Informasi
ADVERTISEMENT

Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang

Purwokerto Mulai Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang (Unsplash)

Di Purwokerto, tingkat kenakalan remaja semakin meningkat

Agustus 2022, saya mendengar kabar dari seorang kawan bahwa telah terjadi peristiwa yang mencengangkan. Kebetulan, waktu itu saya sedang KKN di luar kota. Peristiwa yang dimaksud adalah kenakalan remaja yang dilakukan oleh sekelompok anak. 

Jadi, beberapa anak tersebut mengendarai motor melaju dari arah Jalan Jendral Soedirman. Saat melewati Alun-Alun Purwokerto, salah satu dari mereka melemparkan petasan ke arah para pengunjung yang sedang duduk-duduk. Untung saja tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Kejadian seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jogja. Masih teringat dalam benak kita mengenai kejadian seorang anak muda yang tiba-tiba membacok orang di area nol kilometer Jogja. 

Dua kejadian tersebut semakin menegaskan bahwa para pemuda saat ini memiliki tingkat kenakalan yang tinggi. Minimnya ruang publik dan tempat penyaluran bakat menjadi salah satu penyebab.

Jadi, apakah kalian akan tetap mengatakan bahwa Purwokerto masih kota yang aman bagi para mahasiswa pendatang? Silakan kalian menilai sendiri. Intinya, kewaspadaan menjadi kunci bagi kalian yang hendak menempuh studi di luar kota. Selain itu, pihak-pihak terkait kudu bekerja lebih keras demi kenyamanan semua warga.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Purwokerto, Kota Pensiunan yang Makin Kehilangan Identitasnya sebagai Kota Tua yang Eksotis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2023 oleh .

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

Exit mobile version