Bisnis Pet Shop Menjamur di Boyolali, Pertumbuhannya Nggak Kalah sama Mixue

Bisnis Pet Shop Menjamur di Boyolali, Pertumbuhannya Nggak Kalah sama Mixue

Bisnis Pet Shop Menjamur di Boyolali, Pertumbuhannya Nggak Kalah sama Mixue (Unsplash.com)

Banyaknya pet shop di Boyolali udah kayak outlet Mixue dan Indomaret. Tiap satu kilometer ada!

Bicara soal kucing rasanya memang nggak ada habisnya. Hewan satu ini bisa dengan mudah kita jumpai di mana-mana. Maklum, kucing termasuk hewan yang memiliki siklus reproduksi sangat cepat. Jadi nggak heran kalau kucing anggora dan persia yang dulu cuma bisa dibeli di pet shop, kini bisa kita jumpai di jalanan.

Konon, kucing cocok dipelihara jomblo karena kucing selalu membutuhkan perhatian dan ingin dicintai. Makanya para jomblo yang memelihara kucing bisa mencurahkan perhatian dan kasih sayang mereka pada hewan berbulu satu ini. Apalagi sekarang ini banyak orang yang memutuskan untuk nggak buru-buru menikah, dan rata-rata mulai banyak yang memelihara hewan peliharaan yang mayoritas adalah kucing.

Dilansir dari Katadata, berdasarkan hasil survei lembaga riset Rakuten Insight Global, kucing menjadi hewan yang paling banyak dipelihara responden Indonesia pada tahun 2021. Proporsinya menyentuh 47 persen dari seluruh responden Indonesia.

Pertumbuhan pet shop di Boyolali makin subur

Banyaknya orang yang berminat untuk memelihara hewan peliharaan—salah satunya kucing—dibarengi dengan naiknya kebutuhan pangan dan keperluan perawatan lainnya. Maka nggak heran kalau sekarang ini pet shop makin menjamur.

Saya ambil contoh di tempat tinggal saya di Boyolali, ya. Di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali saja pet shop sudah kayak Indomaret. Bahkan di pusat kecamatan, antara pet shop satu dengan pet shop lainnya berjarak kurang dari 1 kilometer.

Dulu, tepatnya tahun 2021, di Kecamatan Ampel baru ada satu pet shop. Harga makanan kucing di sana jauh lebih mahal daripada harga makanan kucing di online shop. Namun dengan menjamurnya pet shop pada tahun 2023 ini, persaingan semakin ketat sehingga banyak pet shop yang menurunkan margin. Sekarang, harga makanan kucing dan produk lainnya dari satu pet shop dengan pet shop lain memiliki kisaran harga yang hampir sama.

Satu-satunya pet shop yang dulu buka di Kecamatan Ampel, kini sudah memiliki 7 cabang yang tersebar di seluruh Kabupaten Boyolali. Ada juga yang dulunya merupakan toko pakan hewan ternak dan toko ikan hias, sekarang berubah menjadi pet shop.

Nggak cuma menjual kebutuhan hewan peliharaan, kebanyakan pet shop ini juga melayani grooming kucing dan anjing yang waiting list-nya bisa antre hingga berminggu-minggu. Hal ini menandakan bisnis yang berhubungan dengan hewan peliharaan semakin berkembang.

Saya jadi teringat dengan fenomena waralaba es krim dari Tiongkok, Mixue, yang menjamur beberapa waktu lalu di Indonesia. Di masa awal kemunculannya, Mixue sampai mendapat julukan pencabut ruko kosong. Artinya, jika ada ruko atau lahan kosong di suatu daerah, tak lama kemudian outlet Mixue akan buka di sana. Bahkan salah seorang penulis Terminal Mojok pernah membandingkan jumlah outlet Mixue di Bandung yang banyak seperti kelp shake di Bikini Bottom. Sekarang bisnis pet shop di Boyolali juga sudah seperti Mixue, di mana-mana ada.

Bisnis yang berhubungan dengan hewan peliharaan makin beragam dan berkembang pesat

Selain bisnis pet shop yang tumbuh subur, tahun 2022 kemarin mulai bermunculan pengasuh kucing atau cat sitter di berbagai daerah, utamanya di kota-kota besar. Salah satu perusahaan yang menjadi agen cat sitter adalah Cat Sitter Indonesia yang memiliki slogan Connecting Sitter and Pawrent. Cat sitter ini nggak cuma ada di Jabodetabek, di Jogja pun mulai bermunculan cat sitter.

Cat sitter ini berbeda dari penitipan kucing pada umumnya. Biasanya penitipan kucing menyediakan tempat untuk pawrent (pemilik kucing) yang nggak bisa menjaga peliharaan mereka karena sedang bepergian. Sementara cat sitter adalah orang yang akan datang dan menjaga kucing di rumah pawrent.

Tugas seorang cat sitter ini nggak cuma menjaga hewan peliharaan, lho. Seorang cat sitter juga harus mengajak peliharaan bermain, membersihkan kandang atau litter box, dan bahkan melatih kucing yang dia asuh. Intinya, cat sitter ada untuk menghibur para kucing yang kesepian ditinggal pemiliknya.

Kesimpulannya, bisnis yang berhubungan dengan hewan peliharaan seperti pet shop, tempat penitipan hewan, hingga cat sitter semakin beragam dan mengalami kemajuan pesat. Siapa tahu di masa yang akan datang bakal ada yang menjual makanan organik buat kucing. Siapa tahu, kan? Kalau kalian punya ide bisnis apa, nih?

Penulis: Annisa Yuniartri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Tips Aman Grooming Kucing Sendiri untuk Pemula.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version