Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya sebagai Penglaju Bantul-Sleman

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
23 September 2025
A A
Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya Sebagai Penglaju Bantul-Sleman Mojok.co

Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya Sebagai Penglaju Bantul-Sleman (visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Berharap Plengkung Gading dibuka kembali.

Saya yakin ada banyak penglaju Bantul-Sleman seperti saya. Biasanya mereka punya pekerjaan atau kegiatan yang mengharuskan ke Sleman atau sisi utara Jogja lain. Terdengar sepele memang, tapi coba kalian rasakan sendiri capeknya. Berangkat pagi ketika sinar matahari menyilaukan pandangan dan pulang malam saat sedang dingin-dinginnya.

Sebagai pengendara penglaju Bantul-Sleman, saya terbiasa melalui rute yang sama. Salah satu area yang ada dalam rute saya adalah melewati Plengkung Gading. Sayangnya, beberapa bulan terakhir Plengkung Gading ditutup untuk konservasi bangunan cagar budaya. Selama beberapa bulan ini pula saya kebingungan menentukan rute baru ketika harus ke sisi utara Jogja. 

Plengkung Gading jalan paling nyaman untuk penglaju Bantul seperti saya

Saya selalu melewati Plengkung Gading sejak kuliah hingga kerja. Kalau sudah menyukai satu rute perjalanan, saya memang cendrung lewat situ terus. Itu mengapa, tiap kali menuju arah utara, rasanya sudah auto-pilot melewati Plengkung Gading. Saya pun masih sering kagok tiba-tiba menyalakan sein untuk berbelok ke daerah ini, padahal jelas-jelas ditutup.

Konservasi Plengkung Gading membuat saya harus banyak memikirkan alternatif jalan. Sayangnya, jalan yang ada di pikiran saya nggak masuk kategori “alternatif” karena justru lebih sering dilanda macet!

Pertama, Jalan Kapten Piere Tendean. Jalan di daerah Wirobrajan itu padat toko, sekolah hingga rumah makan. Itu mengapa jalanan daerah ini begitu padat. Kesabaran kalian akan diuji tiap kali melintasinya. Terutama ketika jam-jam sibuk. Duh rasanya ingin teriak sepanjang jalan!

Kedua, Jalan Ngabean hingga Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Kondisi rute ini tidak lebih baik daripada Jalan Kapten Piere Tendean. Sama-sama macet. 

Di dua jalan ini, selain harus berdamai dengan kendaraan besar, saya juga harus bersabar dengan asap knalpot Trans Jogja yang tiba-tiba menyembul keluar.

Baca Juga:

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

Jarak tempuh berubah, bensin cepat habis

Mau tidak mau saya melewati rute selain Plengkung Gading yang membuat jarak tempuh jadi lebih jauh. Itu mengapa bensin motor jadi lebih cepat terkurang. Biaya perjalanan pun jadi lebih mahal.

Ya, meskipun saya cukup punya keuntungan karena orang tua saya buka warung yang jualan bensin. Namun, semua itu sama saja kalau dalam sehari saya bisa menghabiskan dua liter untuk perjalanan. Lama-lama warung orang tua saya ya bisa boncos. 

Rute dan jarak tempuh menjadi salah satu kecemasan saya ketika pertama kali mendengar kabar soal penutupan Plengkung Gading. Dan, benar saja, kecemasan itu jadi nyata. Selama beberapa bulan terakhir, saya masih saja mencari rute terbaik agar jarak tempuh jadi makin dekat dan nggak menguras energi. Kenyataannya tidak semudah itu. 

Itu mengapa, dari dalam lubuk hati ini, saya berharap Plengkung Gading kembali dibuka. Pasalnya ini juga menyangkut aktivitas, baik sosial maupun ekonomi, masyarakat sekitar juga lho.

Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2025 oleh

Tags: Bantuljalan alternatifJogjapenglajuplengkung gadingSleman
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

5 Dosa Penjual Mangut Lele Jogja yang Bikin Nyesel dan Kecewa Orang Luar Kota

21 Oktober 2025
Joko Pinurbo adalah Berlian di Mahkota Jogja (Foto milik Eko Susanto)

Joko Pinurbo adalah Berlian di Mahkota Jogja dan Kini Berpulang Mengantongi Romantisnya

27 April 2024
10 Kuliner Khas Solo yang Bikin Kaget Warga Jogja (Unsplash)

10 Kuliner Khas Solo yang Paling Bisa Bikin Kaget Warga Jogja

20 Desember 2024
Anak Madura Mudah Dapat Jodoh di Jogja ketimbang Jakarta

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

3 Agustus 2025
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Kampanye Jogja Murah Itu Memang Penuh “Tipu Daya”, tapi Mau Tak Mau, Harus Kita Terima dan Tak Harus Dilawan

15 Juni 2025
Gaji Pekerja Jogja Sepele di Depan Gaji Penjaga Warung Madura (Unsplash)

Warung Madura Bahagia Kantongi Omzet 90 Juta per Bulan: Penjaganya Hidup Bahagia Banyak Duit Sementara Pekerja Jogja Merana Sampai Kiamat

25 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.