan, cacing tersebut ditumbuk untuk kemudian langsung dikonsumsi tanpa disangrai terlebih dahulu. Dari penuturannya sih, rasanya seperti memakan daging mentah yang busuknya naudzubillah. Bahkan yang lebih menjijikkan lagi, ada salah seorang kerabat saya yang mengonsumsi cacing beserta air rebusannya. Bayangkan! Air rebusan cacing loh, betapa menjijikkannya hal tersebut.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah sering kami jumpai dan kepercayaan umum tentang khasiat cacing tanah ini, ibu saya pun memutuskan untuk mencoba melakukan hal serupa. Blio lantas mencari cacing tanah, kemudian isinya yang hitam-hitam itu dipencet dan dikeluarkan. Setelah dicuci bersih, ibu saya menyangrai cacing dan menumbuknya hingga halus. Setelah halus, blio membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil yang siap saya loloskan ke dalam mulut.

Membayangkan binatang kecil hitam yang senang menggeliat ke sana kemari itu tentu membuat saya merasa jijik. Akan tetapi, karena dorongan untuk segera sembuh dari penyakit yang telah membuat saya terpaksa banyak beristirahat dan membatasi mobilitas saya tersebut, saya pun memberanikan diri mengonsumsi cacing yang sudah diolah ibu saya.

Sebenarnya akan sangat praktis jika cacing dimasukkan ke dalam kapsul kosong. Saya tinggal menelannya saja tanpa perlu merasa asing dan ada aroma amisnya. Namun, karena ketiadaan kapsul kosong yang bisa kami jadikan wadah cacing waktu itu, saya berusaha memikirkan cara agar bisa mengonsumsi obat itu tanpa membuat lidah saya mengecap rasanya yang sudah pasti menjijikkan itu.

Baca Juga:

Mitos Seputar Obat Mata Bintitan

Akhirnya, saya mengakali bulatan cacing yang sudah diolah itu dengan terlebih dulu mengoleskan sisi bagian luarnya dengan pisang yang sudah dilumat hingga lembek. Tentu cara demikian akan mempermudah saya menelan bulatan-bulatan kecil cacing tersebut.

Selama proses mengonsumsi cacing itu tak ada hambatan yang saya alami. Pasalnya, rasanya cukup manis seperti rasa buah pisang yang sudah saya oleskan sebelumnya. Walau begitu, kesan jijik tetap berkelindan di kepala saya.

Seingat saya, waktu itu ada sebanyak sepuluh bulatan kecil cacing yang saya konsumsi selama sakit hingga akhirnya dinyatakan sembuh oleh dokter. Entah karena memang manfaat cacing tanah untuk menyembuhkan itu memang tokcer atau pengaruh obat lain yang juga turut berperan dalam kesembuhan saya. Namanya juga usaha, segalanya patut dicoba, termasuk mengonsumsi cacing sebagai obat.

Itulah pengalaman saya mengonsumsi cacing sebagai obat. Mungkin satu di antara sekian banyak pembaca juga pernah mengalami hal serupa, namun dengan metode yang berbeda. Yang pasti, membayangkan kondisi itu tentu menyisakan kesan menjijikkan, bukan? Wqwqwq~

BACA JUGA Sedotan Ramah Lingkungan yang Diperdebatkan dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2021 oleh

Tags: cacing tanahobat mujarab
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

mata bintitan

Mitos Seputar Obat Mata Bintitan

16 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.