Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Perokok Nggak Modal, Hama Tembakau yang Harus Dibasmi

Rizky Benang oleh Rizky Benang
12 Maret 2023
A A
Kasta Rokok di Jawa Timur, dari yang Populer Sampai yang Penting Pernah Nyoba

Kasta Rokok di Jawa Timur, dari yang Populer Sampai yang Penting Pernah Nyoba (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada dua jenis perokok yang paling saya benci. Dan kebencian itu bertambah ketika cukai naik, cukainya masuk kantong pejabat Konoha lagi.

Pertama, orang yang merokok di motor. Kedua, orang yang ngakunya perokok tapi kok minta terus! lha kapan belinya? Dalam ulasan ini saya akan fokus ke perokok jenis kedua.

Baik, tanpa perlu banyak basa-basi lagi langsung saja saya uraikan kerasahan yang terdalam ini. Bahwasanya jika petani tembakau harus bergelut dengan hama, hal yang sama juga terjadi kepada para perokok yang harus bertahan oleh gempuran perokok yang nggak modal. Sungguh hama yang satu ini tidak kalah berbahanya.

Lha kok berbahaya? Begini ceritanya, dan saya yakin kalian yang membacanya juga akan ikutan kesal atau bahkan ikutan membenci.

Situ hemat, sini rungkat

Suatu hari saya nongkrong bareng kawan-kawan untuk menghabiskan malam, kebetulan saat itu saya lupa beli rokok. Ya ngopi tanpa ngebul kurang lah rasanya, kurang khidmat aja gituh. Akhirnya Saya pun memutuskan untuk pergi ke warung madura ditemani kawan saya. Tiba-tiba kawan saya celetuk kayak gini.

“Ki, daripada uangku dipake beli rokok, mending kupake buat makan di burjo aja, kan hemat gitu.”

Tau nggak abis dia celetuk ngomong kayak gituh dia ngapain? Yap betul, dia minta rokok saya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun setelah melontarkan kalimat tersebut. Bangsat betul.

Sebelum ngomong tuh ya dipikir dulu. Ente berhemat uang jajan dengan tidak beli rokok, tapi kok jadi saya yang harus tanggung jawab dengan kebutuhan paru-paru ente? Hadeuh, mending saya hemat rokoknya dengan tidak ente minta.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Sebagai gambaran, saya ini mahasiswa perantau di Jogja, begitu pula dengan kawan saya yang melontarkan kalimat jorok tadi. Masalahnya, kita kan sama-sama mahasiswa, sama-sama perantau, sama-sama masih tanggungan orang tua. Ente pikir saya tidak butuh makan ke burjo gitu? Ya perlu lah. Hadeuh, bisa-bisanya saya dianggap badan amal rokok yang bisa diminta seenaknya.

Hama tembakau yang meresahkan

Bukan bermaksud saya pelit atau perhitungan. Kalau sekali dua kali minta ya nggak apa-apa, ini mah setiap nongkrong nggak  beli! Mana minta rokoknya bisa sampe 5 batang. Itu minta apa malak?

Dan lebih sialnya lagi, teman saya yang berprofesi sebagai hama tembakau ini tidak hanya satu, tapi lebih dari satu. Dengan hama sebanyak itu sudah tentu saya bangkrut. Dan kesialan tampaknya tidak berhenti di sana; dengan naiknya cukai, sudah pasti harga akan naik. Dan makin bertambah lah kebencian saya terhadap perokok yang nggak modal itu.

Kalau kata pacar saya, kan bisa tuh nggak usah dikasih kalau diminta. Masalahnya tidak semudah itu sayang. Ketika awal saya menjadi perokok, dulu saya diajari sama abang-abangan tongkrongan, kalau beli rokok tuh taruh di meja, jangan disimpan di saku. Budaya itu saya pegang teguh, bak NKRI harga mati.

Abang tongkrongan juga berpesan, jangan pelit terhadap sesama. Kita harus saling berbagi asap, supaya pertemanan kian hangat. Begitu luhur budi pekerti yang disampaikan abang tongkrongan yang kerjaannya mabok itu.

Hingga akhirnya saya sadar, bahwa kultus budaya menaruh rokok di meja itu sudah tak bisa saya pegang teguh lagi. Maafkan saya abang-abangan tongkrongan. Pelajaranmu sudah tidak relevan lagi, mungkin engkau lupa mengajarkan, bahwa ada perokok yang nggak modal, dan engkau tidak memberi tahu bagaimana cara mengatasinya.

Harus pintar-pintar putar otak

Karena saya sadar, sudah candu terhadap rokok, secandu solat lima waktu heuheu. Saya pun harus pandai-pandai mengatur pengeluaran duit untuk membelinya, karena kalau tidak, bisa-bisa saya juga bangkrut dibuatnya.

Solusi yang pertama tentu beli ketengan dan mengatur ritme pembakaran. Namun, jika Anda memang secandu itu, tapi tidak mau dompet bocor, maka ngelinting lah. Ngelinting bisa jadi aternatif bagi para perokok berat. Selain harganya murah dan awet, di Jogja sendiri begitu melimpah toko tembakau di setiap sudut jalannya.

Terus kalau tidak suka ngelinting gimana? Ya, berhenti merokok. Sudah tidak modal, males ngelinting lagi. Dasar payah.

Penulis: Rizky Benang
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menyimak Perdebatan Penikmat Djarum Super dan Gudang Garam yang Tak Ada Habisnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: hama tembakaunggak modal
Rizky Benang

Rizky Benang

Mahasiswa Psikologi yang bercita-cita menjadi Filsuf

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Meskipun Prodi Sosiologi Tidak Relevan dengan Dunia Industri, Menghapusnya Hanya Akan Menghambat Kemajuan Bangsa Ini

30 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.