Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Promosi Lembaga Pendidikan, tapi yang Dipajang Foto Pemimpinnya, Maksudnya Gimana deh?

Audina Hutama Putri oleh Audina Hutama Putri
6 Juni 2023
A A
Promosi Lembaga Pendidikan, tapi yang Dipajang Foto Pemimpinnya, Maksudnya Gimana deh?

Promosi Lembaga Pendidikan, tapi yang Dipajang Foto Pemimpinnya, Maksudnya Gimana deh? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebentar lagi tahun ajaran baru di kalender pendidikan akan dimulai. Sejak Desember lembaga pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK, dan perguruan tinggi telah bergerilya mencari peserta didik baru. Publikasi masif di media massa dan media sosial juga dilakukan untuk menarik hati calon siswa.

Sayangnya dari tahun ke tahun yang tampil dominan di publik hanya kepala sekolah (kepsek), rektor, dan ketua yayasan. Wajah-wajah beliau selalu mendapatkan space khusus di banner, baliho, reklame, dan kalender. Mungkin tim humas penerimaan peserta didik baru (PPDB) ingin ngajeni (menghormati, Red) pimpinannya dengan cara seperti itu. Padahal apa sih daya tariknya seorang pimpinan lembaga di mata masyarakat? Atau memang kepsek, rektor, dan ketua yayasannya terlalu narsis?

Sudah saatnya lembaga pendidikan mulai memperhatikan karya visual untuk kepentingan PPDB. Tidak semua orang tertarik mendaftarkan diri ke lembaga tersebut berkat melihat kharisma pimpinannya di baliho. Tim humas PPDB harus meramu strategi tersendiri agar tidak menampilkan foto formal kepsek, rektor, dan ketua yayasan untuk promosi. Meskipun nantinya akan muncul rasa pekewuh. Karena bukan pimpinan yang tampil di garda terdepan promosi.

Jika kurang ide kreatif dalam mendesain banner, baliho, reklame, dan kalender, ada baiknya tim humas PPDB konsultasi dengan desainer grafis profesional. Indonesia nggak kekurangan desainer dan ilustrator yang keren-keren portofolionya. Lagian, lembaga pendidikan punya anggaran tersendiri untuk PPDB. Sebaiknya dimanfaatkan saja untuk bikin visual-visual kreatif.

Ekspos program pendidikan, fasilitas, dan kultur yang unik

Sebenarnya konsep visual kreatif macam ini terlalu standar. Tapi bisa dipercantik lagi dengan bantuan desainer dan ilustrator grafis yang punya ide ciamik. Misalnya, tim humas ingin fasilitas kantin diekspos. Cukup dapatkan potret beberapa siswa yang sedang berdiskusi dengan gayeng di kantin, lalu ada guru atau kepsek yang ikutan nimbrung. Lengkapi foto tersebut dengan kalimat singkat dan menarik seperti, “Belajar di mana saja dan kapan saja,”.

Oh iya jangan lupa sisipkan nomor narahubung, alamat website, atau akun media sosial untuk mendapatkan informasi tentang PPDB lebih lanjut. Kalau visual di banner, baliho, dan reklamenya seperti ini, masyarakat sedikit punya gambaran bagaimana suasana di lembaga pendidikan tersebut.

Pilih brand ambassador yang unik

Menampilkan siswa berprestasi untuk publikasi promosi sambil memegang tropi atau medali sebenarnya sudah mainstream. Meskipun prestasi akademis siswa sebelumnya bisa “dijual” untuk mendapatkan peserta didik baru. Nyatanya hal ini tidak menarik bagi calon siswa yang memiliki potensi nonakademis. Tim humas PPDB sebaiknya memilih siswa yang populer (selebgram), artis, atlet, pebisnis muda, anak kepala desa, anak pimpinan ormas kepemudaan, atau anak yang sekolah juga nyambi bekerja.

Dengan cara seperti ini, calon siswa dari berbagai kalangan dan latar belakang menjadi tertarik untuk sekolah lembaga tersebut. Karena segala potensi yang mereka miliki bisa diterima dan dikembangkan saat bersekolah di sana nanti.

Baca Juga:

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Give away

Konten-konten give away acap kali di-notice oleh siapapun. Termasuk jika give away-nya dipublikasikan di banner, baliho, dan reklame. Contohnya give away SPP tiga bulan bagi 10 calon siswa yang beruntung.

Saya tentu tidak menyalahkan sekolah atau lembaga pendidikan yang memasang atasan tertingginya di promosinya. Tapi, pikir-pikir lagi, bahwa cara ini sudah terlalu usang dan tak menarik.

Bagi petingginya, mungkin sudah saatnya memikirkan untuk tidak muncul terlalu sering. Tak ada bedanya di depan dan belakang layar. Memenuhi hal esensial jauh lebih masuk akal. Bukankah memang harusnya seperti itu?

Penulis: Audina Hutama Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2023 oleh

Tags: lembaga pendidikannarsispromosi
Audina Hutama Putri

Audina Hutama Putri

Karyawan swasta yang tinggal di Bumi Ronggolawe.

ArtikelTerkait

Menerka Alasan Toko Hape Pinggir Jalan Selalu Heboh dan Full Energy Saat Promosi

Menerka Alasan Toko Hape Pinggir Jalan Selalu Heboh dan Full Energy Saat Promosi

25 Agustus 2024
Ketum PSSI dan Kutukan yang Menyertai, masa jabatan kepala desa elon musk

Ketum PSSI dan Kutukan yang Menyertai

25 Mei 2022
Kesalahan Saat Berburu Diskon Belanja yang Menimbulkan Kecewa terminal mojok.co

Menjelang Hari Kemerdekaan: Banyak Diskon Bertebaran di Pusat Perbelanjaan

14 Agustus 2019
Rekomendasi 6 Produk Private Label Indomaret yang Cocok buat Kaum Mendang-Mending

5 Tips Berburu Promo Indomaret biar Nggak Kecewa

9 November 2022
livi zheng narsis

Livi Zheng adalah Kita

10 September 2019
Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

28 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.