Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Program TV Makan-makan yang Nggak Bikin Saya Jadi Lapar

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
9 Juni 2020
A A
Nggak Habis Pikir Sama Orang yang Tidak Menghabiskan Makanan Hajatan terminal mojok.co

Nggak Habis Pikir Sama Orang yang Tidak Menghabiskan Makanan Hajatan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Adik saya yang hobi memasak, senang sekali menonton acara TV terkait dengan makan-makan dan masak-masak. Setiap ada acara TV yang berhubungan dengan makan-makan dan masak-masak, maka adik saya pasti menonton acara TV tersebut.

Pada suatu hari ketika adik saya sedang menonton TV, saya ikut nimbrung dan menoton acara yang ditonton olehnya. Beberapa menit setelah menonton, saya memutuskan untuk tidak lanjut menonton TV. Saya memutuskan untuk baca Kaskus saja. Acara TV yang ditonton saat itu adalah program makan-makan dengan dua orang host yang akan memberikan komentar tentang makanan tersebut.

Walau acara TV tersebut adalah makan-makan, tapi nyatanya acara TV tersebut tidak membuat saya lapar, dan gagal membangkitkan nafsu makan saya. Saya sempat menanyakan kepada adik saya, mengapa ia begitu menyukai acara TV tersebut. Adik saya menjawab dengan sederhana, “Karena kelihatannya makanannya enak. Nonton ini bisa bikin lapar beneran.”

Peda menit-menit awal acara tesebut memang membuat saya sedikit tergiur. Makanan yang akan disantap benar-benar diperlihatkan dengan seksi. Proses pembuatan akan makanan tersebut juga diperlihatkan secara sekilas. Awalnya memang menggiurkan, tapi semua berubah saat kedua host tersebut memakannya.

Kedua host tersebut sering kali berteriak-teriak tidak jelas, bahkan saat makanan tersebut masih dalam mulut, dan belum ditelan secara sempurna mereka sudah berbicara bahkan berteriak. Tingkah laku ini sangat mengganggu saya sebagai penonton. Padahal sejak kecil, kita sering diajarkan untuk tidak bersuara saat sedang makan. Paling tidak kunyah dahulu makanannya secara sempurna, lalu telan makanan tersebut, setalah itu baru para host bisa berbicara menyampaikan komentarnya. Walau banyak ngomong dan berteriak, komentar yang diberikan para host juga sedikit isinya. Para host tidak memberikan informasi yang lebih terkait makanan yang mereka rasakan.

Dalam pengambilan gambar, acara tersebut juga sering kali mengambil gambar secara close-up ke para host, bahkan beberapa kali saya dapatkan gambar diambil dengan cara extreme close-up. Saya sebagai penonton sampai dapat melihat bibir para host yang berminyak terkena makanan. Karena makan terlalu lahap, mulut host bisa sampai cemong, dan itu juga dapat saya lihat dengan jelas. Selain itu, saya juga dipaksa untuk melihat kumis tipis para host dengan jelas.

Boleh saja mengambil gambar dengan cara close-up atau extreme close-up, tapi usahakan itu hanya diambil pada gambar makanan. Dengan mengambil gambar secara close-up maka tekstur makanan akan jadi terlihat. Tapi pada acara TV ini, pengambilan gambar secara close-up dilakukan bukan hanya untuk makanan, tapi juga kepada host-nya. Untuk pengambilan gambar para host, mungkin cukup diambil dengan medium shot. Pengambilan gambar close-up bisa dilakukan saat mengambil makanan, atau saat memasukan makanan ke dalam mulut, setelah itu balik lagi ke medium shot.

Seenak apa pun makanannya, tapi jika diperlihatkan dengan cara makan yang tidak indah, maka saya juga tidak bernafsu untuk melihatnya, apalagi tergiur. Mungkin juga sebaliknya, sebiasa apa pun makanannya, tapi jika diperlihatkan dengan cara makan yang indah, maka bisa membuat saya jadi lapar dan bernafsu untuk makan.

Baca Juga:

Jangan Terkecoh! Saya Jelaskan Kenapa Makan di Restoran All You Can Eat Itu Nggak Logis, Cuma Bikin Dompet Nangis

5 Alasan Cewek Lebih Suka Jajan Dibandingkan Cowok

Mungkin ini juga alasan mengapa saya sangat tidak suka dengan konten mukbang. Pada konten mukbang—entah siapa pun itu yang buat—makanan yang disajikan sangat banyak, dan saya sering kali melihat cara makan mereka yang berantakan, kotor, minyak di mana-mana, hingga terkadang sengaja makan dengan cara ngecap, sedikit berisik biar ASMR.

Alih-alih ngiler, saya malah tidak nyaman melihatnya. Lebih baik saya makan sendirian, daripada harus ditemani dengan video mukbang. Setelah saya berpikir lebih jauh, saya juga teringat bahwa saya adalah pemakan bubur tidak diaduk sedikit pun. Ini semua terjadi mungkin karena saya senang melihat sesuatu yang bersih, rapi, teratur, dan indah.

Berbicara tentang acara makan-makan di TV, saya teringat akan acara makan-makan yang host-nya adalah almarhum Bondan Winarno. Saya suka dengan cara Pak Bondan mengulas suatu makanan, betapa informatifnya Pak Bondan dalam menyampaikan ulasannya. Cara Pak Bondan menyampaikan komentarnya pun tenang dan dengan bahasa yang terstruktur. Jika makanan tersebut benar-benar enak, maka Pak Bondan akan berkata “maknyus” di akhir. Cara makan dan pengambilan gambar di acara TV ini juga sangat enak dilihat, tidak mengganggu, dan bersih. Senang sekali melihat Pak Bondan makan saat itu.

Dari awal saya tidak menyebutkan acara TV apa yang saya bahas pada artikel ini. Saya pikir tidak perlu menyebutnya, toh setelah saya lihat lebih lanjut acara TV makan-makan lainnya melalui YouTube, ternyata seperti inilah standar acara makan-makan di stasiun TV nasional. Sungguh sangat disayangkan.

BACA JUGA Konten Mukbang dan ASMR yang Ndak Cocok Sama Table Manners Wong Jowo dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: makanmukbangprogram TV
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Bohong Soal Rasa Masakan Pasangan Itu Cuma Jadi Bom Waktu terminal mojok.co

Bohong Soal Rasa Masakan Pasangan Itu Bakal Jadi Bom Waktu

5 November 2021
konten mukbang

Alasan Nonton Mukbang: Bukan Hanya Makanannya Tetapi Juga Warnanya

2 September 2019
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah?

28 April 2020
Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja! Terminal Mojok

Nggak Doyan Makan Ikan Itu Bukannya Belagu, Cuma Nggak Suka Ribet Aja!

1 Maret 2021
Apakah Betul, Orang Sumatra kalau Makan Lauknya Harus Banyak dan Mewah? terminal mojok.co

Apakah Betul, Orang Sumatra kalau Makan Lauknya Harus Banyak dan Mewah?

11 September 2021
5 Dosa Makan Martabak dari Perspektif Penjualnya Terminal Mojok.co

5 Dosa Saat Makan Martabak dari Perspektif Penjualnya

4 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.