Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Ramayana Mall Salatiga: Mall Mewah yang Dulu Jadi Andalan, tapi Sekarang Mulai Ditinggalkan

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
3 Februari 2024
A A
Ramayana Mall Salatiga: Mall Mewah yang Dulu Jadi Andalan, tapi Sekarang Mulai Ditinggalkan

Ramayana Mall Salatiga: Mall Mewah yang Dulu Jadi Andalan, tapi Sekarang Mulai Ditinggalkan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang dulu punya kenangan tiap weekend datang ke Ramayana Mall Salatiga ini?

Kebanyakan keluarga zaman dulu punya agenda quality time tiap weekend pergi ke suatu tempat. Entah pergi berbelanja ke mall atau sekadar tamasya ke kebun binatang. Kalau nggak bisa, paling mentok pergi ke supermarket yang ada di kota. Pokoknya jalan-jalan bareng keluarga waktu kecil dulu rasanya wajib banget, deh.

Di Salatiga, juga ada lho satu tempat yang jadi andalan quality time keluarga pada masanya. Tempat yang saya maksud adalah Ramayana Mall Salatiga.

Ramayana boleh dibilang supermarket serba ada yang sejak dulu jadi kebanggaan bocil-bocil di area Salatiga dan sekitarnya. Bahkan dulu kadang saya merasa iri dengan teman-teman yang tiap minggu bisa menghabiskan waktu mereka di sini, entah untuk main di Timezone atau belanja alat tulis.

Sayangnya, kini Ramayana Mall Salatiga sudah nggak semewah dulu. Tempat ini makin sepi ditinggalkan pelanggan.

Tergeser dengan banyaknya toko online

Hadirnya toko online memang menjadi salah satu penyebab Ramayana Mall Salatiga mulai ditinggalkan. Alasan utamanya jelas karena di toko online tersedia beragam pilihan promo dan cashback yang menguntungkan pembeli. Selain itu, berbelanja di toko online nggak perlu berdesak-desakkan dengan pembeli lainnya seperti di dalam mall.

Padahal dulu Ramayana Mall Salatiga selalu ramai, apalagi saat weekend tiba, beneran full dan penuh dengan canda tawa anak-anak. Bahkan di hari-hari besar seperti menjelang Idulfitri pengunjung yang datang ke mall mewah di Salatiga ini tak kalah membludak.

Antrean panjang di kasir jadi pemandangan biasa dulunya. Eskalator di dalam mall pun penuh dengan pengunjung. Oh ya, eskalator di mall ini terbilang legendaris, lho, sebab termasuk yang pertama ada di Salatiga. Saat pertama kali ada eskalator di mall ini, banyak orang yang datang ke sini sekadar untuk menjajal tangga berjalan tersebut.

Baca Juga:

4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget ketika Hidup di Solo

Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Ramayana Mall Salatiga dulu termasuk mall mewah

Dulu, strata sosial seseorang bisa terlihat dari rutinitasnya berbelanja ke Ramayana Mall Salatiga. Sebab, mall ini dulunya termasuk mall mewah yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang dari kalangan menengah ke atas. Selain itu, mall satu ini juga cukup komplet pada masanya sehingga jadi andalan warga yang hendak berbelanja.

Promo tiap weekend

Demi menarik kembali pengunjung untuk datang ke sini, mall ini berupaya semaksimal mungkin. Salah satu usahanya lewat promo yang kerap diadakan di weekend. Biasanya informasi soal promo ini disampaikan melalui speaker mall.

Sebenarnya dulu Ramayana Mall Salatiga juga kerap menginformasikan barang-barang baru atau barang promo yang tersedia melalui loudspeaker. Sekarang cara ini kembali dilakukan demi menarik minat berkunjung para pelanggan.

Area Timezone tetap ramai

Meski kondisinya sudah nggak seramai dulu, ada satu bagian Ramayana Mall Salatiga yang tetap ramai sampai sekarang. Tepatnya di arena bermain anak, yakni Timezone. Jika datang ke sini, kita masih akan menjumpai anak-anak yang antusias bermain dan menukarkan hasil kerja keras mereka dengan boneka atau camilan.

Timezone tetap ramai dikunjungi anak-anak karena di sekitaran Salatiga memang cuma sedikit arena bermain untuk anak. Nah, anak-anak Salatiga zaman dulu pasti mainnya di Timezone Ramayana Mall Salatiga ini dan sampai sekarang pun tempat ini jadi yang favorit.

Mall mewah ini telah menjadi saksi bisu perkembangan Kota Salatiga yang makin maju. Meskipun kini kondisinya makin sepi dan mulai ditinggalkan para pelanggan, mall ini tetap lekat di hati masyarakat Salatiga. Kalian punya kenangan apa di mall ini?

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Wisata ke Salatiga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2024 oleh

Tags: kota salatigamallpusat perbelanjaanRamayana Mall SalatigaSalatigatimezone
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

blok m square mall terbaik shopping mojok

6 Alasan Blok M Square Adalah Mal Terbaik yang Pernah Saya Kunjungi

22 November 2020
Senjakala International Plaza, Mall Tertua di Palembang: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Mulai Ditinggalkan

Senjakala International Plaza, Mall Tertua di Palembang: Dulu Jadi Andalan, Sekarang Mulai Ditinggalkan

2 Januari 2024
Membayangkan Salatiga Tanpa UKSW: Hanya Jadi Kota Pensiunan yang Sepi, Perekonomian Warga Setempat Lesu

Membayangkan Salatiga Tanpa UKSW: Hanya Jadi Kota Pensiunan yang Sepi, Perekonomian Warga Setempat Lesu

7 Mei 2025
Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

12 September 2023
Senjakala Plaza Batu, Tempat Ribuan Kenangan Warga Batu Bersemayam dan Menuju Temaram

Senjakala Plaza Batu, Tempat Ribuan Kenangan Warga Batu Bersemayam dan Menuju Temaram

6 Januari 2024
Kopeng, Daerah di Jawa Tengah yang Sering Dikira Ada di Salatiga, padahal Bagian dari Kabupaten Semarang

Kopeng, Daerah di Jawa Tengah yang Sering Dikira Ada di Salatiga, padahal Bagian dari Kabupaten Semarang

27 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.